Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
16. CEO Baru


__ADS_3

"Ar, Lo dari mana aja? Kenapa kemarin gak masuk kerja?", lontaran pertanyaan yang dilayangkan oleh Elli begitu melihat kedatangan Ara.


Sedangkan orang yang ditanya hanya membalas dengan deheman singkat.


"Hem"


"Lah gue dikacangin", karena merasa sebal dan ditambah kepo juga dengan alasan temannya membolos kerja akhirnya mau tak mau Elli tak gentar untuk tidak terus menerus brtanya kepada Ara.


"Ayo lah Ar, gue kan temen Lo yang paling tercinta. Ceritalah sama gue, Lo kenapa kemarin gak biasanya bolos kerja, sampai-sampai bos nyariin lo", desak Elli kali ini.


Karena bosan mendengar bac*tan Elli yang malah tambah membuatnya pusing akhirnya Ara dengan males pakai banget mulai menceritakan alasan mengapa ia sempat bolos kerja, gak tau apa kalau saat ini Ara merasa sangat lemas dan sedikit pusing, tapi ia tetap nekat masuk kerja lantaran tak mau uang gajinya dipotong oleh bosnya.


"Gini gue kemarin sakit perut terus sempat pingsan, nah pas bangun ternyata udah malem aja", cerita Ara yang menjelaskan alasanya kenapa dia tak masuk kerja, tidak mungkin kan dia jujur kalau awal sakit perutnya karena dia nonton video klip BTS sama minum obat cacingan, kan kesannya nanti jadi gak elit banget.


"Lah kok bisa emang Lo sempet makan apa sebelumnya?", tanya Elli yang terus terusan kepo.


"Gue gak makan aneh aneh kok, Cuma makan buah naga pas malem sam minum air dingin", kata Ara.


"Kok aneh ya, padahal kan cuma makan buah aja bisa sampai sakit segitunya", heran Elli, tapi sedetik kemudian keheranan Elli luntur karena komentar dari Ara.


"Mungkin gara-gara gue kecapekan kemarin makanya bisa gitu", alibi Ara kepada Elli.


Sedangkan Elli hanya ber O-ria saja menanggapi jawaban dari Ara. Selanjutnya hanya dilanjutkan keheningan dari keduanya yang saat ini sama-sama fokus untuk mengerjakan pekerjaannya masing-masing.


Hingga tiba-tiba ada suara yang menginfokan kepada seluruh staf dan para karyawan agar berkumpul di aula utama, karena akan ada kehadiran dari CEO mereka. Tentu saja hal itu memicu kebisingan dari berbagai orang yang ada disana karena kabarnya CEO mereka sudah berganti dengan orang lain.


"Eh Ar, Lo tahu gak. Kabarnya nih ya CEO kita sudah berganti", bisik Elli tepat samping ditelinga Ara.


"Kok gue baru tahu si", kata Ara yang memang jujur baru tahu akan informasi tersebut.


"Nah ini, udah gue kasih tahu sama lo"


"Iya deh"


"Katanya temen-temen yang gue dengar CEO kita kali ini orangnya masih muda plus ganteng lagi dan terutama dia kabarnya masih J-O-M-B-L-O", cerita Elli dengan semangatnya dan tak lupa menekankan pengucapan jomblo yang amat sangat keramat ditelinga Ara.

__ADS_1


"Ya elah, kata jomblonya gak usah diperjelas sampai segitunya juga kali", ujar Ara sambil keduanya saai ini mulai berjalan mengikuti karyawan lain untuk berkumpul di aula utama.


"Oh iya, gue lupa lo kan jones jomblo ngenes", ledek Elli kepada Ara yang tentunya mendapatkan jitakan kasih sayang dari Arka.


"Aduh....keterlaluan lo Ar, KDRT ini mah namanya", kata Elli sambil mengusap jidatnya yang terasa sakit.


"Enak aja Lo ngomong, sejak kapan gue nikah sama Lo? Ogah ya, gue masih waras"


"Amit-amit deh gue nikah sama Lo, sengsara hidup gue nanti. Maksud gue KDRT itu Kekerasan Dalam Ranah Teman", ujar Elli yang menjelaskan maksud perkataannya. Sedangkan Ara hanya tertawa mendengarnya.


"Ohh...bilang dong kalau itu maksudnya, kan gue gak salah kira tadi"


"Kampreeetttt lo"


Tak terasa ternyata mereka berdua sudah sampai di aula utama yang mana saat ini semua staf dan karyawan diarahkan untuk berbaris rapi, ya kurang lebih seperti barisan orang upacara benderah lah, You Know kan?


Tak...tak...tak...tak


Selang kemudian tiga orang dengan pakaian berjas rapi datang dari arah pintu utama dengan aura berwibawa yang sangat ketara jelas ketika mereka berjalan melangkahkan kaki melewati para karyawan yang ada disana. Kesan dominan tentu sangat menonjol terlihat, terkhusus pada orang yang berjalan paling terdepan, sangat terasa sekali aura dominan dan pemimpinnya.


'Duh, kok tiba-tiba gue ngerasa merinding ya. Seperti ada yang ngawasin gue', batin Ara.


"Perkenalkan beliau adalah CEO baru kalian. Beliau sangat memperhatikan mengenai kedisipinan dan skill dalam bekerja, jadi saya berharap kalian semua kedepannya nanti tidak akan ada yang sampai membuat beliau kecewa, jika sampai hal itu terjadi maka saya selaku tangan kanan disini yang sudah diperintahkan sebelumnya dengan tak segan untuk langsung memecat orang tersebut jika ketahuan membuat kesalahan", setelah berujar demikian orang yang mengaku sebagai tangan kanan dari CEO baru tersebut langsung pergi dari sana dan berjalan memasuki lift bersama sang CEO baru untuk menuju ke lantai 31 dari total 32 lantai yang ada.


...***...


"Han, tadi itu sangat mencekam ya. Masa gue sampai ngerasa kalau gue sedang diawasi pas CEO baru lewat", keluh Ara kepada Elli ketika mereka hampir mencapai ruangan mereka bekerja.


"iya si, gue tadi juga ngerasa CEO kita kali ini orangnya kayak kejam, sampai-sampai gue urungin niat buat lihat wajahnya", kata Elli menimpali.


"Eh bentar...itu apaan Ar, di meja Lo?", tanya Elli begitu melihat sebuah kotak dan diatasnya ada setangkai mawar putih.


Ara yang heran kemudian ikut mengarahkan pandangannya ke mejanya yang ternyata benar ada sebuah kotak dan setangkai mawar putih disana.


"Ha, ini dari siapa?", ujar Ara bingung.

__ADS_1


"Ya mana gue tahu. Kan gue sama Lo dari tadi....bentar deh itu kayak ada suratnya", setelah berucap demikian Elli langsung mengambil surat tersebut dan menyerahkannya ke Ara.


"Nih"


'UNTUKMU, JANGAN LUPA DIMAKAN'


Begitulah isi surat tersebut, yang mana tidak menyertakan nama pengirimnya. Boro-boro nyertain nama orang isinya aja singkat padat dan jelas sekali.


"Apa isinya?", tanya Elli yang kepo akan isi surat tersebut dan mencoba melihatnya.


"Untukmu, jangan lupa dimakan......wah perhatian banget dia sampai ngasih makanan sama Lo. emang dia siapa? pacar lo?", kata Elli begitu membaca isi surat tersebut.


"Pacar? Mana ada. Orang gue aja jomblo sampai detik ini", balas Ara.


"Lah terus ini dari siapa dong, apa jangan-jangan pengagum rahasia Lo", Ara yang mendengar penuturan Elli malah menjadi semakin penasaran dengan pengirim makanan tersebut, karena tak biasanya ada yang mengirimi dia makanan seperti ini.


"Entah lah, gue juga gak tahu. Eemm...Lo laper gak?", tanya Ara kemudian.


"Lumayan si, emang kenapa?", balas Elli.


"Nih makan kamu aja", kata Ara sambil menyodorkan kotak makanan tersebut kepada Elli. Padahal jika dilihat isinya sangat menggiurkan. Bagaimana tak menggiurkan jika di dalamnya berisi nasi komplit dengan lauk pauk serta sayuran sebagai pelengkap, tak lupa ada irisan beberapa potong buah segar dan terakhir ada sekotak susu kecil dan juz buah ssebagai minumannya.


"Lo serius Ar, ngasih ini semua ke gue. Ini enak loh Ar, makanannya", tanya Elli memastikan karena bagaianapun juga semua ini ditujuhkan ke Ara bukan dirinya.


"Iya gue serius, anggap aja gue saat ini sedang traktir Lo", balas Ara yang kemudian mulai melanjutkan pekerjaannya.


"Wah, kalau gitu makasih banyak ya Ar"


"Iya sama-sama"


"Tapi beneran Lo gak mau ini?", tanya Elli sekali lagi memastikan.


"Iya. Udah deh Lo makan aja, gue lagi gak mood. Kalau Lo gak mau buang aja gak apa-apa", balas Ara.


"Eh, ya jangan lah. Mubazir tahu, mending gue makan aja"

__ADS_1


...~To Be Continued~...


__ADS_2