Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
8. Namamu Sekarang C-I-O


__ADS_3

"Eh lo kok bisa terbang juga, lo kan kelinci ngapain punya sayap... Oohhh gue tahu mak bapak loe kawin silang ya, kelinci sama burung makanya anaknya jadinya kayak lo", ujar Ara kepada hewan imut itu yang di mana hewan itu memlototkan matanya tak menyangka dengan perkataan Ara barusan.


" What!!!.... aku di bilang hewan hasil campur campur ", kata hewan yang lebih mirip kelinci itu dengan nada tak percayanya.


" La kan emang gitu kenyataan nya", balas Ara.


"Enak aja, aku ini salah satu hewan langit lah", kata hewan itu.


" Apa lagi tuh hewan langit?", kata Ara yang tambah bingung.


Hewan itu yang melihat Ara bingung pun langsung berusaha berbicara hal lain saja agar tak sampai keceplosan nanti tentang tujuannya dan tugasnya.


"Gini ya tuanku yang folos tapi mungkin rada bego.... Aku ini bawahan yang di tugaskan untuk menjaga dan menemani tuan", ujar kelinci terbang itu, yang mana malah membuat kerutan muncul di kening Ara karena bingung.


" Di tugaskan siapa? ", tanya Ara penasaran.


" Ada dehh....Tapi tuan gak boleh tau. Upss aku keceplosan", kata kelinci terbang itu dengan santai dan setelahnya ia langsung menyadari kebodohannya tersebut.


"Ha keceplosan?....Nah hayo punya rahasiakan",  kata Ara yang mulai menaruh rasa curiganya.


" Emm...gak kok siapa yang keceplosan, tadi tuh aku bilang jika aku nyasar terus tak sengaja hampir di tabrak oleh tuan", kata kelinci terbang itu mengalihkan topik pembicaraan.


"Oh"


'Untung tuan percaya perkataan ku, eh atau malah tidak', batin kelinci terbang itu dengan gusar.


'Oke untuk saat ini gue mending diem dulu, pura-pura percaya sama ini kelinci campuran biar dia gak curiga kalau gue udah curiga sama sikapnya', monolog Ara di dalam hati.


"Lo kenapa manggil gue tuan, emang gue terlihat udah tua apa, terus gue kan cewek", kesal Ara akan panggilan yang di sematkan oleh hewan imut di depannya ini. Untung saja imut coba kalau tidak udah Ara sembelih terus buat sate kelinci terbang nanti. Lumayan kan dapat lauk pauk gratis.


" Kan aku emang seharusnya manggil gitu, kenapa tuan malah marah", ucapan hewan atau lebih tepat kelinci terbang itu dengan tampang tanpa dosanya.


"Lo... Hewan kecil menyebalkan tak sesuai dengan wujudmu yang imut gemesin itu", gerutu Ara yang menahan emosi nya.


" Udah gini aja lo panggil gue mbak, kak, nona, atau nama juga gak apa-apa, yang penting jangan Tuan atau apalah itu gak suka gue",


"Tapi Tuan.. ", belum sempat hewan imut itu selesai bicara Ara sudah terlebih dulu Mempelototi nya dan mengancam.


" Sekali lagi lo panggil gue gitu, gue sembelih beneran lo", ancam Ara dengan memperagakan adegan menyembelih dengan kedua tangannya.


Hal itu langsung saja membuat hewan imut itu menciut ketakutan serem-serem gimana gitu akan ancaman yang ditujukan ke dirinya.


"Ba-baik lah Tu... eh maksud saya Nona", kata hewan itu terpaksa.


" Nah gitu kan enak di dengernya ", puas Ara dengan panggilan yang disematkan kepadanya.


Dan setelah nya tanpa banyak bicara lagi Ara mulai menaiki sepeda motor maticnya dan hendak pergi dari sana hingga tiba-tiba saja kelinci terbang itu menghadang muncul tepat di depan mukanya sehingga mengakibatkan Ara terkaget sejenak, sebelum mengomel lagi.

__ADS_1


" Bujukkk bunengggg.... "


"Woi...lo ngagetin aja, bikin gue hampir jantungan nih", gerutu Ara dengan muka kesalnya dan tak lupa sambil mengelus dadanya.


" Hehehe....Maaf Tu...eh Nona, habisnya Nona mau ninggalin aku tadi", kata hewan terbang itu dengan menampilkan wajah imutnya yang mana membuat amarah Ara ikut meleleh karena keimutan nya.


"Terus lo sekarang mau apa? ", tanya Ara.


" Ya ikut tuan pulang lah", kata kelinci terbang itu dan setelahnya tanpa permisi langsung memposisikan dirinya di depan Ara tepatnya di pangkuannya di atas motor.


"Lah... Lo ngapain cimol tiduran di paha gue", tanya Ara sakartis.


" Lo kan bisa terbang sendiri bambang ",


"Dah lah Nona aku capek, cepet lajukan motornya ", balas hewan imut bin nyebelin itu ke Ara tanpa memperdulikan kekesalan Ara kepadanya.


Akhirnya Ara memilih mengalah dan terpaksa membawa hewan menyebalkan ini pulang ke rumahnya.


...***...


Sesampainya di rumahnya Ara yang melihat jika  hewan imut mirip kelinci itu sedang tidur dengan damainya akhirnya menggendongnya dan menaruhnya di karpet ruang tamunya. Dan setelahnya Ara pergi berlalu meninggalkan nya untuk bersih-bersih dan mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti baju Ara berjalan untuk melihat keadaan hewan imut tadi di ruang tamu nya. Bisa dilihatnya ternyata hewan itu sudah bangun dari tidurnya dan saat ini sedang terbang melayang-layang melihat sudut-sudur kontrak Ara.


"Lo udah bangun", begitu sapaan Ara begitu melihat hewan imut itu yang mana langsung membuat ke kagetan untuk hewan itu.


"Kan kita belum kenalan nih bagaimana kalau kita saling kenal....Gue Ara, lengkapnya Adira Ayyara Putri ", kata Ara memperkenalkan dirinya kepada hewan imut itu.


"..... ", diam.


Sejenak hanya keheningan yang mengisi karena hewan yang bisa di bilang mirip kelinci itu hanya diam saja.


" Kok lo diem",


"Eemm...Gini Nona aku belum punya nama....Gimana kalau Nona kasih nama aku aja", kata hewan itu dengan sorot mata mengharap nya.


" Oh ya juga ya, kan lo hewan pantesan belum punya nama",


" Oke. Lo, gue kasih nama momon, eh gak Ucup aja kali ya, jangan-jangan apa mending Kipli, gak seruh ah Wowon aja pas, atau Kitty, atau Ci....", belum selesai Ara mengabsen daftar nama yang terlintas di pikiran nya tiba-tiba saja kelinci terbang itu memotong  perkataan Ara.


" Gak aku gak mau, namanya jelek jelek gak suka ah", kata hewan itu sebal.


"Lo cowok apa cewek si, banyak tingkah amat deh rasanya", sebel Ara.


" Aku cowok lah Nona ", balas hewan itu dengan malas.


" Nah aku punya nama yang cocok kali ini", kata Ara yang semangat lagi.

__ADS_1


"Karna lo unik gue putuskan buat namain lo C-I-O aja TITIK tak pakai koma", putus Ara mutlak.


" Iya deh terserah tuan", pasrah kelinci terbang itu yang sekarang berganti nama menjadi Cio.


...***...


"Habis ini aku tidur dimana Nona? ", tanya Cio dengan wajah gembira nya.


"Tuh di sangkar burung, lumayan kemarin itu punya tetangga yang udah gak kepakai", jawab Ara dengan santai.


" WHAT!!!! .... Yang benar saja Nona aku kan gak burung, kenapa mesti di sangkar", tolak Cio.


"La terus lo mau dimana Cio, kan gak mungkin gue taruh lo di kulkas, beku deh loe nanti", balas Ara.


" Ya gak di kulkas juga kali Nona...aku ikut tidur di kamar Nona aja deh", dan setelah berkata demikian Cio langsung terbang menuju kamar Ara dan langsung menidurkan diri di atas kasur Ara tanpa menghiraukan perkataan Ara.


Sedangkan si pemilik sudah misuh-misuh gara-gara kelakuan bar-bar Cio yang seenak jidatnya.


"Lo keluar gak dari kamar gue, ini tempat privasi gue tau. Lo tidur di luar", usir Ara yang berusaha menarik Cio.


Tetapi bukannya menurut dan pergi, Cio seakan tuli tak mendengarkan ucapan Ara dan malah menduselkan diri dengan lebih nyaman di kasur Ara.


Karena sudah cukup frustasi akhirnya Ara mengalah dan ikut merebahkan dirinya di samping Cio karena dirinya juga yang sudah sangat lelah butuh istirahat.


"Selamat malam Cio"


Berakhir lah malam itu mereka berdua tidur dengan damai tanpa beban dimana tanpa sadar Cio merapat tubuhnya ke pelukan Ara sehingga mereka dalam posisi berpelukan dan tanpa mereka berdua sadari kelak di masa depan nanti mereka akan menjadi teman baik.


...~To Be Continued~...


...



...


...(Muka Cio yang pasrah sama nama barunya)...


...



...


...(Muka Cio yang pasrah sama kelakuan Arka)...


...Untuk part ini segini dulu ya gak terlalu panjang, lagi mager ngetik soalnya hehe...

__ADS_1


...See you next part👋...


__ADS_2