Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
4. Kesalahanmu


__ADS_3

...Yuk jangan lupa vote & comment ya guys dan Terima kasih untuk yang udah ngelakuin...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Happy Reading!!!


"Hu.. Hukuman?, tapi apa salah gue", tanya Ara yang merasa dia tidak pernah melakukan kesalahan terhadap Zyden dan bisa di bilang kalau mereka malah baru bertemu.


" Kau tidak ingat dengan kesalahanmu wahai manusia", kata Zyden.


Ara langsung menggelengkan kepalanya pertanda ia tak mengingat apapun tentang kesalahannya.


"Salah gue apa, bukannya kita baru aja ketemu", jawab Ara yang sekarang sudah mulai berani menatap Zyden walaupun masih terkesan agak ngeri dengan wajahnya.


" Ternyata kamu tidak tahu kesalahan terbesar yang telah kamu perbuatan. Baik akan aku beritahu tentang kesalahanmu itu", kata Zyden dan dalam sekejap langsung mencekik dan memojokkan Ara ke dinding gua.


Dengan kilatan marah di matanya Zyden berkata kepada Ara, "Kesalahanmu, karena kamu sudah membunuh keturunan ku, anakku, atau dengan kata lain calon penerus ku dimasa depan yang sudah aku nantika sejak lama", geram Zyden.


Karena cengkraman yang sangat kuat di lehernya Ara berusaha dengan mati-matian untuk melepaskannya tapi semua itu tak berpengaruh apa-apa yang ada malah cengkraman tersebut bertambah kuat.

__ADS_1


"Le...Pas", kata Ara dengan susah payah.


" Lepas kamu bilang. Asal kamu tahu ini belum seberapa dengan hal yang sudah kamu perbuat, dengar itu", marah Zyden yang mulai mengangkat Ara keatas sambil masih mencekik lehernya.


"Le..pas gue ti..dak me..ra..sa pernah mem..bu..nuh a..nak loe", kata Ara yang membantah tuduhan yang Zyden tunjukkan untuk nya.


" Masih tak mau mengaku. Baik aku perlihatkan buktinya kepadamu ", dan setelah berkata demikian dengan marah Zyden melempar Ara dengan asal dan berujung dengan Ara yang menabrak dinding gua dengan lumayan keras hingga membuat tubuhnya terasa sakit.


" Uhuk... Uhuk... ", batuk Ara tapi tak sampai mengeluarkan darah.


" Ini bukti jika kamu sudah membunuh anakku", kata Zyden sambil menyentuh kepala Ara dan menunjukkan gambaran anaknya yang pada saat itu dengan sadis terhantam oleh golok yang di pegang oleh Ara dan di situ juga terpampang kondisi anaknya yang langsung mati seketika dengan luka yang cukup dalam di tubuhnya hingga mengeluarkan banyak darah.


"I..itu bukannya ular yang tadi sore tidak sengaja aku bunuh", gumam Ara kaget setelah melihat gambaran kejadian ia yang tak sengaja membunuh seekor ular di depannya.


" Akhirnya kamu mengakuinya ", ejek Zyden.


" Asal kamu tahu, yang kamu kira ular itu adalah sosok anakku dia adalah calon putra mahkota kerajaan langit, dan kami bukanlah ular melainkan kami adalah seekor naga", jelas Zyden dengan tatapan dinginnya.


" Masih bisa berfikir jika ini mimpi ", dengus Zyden.


"Ini pasti mimpi, mana ada naga di dunia ini. Ka...kamu pasti berbohong", Sangkal Ara yang masih tak yakin.


"Cuiihhhh..... Masih tak mau percaya dengan apa yang kamu lakukan. Baik aku akan beri kamu hukuman atas apa yang sudah kamu perbuatan", kata Zyden sambil mulai berjalan mendekat ke arah Ara.


Ara yang melihat Zyden mulai melangkah ke arah nya merasakan takut dan gemetar di hatinya apalagi tatapan Zyden yang dari tadi menampilkan tatapan tak bersahabat.


"Apa yang mau loe lakuin, pergi jangan mendekat atau gue lempar batu", ancam Ara sambil mulai meraba-raba di sekitarnya berharap bisa mendapatkan sesuatu yang bisa ia gunakan sebagai senjata.


Seakan tak merasa takut Zyden tetap melangkah dengan tenang menuju ke arah Ara berada.


Begitu menemukan sebuah batu Ara yang berniat untuk melemparkannya ke arah Zyden pun melongo tak percaya karena dilihatnya Zyden yang tiba-tiba menghilang dan tepat saat Ara membalikkan tubuhnya ia dikagetkan dengan Zyden yang sudah berada tepat di belakangnya sambil menyeringai.

__ADS_1


"Mau memukul ku dengan batu ini", ejek Zyden sambil meremehkan.


Belum sempat Ara melemparkan batunya tangannya dengan sigap sudah di cekal oleh Zyden dan berakhir dengan batu yang berada di tangannya jatuh kebawa.


"Cepat lepaskan aku orang jahat", teriak Ara tepat di depan Zyden.


Zyden yang merasa sudah cukup untuk bermain-main pun langsung mengangkat Ara dan menjatuhkannya kembali ke batu datar yang tadi dia gunakan.


Dan setelahnya Zyden langsung mengungkung Ara dengan kedua tangannya yang berada tepat di sisi kanan dan kiri tubuh Ara. Dengan Zyden berada di atas tubuh Ara.


"Aa.. Apa yang kamu inginkan", tanya Ara dengan raut wajah penuh ketakutan.


Melihat Ara yang ketakutan di bawahnya Zyden hanya menyeringai.


"Simpel. Aku ingin kamu hamil dan melahirkan keturunanku", kata Zyden dengan ringan tanpa memperdulikan raut wajah Ara yang sangat kaget.


" APA!!... Loe gila. Gue cewek baik-baik gak mungkin gue hamil anak loe tanpa status jelas", marah Ara akhirnya.


"Tak ada yang tak mungkin karena aku bisa membuatmu melakukan itu semua".


Dan setelahnya entah cairan apa yang masuk kedalam diri Ara tetapi tepat ketika cairan itu mengalir ke dalam mulutnya tiba-tiba saja tubuhnya merasa sangat panas dan juga daerah selatannya merasa sangat gatal menyakitkan yang seolah-olah menginginkan sesuatu untuk bisa memuaskannya.


"Aakkhhhhh.... Apa yang terjadi dengan tubuhku akhhh...", teriak Ara kesakitan.


Zyden yang melihat jika ramuan yang ia berikan sudah mulai beraksi langsung mulai turun dari atas Ara dan duduk dengan nyaman di sebrang Arka sambil melihat dan menikmati erangan yang di alami oleh Ara didepannya.


Hingga sepuluh menit berakhir rasa panas yang Ara rasakan bukannya mulai berkurang malah kian menyiksa dirinya, seakan butuh sosok belaian, tetapi karena Ara masih mempertahankan harga dirinya jadi sebisa mungkin ia menahan hasrat yang membara ini untuk meminta di sentuh oleh Zyden.


"Ck... Dasar manusia lemah, masih berusaha mempertahankan egonya. Oke kita lihat sampai mana kamu bisa mempertahankan harga dirimu itu", ejek Zyden begitu melihat Ara yang di satu sisi mulai kepanasan tetapi masih keras kepala berusaha mempertahankan harga dirinya.


Mau tak mau Zyden harus menunggu Ara terlebih dahulu untuk melihat dia tersiksa akan hasratnya yang kian bertambah itu, sebelum ia nanti menanamkan benihnya ke Ara.

__ADS_1


...~To Be Continued~...


__ADS_2