Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
7. Si Kecil Putih


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak acara liburan usai dengan mendadak. Dan selama Seminggu itu pula Ara di sibukkan dengan berbagai tugas yang harus ia kerjakan di kantor nya.


"Capeknya badan dan otakku ini, harus di paksa kerja lembur bagai kuda pengen libur malah lembur... Huff", ujar Ara yang saat ini masih sibuk memandang komputer di depannya dimana jam sudah menunjukkan pukul 8 malam lebih.


Iya Ara malam ini terpaksa harus lembur dikarenakan laporan yang ia buat kemarin mengalami kesalahan dan secepatnya harus is selesai malam ini juga.


Padahal tidak hanya dia yang mengerjakannya tetapi juga ada teman yang lain juga yang pada saat itu di suruh membantunya menyusun proposal tapi kenapa hanya ia sendiri yang di suruh membenarkan. Sungguh tak adil.


Tapi bagaimana lagi dia hanyalah seorang anak buah yang mau tak mau harus mengikuti perintah atasan jika ingin di gaji.


Jika ada yang menanyakan soal Elli, jangan ditanya lagi anak itu sudah bilang ke Ara tidak bisa menemaninya lembur gara-gara cowoknya memaksanya untuk menemaninya pergi ke suatu acara, mau tak mau Ara pun menyuruh Elli untuk menerima ajakan pacarnya tersebut dari pada cowoknya marah karena gak dianggap.


Awalnya Elli sempat ingin menolak karena khawatir jika ia meninggalkan Ara sendirian apalagi sebenarnya ia tahu jika Ara takut gelap, tetapi karena Ara selalu memaksanya untuk pergi dan menyakinkan diri jika ia berani dan tak akan ada apa-apa. Akhirnya dengan agak terpaksa Elli meninggalkan Ara sendirian.


"Udah jam delapan lebih, Oke nanggung udah hampir selesai", kata Ara begitu melirik jam tangannya dan setelahnya tak lama akhirnya Ara menyelesaikan pekerjaannya dengan wajah yang sangat lega sekali.


" Akhirnya selesai juga pekerjaan gue"


"Oke beres-beres habis itu pulang", gumam Ara dan setelah selesai membereskan semua barangnya, Ara langsung berjalan untuk menuju keluar kantor.


Beruntung tempat Ara kerja di tugaskan di lantai dua jadinya ia tidak perlu lama untuk segera turun ke lantai dasar.


Setibanya di tempat parkir Ara melihat motornya tidak satu-satunya yang terparkir di sana masih ada dua motor lain yang terparkir di sebelah motor maticnya.


Mungkin kalian bertanya itu motor siapa, sebenarnya itu motor pak satpam yang bertugas untuk jaga malam di kantor, yang mana ada dua satpam yang di tugaskan.


"Untung gue gak sendirian amat di sini, masih ada pak satpam yang tugas sif malam", ujar Ara dan setelahnya melajukan motornya untuk pulang kerumah dan tak lupa menyapa kedua satpam yang sedang bertugas.


" Eh mbak Ara, baru pulang mbak? ", tegur salah satu satpam kepada Ara begitu melihat nya.


" Iya nih pak",  balas Ara.

__ADS_1


"Lembur ya mbak", timpal satpam satunya.


" Iya pak kebetulan dapat tugas lembur tadi. Udah malam kalau gitu saya permisi ya pak mau pulang dulu. Mari.", balas Ara yang mendapat anggukan dari kedua pak satpam itu.


Setelahnya Ara memacu motornya ke jalan raya dengan kecepatan yang lumayan tinggi berhubung juga jalanan yang sudah mulai agak lenggang di malam hari.


...***...


Sreeekkkkkk....


Bruakkkkk....


Suara motor yang bergesekan dengan aspal jalan membuat kebisingan di malam itu.


"Aduhhh.... Ngenes amat nasib gue malam ini dah, udah lembur sendirian ini pakai acara jatuh dari motor segala", gerutu Ara ketika berusaha membangunkan diri dan membenarkan posisi motornya.


Untung saja kecelakaan tunggal yang di alami Ara tidak sampai menimbulkan luka serius cuma gorengan luka kecil saja di bagian lengan dan kakinya.


"Benda apa tuh? ", tanya Ara yang lebih tepat ke dirinya sendiri.


Karena penasaran akhirnya Ara memberanikan diri untuk melihat secara lebih dekat ke sosok yang ia kira bola itu.


" Eh.. . Bola apa ini, kok warnanya putih bersih tapi ada rambut halus nya terus lembut lagi", monolog Ara ketika mengambil benda tersebut.


Ketika Ara sibuk meneliti benda yang ia kira bola, tiba-tiba saja bola tersebut bergerak dan muncul lah empat kaki kecil menggeliat.


"Anjayyyyy....... Apaan itu tadi", kaget Ara yang reflek melepaskan pegangan nya pada bola itu.


Dapat di lihatnya bola itu bergerak dan menunjukkan wajahnya yang ternyata sangat cute dan gemesin banget di pikiran Ara. Bagaimana tidak lucu dan menggemaskan jika di depanmu kini ada sebuah hewan berambut lembut dengan telinga runcing mirip kelinci dan empat kaki kecil yang menjadikannya semakin tambah menggemaskan dan jangan lupa ekornya yang pendek seperti kelinci, tapi yang membuat Ara heran mengapa hewan itu seperti punya sayap kecil di punggung nya.


Kalau di pikir-pikir mana ada kelinci punya sayap?,  apa mungkin kelinci ini anak hasil kawin silang antara kelinci dengan burung. Tapi apa iya kelinci bisa kawin sama burung, gimana kawinnya coba kalau misal beneran iya. Mungkin itu yang saat ini di pikirkan oleh Ara saking uniknya hewan yang ia lihat.

__ADS_1


"Tuan mengapa Anda melamun? ", tanya suara yang tiba-tiba menginterupsi Ara. Langsung saja hal itu membuat Ara ketakutan, karena saat ini jalanan yang ia lewat terkesan sepi hanya lampu jalan yang bersinar terang yang sedikit membuat nya berani.


" Si-siapa yang bicara?......Bu-bukan mbak kun, om cong, atau dik yul kan, suwer deh gue gak mau kalian muncul nanti gue berasa anak tiri yang lihat keluarga bahagia ", ujar Ara yang ngawur.


" Woi Tuan aku bukan hantu kaliiiiiii.... . ", teriak suara tersebut yang seakan tak terima dikata salah satu tiga sosok KD (Keluarga Demit) itu.


" Te-terus apa kalau gitu? ", tanya Ara yang menahan ketakutannya.


" Lihat ke atasmu lah Tuan", kata sosok tanpa rupa tersebut ke pada Ara yang entah mengapa Ara mau menuruti perintahnya untuk mengengok ke arah atasnya saat ini.


"Ha... Lo bisa bicara kelinci", kata Ara spontan ketika melihat hewan yang ia sebut kelinci saat ini sedang melayang eh bukan lebih tepatnya terbang melayang di atasnya dan lebih mengejutkan nya lagi dia bisa berbicara.


Sedangkan hewan yang di sebut kelinci hanya bisa memutarkan kedua bola matanya malas mendengar pertanyaan Ara.


"Bukan itu tadi suara kucing garong lewat", balas hewan tersebut yang langsung mendapat sanggahan tak setuju dari Ara.


"Mana ada, orang jelas-jelas gue lihat dan denger lo bisa bicara saat ini", ujar Ara.


Bukannya menjawab pertanyaan Ara hewan itu cuma bergumam pasrah,


" Ck...Mimpi apa aku, hingga Tuan besar mengutus aku untuk menjaga dia"


...~To Be Continued~...


...Nih aku kasih foto nya si kelinci kecil katanya Ara...




...(Anggap aja di belakang punggungnya ada sayapnya ya) 😁😅...

__ADS_1


...Jangan lupa like & comment ya guys...


__ADS_2