Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
20. Ke Dokter


__ADS_3

Pagi harinya begitu terbangun Ara merasakan tubuhnya terasa agak demam, tapi Ara hanya menganggapnya sebagai demam biasa.


Begitu pun saat dia sarapan, baru beberapa suap Ara malah memuntahkan kembali makanan yang sebelumnya sudah ia telan.


Dan alhasil Ara pun berangkat ke kantor tanpa sarapan hanya bermodalkan minum air teh hangat saja.


"Nona"


"Iya, ada apa? "


"Emm... Apa sebaiknya Nona di rumah saja, kelihatannya Nona sedang tidak sehat," ujar Cio kepada Ara yang saat ini sedang berada di ruang tamu ingin bersiap pergi ke kantor.


"Tidak usah khawatir, lihat aku baik baik saja kan," Kata Ara sambil memperlihatkan senyum manisnya agar Cio tenang tak mengkhawatirkannya.


"Tapi Nona, sepertinya muka Nona agak pucat"


"Mungkin itu hanya perasaan mu saja yang terlalu mengkhawatirkan ku," Balas Ara yang kemudian beralih melihat jam di tangannya yang ternyata sudah menunjukkan hampir setengah tujuh pagi. "Oh tidak sepertinya aku hampir terlambat, kalau begitu aku pergi kerja dulu ya Cio"


Setelah berucap demikian Ara pun langsung menyambar tas nya dan langsung pergi ke tempat kerjanya. Sedangkan Cio hanya bisa melihat kepergian Ara hingga menghilang dari pandangannya.


'Dah lah punya Nona kok ngeyel banget di bilangin, kalau kayak gini aku juga kan nanti yang bakalan kena imbasnya kalau dia kenapa-kenapa... Huh gak asik'


***


Sesampainya di kantor Ara pun langsung menyelesaikan semua pekerjaannya hingga tak terasa hari sudah menjelang siang dan waktunya untuk jam makan siang sehingga semua karyawan langsung mengistirahatkan diri mereka dengan makan di kantin maupun di luar gedung perkantoran.


Tetapi lain halnya dengan Ara yang bukannya ikut istirahat malah masih sibuk dengan semua berkas laporan nya.


"Ar, lo gak mau makan?," Tanya Elli.


"Hari ini gue gak ke kantin dulu deh, lo duluan aja El, gak usah nungguin gue," balas Ara.


"Tumben, emang lo gak laper?"


"Enggak gue gak laper, kebetulan gue juga mau cepet-cepet selesain laporan gue biar nanti gue cepet pulang"


"Ya udah kalau gitu gue ke kantin dulu, lo mau ada nitip sesuatu gak?," tanya Elli sekali lagi.


"Emm gue nitip jus alpukat aja," balas Ara.

__ADS_1


"Oke siap bos," ujar Elli sambil berlagak hormat layaknya tentara dan langsung berlalu pergi.


Ara yang melihat tingkat sahabatnya itu hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah kepergian Elli, tiba-tiba saja Ara merasa kembali ingin muntah dan langsung pergi menuju toilet.


Huek


Huek


Huek


Begitu selesai mengeluarkan muntahannya yang hanya berupa air bening yang asam, Ara langsung jatuh luruh ke lantai dikarenakan tubuhnya yang sangat lemas dan juga kepalanya yang agak pusing.


"Apa gara-gara aku tidak sarapan dan hanya minum teh, makanya tubuhku jadi selemas ini," gumam Ara kepada dirinya sendiri.


Setelah merasa agak baikan Ara langsung berusaha berdiri dan merapikan pakaiannya agar tidak menimbulkan kecurigaan teman-teman kantornya, dan tak lupa juga Ara membasuh mukanya agar tidak terlihat jika ia habis muntah.


Setelah merasa agak fresh akan penampilannya, Ara kemudian pergi keluar dari toilet dan kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya agar niatnya untuk segera pulang bisa terlaksana.


Selang tak berapa lama datanglah Elli sambil membawakan jus pesanan Ara tadi.


"Thanks ya El"


"Oke no problem"


Tak lama kemudian Ara akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaan dan kemudian ia langsung beralih melihat jus yang tadi ia pesan dan langsung meminumnya hingga tandas tak tersisa, untung saja kali ini Ara tak merasakan mual lagi.


Karena merasa dirinya yang semakin kurang sehat, akhirnya Ara memutuskan untuk segera ijin pulang ke atasannya agar nantinya dirinya bisa segera beristirahat di rumah, dan untungnya ketika Ara ijin atasannya mengizinkannya untuk pulang terlebih dahulu. Alhasil setelah itu Ara langsung bersiap siap untuk segerah pulang.


"Loh Ar, lo mau kemana?" Tanya Elli yang kebetulan berpapasan dengan Ara di lorong kantor.


"Gue izin pulang duluan El," Balas Ara jujur.


"Kenapa? Lo sakit?," Tanya Elli lagi.


"Iya nih, badan gue agak kurang vit, makanya gue izin pulang dulu," Jelas Ara kepada Elli.


"Maaf ya Ar, gue gak bisa ngantarin Lo pulang soalnya pekerjaan gue masih numpuk," Sesal Elli yang merasa bersalah karena tidak bisa mengantar Ara ke rumahnya.

__ADS_1


"Gak apa-apa lah, santai aja gue bisa pulang sendiri," Balas Ara yang berusaha menghibur dan sekaligus menenangkan Elli agar tak terlalu mengkhawatirkan nya. "Kalau gitu gue pulang dulu ya"


"Kalau gitu hati-hati dijalan, sampai rumah jangan lupa langsung kabarin gue," Kata Elli tegas.


"Iya nanti gue kabarin," Dan setelahnya Ara pun langsung keluar dari kantornya.


Sesampainya di pinggir jalan Ara tak perlu menunggu lama kebetulan ada taksi yang langsung lewat, Ara tanpa pikir panjang langsung mencegat taksi tersebut agar berhenti dan langsung menaikinya.


"Pak ke alamat *****, " Kata Ara kepada sang supir taksi.


Tanpa lama taksi pun langsung meluncur ke alamat yang tadi Ara sebutkan.


Tetapi tak lama tiba-tiba saja Ara merasa pusing dan perutnya pun kembali sakit tetapi lebih parah dibandingkan sebelumnya. Karena merasa tidak kuat akhirnya dengan perkataan yang terbata-bata Ara meminta sangat supir taksi untuk mengantarkan nya terlebih dahulu ke rumah sakit terdekat.


Skip


Begitu sampai di rumah sakit, selepas membayar sang supir taksi Ara segera turun dan berjalan menuju ke ruang pemeriksaaan umum.


"Uggh... Kenapa semakin sakit", ujar Ara, yang menahan sakitnya.


Tetapi belum sampai keruangan yang ia tuju, Ara yang sudah tidak kuat menahan pusing dan sakit di perutnya perlahan mulai merasakan jika pandangannya mulai gelap dan langsung tak sadarkan diri tepat di depan pintu masuk rumah sakit.


Petugas medis yang kebetulan melihat ada seseorang pingsan saat itu langsung bergegas menolong Ara dan mengangkatnya keatas brangkar lalu membawanya ke UGD agar segera mendapatkan pertolongan.


Akhirnya selepas pemeriksaan yang lumayan lama tersebut dengan hasil, dokter yang keheranan akan kondisi Ara, ya bagaimana tidak heran jika hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pasiennya terlihat diluar nalar.


'Ini mata ku yang salah lihat apa gimana'


Batin sang dokter yang setelah beberapa kali menaik turunkan kacamata nya berharap jika yang dia lihat ternyata cuma kesalahan. Tetapi mau dilihat berapa kali pun hasilnya tetap sama.


"Apa dia makan kadal ya", gumamnya keheranan.


"Maaf dokter bicara apa tadi? "


"Tidak, mungkin Mbak nya salah dengar", ujar sang dokter


"Sebelumnya kalau boleh apa Mbak mempunyai riwayat penyakit bawaan?", tanya dokter sembari melihat lihat setiap daftar hasil riwayat pemeriksaan Ara memastikan lagi siapa tau tadi dia salah dalam membaca hasil akhirnya.


"Tidak dok, saya selama ini bisa di bilang tidak mempunyai yang namanya penyakit bawaan, memang saya sakit apa dok?"

__ADS_1


...~To Be Continued~...


__ADS_2