
Happy Reading!!!!
"Aaggrrrrr..... "
"Mmpphhhhh....Akhhhhh"
Erangan mereka berdua secara bersamaan dan pada akhirnya Zyden langsung merebahkan dirinya di atas Ara dengan intinya yang masih saling terhubung. Tak lama Ara pun langsung tertidur karena kelelahan.
Sementaranya Zyden langsung membalikkan posisi mereka menjadi miring dan langsung beralih memeluk Ara dengan eratnya.
Tak tahu mengapa tiba-tiba saja rasa marah Zyden luntur dengan sendirinya dan tergantikan oleh debaran jantungnya ketika ia tak sengaja bertemu pandang dengan netra mata cantik milik Ara, seakan-akan hal itu telah tercairkan oleh kecantikan dan aura positif yang di pancarkan secara tidak langsung oleh Ara.
'Entah mengapa tiba-tiba aku tak sanggup untuk marah kepada mu padahal kesalahan yang kau perbuat sangat lah besar, tapi entah hatiku tak bisa marah kepadamu', batin Zyden dan mencium puncak kepala Ara dengan lembut.
...***...
Sinar matahari sudah mulai meninggi sementara itu terlihat seseorang yang masih memejamkan mata dan tak lama mata itu mulai terbuka sedikit demi sedikit hingga akhirnya menampakkan manik mata yang berwarna hitam legam yang indah itu.
"Engghh... ", erang Ara yang mulai tersadar.
" Ar, lo sudah sadar!! ", kata Elli dengan raut wajahnya yang memancarkan kebahagiaan juga kekhawatiran.
" Akh...gue ada dimana? ", tanya Ara sambil berusaha menggerakkan badannya yang terasa remuk semua terutama di bagian pantatnya yang terasa kebas dan ngilu untuk duduk.
" Pelan-pelan Ar", dan setelahnya Elli membantu Ara untuk duduk walaupun agak kesulitan karena Ara yang sempat terlihat kesakitan.
Loe gak apa-apa kan Ar, apa ada yang sakit? ", tanya Elli cemas.
" Gak kok... gue gak apa-apa, cuma agak ngilu aja nih pantat gue", kata Ara.
Elli ang mendengar kata-kata Ara sempat menyerngitkan alis karena heran dengan penjelasan Ara.
"Ha?... Emang pantat lo kenapa? ", tanya Elli.
" Gue gak tau, tiba-tiba aja bangun-bangun terasa sakit, terus juga tubuh gue rasanya remuk semua", ujar Ara.
__ADS_1
"Ohh... Mungkin kamu terbentur sesuatu kali pas di air", tebak Elli setelahnya.
Ara menautkan alisnya tanda bingung dengan perkataan Elli barusan yang menjelaskan jika ia terbentur di air.
" Terbentur di air?, emang gue kenapa? ", tanya Ara bingung.
" Lo gak inget apa yang lo alami sebelumnya?, Hah...padahal gue awalnya pengen tanya kok lo bisa ada di sungai", bukannya menjawab pertanyaan Ara, Elli malah balik bertanya.
Ara hanya menggelengkan kepalanya pertanda jika ia tak mengingat apa pun.
" Huff... Gini sebelumnya lo tiba-tiba hilang tak tau kemana, dan akhirnya gue sama yang lain cari lo takutnya lo nyasar ke hutan atau gimana. Nah ternyata setelahnya kita lihat lo pingsan di pinggir sungai dekat air terjun, habis itu kita bawa lo ketenda buat dirawat. Makanya gue kira mungkin itu efek benturan pas lo di air kali", jelas Elli.
Di hati Ara dia sedikit ragu akan cerita Elli tentang dirinya karena biar bagaimana pun Ara tak mengingat sedikit pun apa yang ia alami sehingga bisa ada di pinggir sungai.
"Tapi kenapa gue bisa ada di sana? ", heran Ara yang di balas gelengan kepala oleh Elli.
" Nah itu yang pengen gue tanyakan sama lo, kenapa lo bisa ada di sana. Lo habis berenang atau gimana", kata Elli yang juga menjelaskan jika ia tak tahu .
Karena melihat wajah temannya yang terlihat sedang berfikir sangat keras akhirnya Elli berusaha untuk mengalihkan perhatian Ara agar tak terlalu memikirkan nya.
"Ya udah, jangan terlalu di pikirkan yang penting sekarang lo sehat. Oh iya gue hampir lupa bilang jika hari ini bos ngajak kita buat balik soalnya tiba-tiba ada masalah di kantor katanya", kata Elli yang teringat akan pesan bos nya tadi.
"Ya mau gimana lagi. Udah lah mending kita siap-siap soalnya sore nanti kita langsung balik ke kota", kata Elli dan langsung mulai membereskan barang-barang mereka berdua, dibantu Ara sebisanya karena tubuhnya yang baru pulih.
...***...
Sore pun tiba kini Ara, Elli beserta teman-teman yang lain sudah berada didalam bus yang mana akan mengantarkan mereka untuk kembali menuju kota.
Selama di perjalanan entah mengapa Ara selalu terbayang-bayang sosok laki-laki yang wajahnya sulit untuk Ara ingat.
"Siapa laki-laki itu, kenapa aku selalu terbayang oleh dia", gumam Ara pelan yang mana hanya di dengar oleh dirinya saja.
" Ah, mungkin cuma halusinasi ku saja mana mungkin gue mikir kayak gitu, sadar Ar lo gak boleh mikirin cowok lain mending loe mikirin oppa oppa masa depan lo, yang manis, ganteng, terus imut, tak lupa yang terpenting harus manly", kata Ara yang ternyata di dengar oleh Elli.
"Lo ngomong apa Ar", tanya Elli.
__ADS_1
Ara yang mendengar suara Arhan langsung salah tingkah dibuatnya.
" Eh gak kok El, gue gak ngomong apa-apa tadi, mungkin lo aja kali yang salah dengan ", elakkan Ara dan di balas anggukan kepala oleh Elli.
" Oh...mungkin kali ya, gue yang salah dengar", dan setelah berkata demikian Elli pun memilih untuk tidur.
Setelah di tinggal Elli tidur Ara pun melihat ke arah jendela bus yang mana masih bisa di lihatnya hutan hijau yang terlihat sangat menyejukkan mata ketika memandangnya.
Hingga tak sengaja sorot matanya menangkap seklebat orang yang berdiri di bawah salah satu pohon yang seperti sedang memandang kearahnya dengan seringaian.
"Apa gue salah lihat ya, mana mungkin ada orang di sana sendirian", ujar Ara dan setelahnya berusaha untuk melihat ke luar lagi berharap bisa memastikannya, tetapi karena bus yang terus melaju menjadikan Ara membatalkan niatnya untuk melihat kearah laki-laki tadi.
"Ah udah lah mungkin hanya perasaan gue lagi. Mending gue tidur aja siapa tau nanti udah sampai rumah", kata Ara yang kemudian mulai memejamkan matanya untuk pergi ke alam mimpi.
Sedangkan disisi lain
"Kamu tidak akan bisa pergi jauh dariku.....Ayya"
...***...
"Akhirnya sampai rumah juga",
"Untung bukan bagian gue yang mengalami masalah di kantor, jadinya gue bisa langsung pulang ke rumah istirahat", ujar Ara dengan senangnya karena bisa langsung melepas lelah dengan merebahkan diri di kasur dalam kamarnya.
Sekarang yang di lakukan Ara hanyalah memandang langit-langit kamarnya yang sengaja ia hias dengan ornamen bintang-bintang dan awan. Tujuannya sangat simpel, agar ketika ia sedang susah untuk tidur ia akan menyibukkan diri untuk menghitung bintang-bintang itu sehingga dengan sendirinya ketika ia lelah maka akan langsung tertidur.
Simpel sekali buka.
Ya walaupun tidak perlu memakai cara seperti itu, Ara akan tetap mudah tertidur jika sudah bertemu dengan sahabat-sahabat sejiwanya. Yang tak lain bantal, kasur dan guling.
Seperti saat ini, tak berapa lama setelah merebahkan dirinya diatas kasur, mata Ara sudah terpejam dengan sendirinya bahkan dia sampai lupa untuk menyempatkan diri sekedar mandi dan berganti baju.
Ketika Ara sedang pulas tertidur tiba-tiba saja muncul sosok laki-laki dengan paras rupawan yang berdiri tepat di samping tempat tidur Ara.
Laki-laki itu hanya memandang wajah damai Ara yang saat ini tengah tertidur pulas seperti tak ada beban hidup.
__ADS_1
"Mungkin kamu sekarang aku buat lupa akan diriku dan apa yang kita lakukan sebelumnya, tetapi jika saatnya sudah tiba kamu akan mengingat semua itu", ujar laki-laki itu dan setelahnya menghilang dari kamar Ara, menginggalkan Ara seorang diri.
...~To Be Continued~...