Pregnant Baby Dragon

Pregnant Baby Dragon
13. Mimpi Belaka


__ADS_3

Suara aliran air terjun yang jatuh ke dasar sungai di bawahnya, di iringi dengan suara kicauan burung yang terbang melayang diangkasa menjadi iringan melodi yang menenangkan bagi pendengarnya.


Sesosok wanita cantik dengan tubuh yang terkesan imut itu melangkahkan kaki melihat ke sekitarnya dengan pandangan yang heran bercampur kebingungan.


Bagaimana tak bingung, jika yang dia lihat saat ini adalah hamparan taman bunga cantik yang dikelilingi oleh hutan yang lebat dengan air terjun yang mengalir dengan derasnya seakan menampilkan daya tarik tersendiri. Sehingga membuatnya tertarik untuk melangkahkan kaki menuju ke air terjun tersebut.


Benar wanita cantik dan imut tersebut tak lain dan tak bukan ialah Ara yang saat ini sedang terheran-heran menatap sekitarnya.


"Gue dimana nih? "


"Bukannya gue tadi lagi tiduran di kasur empuk gue ya, kok bangun-bangun malah ada di taman tengah hutan kayak gini", gumam Ara sambil terus berjalan menuju ke arah air terjun di depannya.


Setibanya di air terjun entah mengapa setelah melihat air yang jernih dan terkesan seperti dingin itu, Ara tiba-tiba saja ingin menceburkan diri kedalamnya dan berendam.


"Uwih airnya seger nih, kalau gue nyemplung kayaknya cocok kebetulan gerah body gue", dan setelahnya tanpa banyak pikir Ara langsung membuka baju atasan dan bawahanya dan hanya menyisakan dalaman kesayangannya yang bermotif bunga-bunga tersebut.


" Nah kan, bener yang gue bilang airnya seger banget buat berendam",


Sambil menutup mata dan merilekskan tubuhnya di air, Ara yang memang sedang sangat senang menikmati berendam siangnya itu tak menyadari akan keanehan yang tiba-tiba muncul di depannya saat ini, tepatnya di dalam air.


Benar saja, selang tak lama setelah Ara menutup matanya dan tertidur muncul seorang laki-laki dengan bertelanjang dada dari dalam air.


Sambil menggusar rambut panjangnya yang basah dan meneteskan air itu, ditambah penampilan dada bidang berkulit putih dengan otot-otot bisep kekar yang terkesan kuatnya dan tak lupa wajah yang sangat good looking sekali itu, menampilkan pemandangan yang luar biasa dimata para adam.... Eh bukan maksudnya hawa.


Gimana gak good looking coba, nih ya kalian bayangin alis tebal, sorot mata terkesan tajam, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir tipis berwarna merah muda alami, rahang yang agak tirus tetapi tetap kokoh dan body tubuh yang dah lah gak bisa gue diskripsikan, kalian bayangin aja laki-laki yang good body versi kalian :)


Oke balik ke cerita.


Laki-laki itu pastinya kalian sudah tahu lah siapa....


Yups tepat, dia adalah Zyden sangat kaisar langit yang bakal jadi calon bapak dari anaknya Ara, mungkin.


[jujur guys gue lupa sebut dia apa kemarin kaisar langit apa kaisar naga ya :( ]


"Wah lihat siapa yang datang saat ini, atau bisa aku bilang calon ibu dari anak-anak ku", kata Zyden sambil menatap Ara dengan seringaian licik di wajah rupawannya.


" Ternyata kamu lumayan manis juga kalau tidur seperti ini", kekeh Zyden disaat sudah berada di samping Ara.


Entah hasutan syaiton dari mana kini mata Zyden terus memandangi wajah damai Ara yang masih tenang dalam tidurnya dan karena terlalu terlena tanpa sadar kini salah satu tangan Zyden mulai nakal mengelus wajah Ara dengan lembut, seakan wajah Ara itu adalah kaca yang mudah pecah yang maka dari itu harus diperlakukan dengan lembut dan penuh kehati-hatian.


"Mengapa bibir kamu menggoda seperti ini, aku kan gemas jadinya"


Cups


Satu kecupan pun mendarat di bibir Ara dengan lembutnya, tanpa ******* dan nafsu didalamnya hanya sebuah kecupan sekilas saja dari Zyden.


"Eh.. Manis ternyata"

__ADS_1


"Mengapa aku baru sadar sekarang, kalau bibirnya lumayan manis padahal aku hanya menciumnya sekilas", gumam Zyden yang keheranan.


" Mungkin aku coba sekali lagi untuk memastikannya"


"Iya coba sekali lagi ini", kata Zyden yang mana setelahnya langsung mencium Ara kembali.


Tetapi bukannya hanya sekali seperti yang dia katakan, kenyataan Zyden sekarang malah bersemangat sekali menciumi Ara dengan gemasnya.


Hingga aktifitas Zyden itu lama kelamaan mulai mengganggu Ara yang saat ini mulai terusik dalam tidurnya.


Benar saja mata yang semula terpejam akhirnya menampakkan netral mata hitam legamnya yang memiliki daya pikat bagi lawannya ketika memandangnya.


Zyden yang menyadari jika saat ini Ara sudah terbangun hanya balas memandangnya saja sambil tersenyum lembut tetapi masih dengan kondisi saling ciuman dengan Ara, sedangkan Ara yang belum sepenuhnya sadar alisa masih nge-blank otaknya akan apa yang terjadi dengannya saat ini hanya membalas tatapan mata Zyden dengan polosnya.


Hingga akhirnya kesadaran Ara mulai kembali sepenuhnya barulah dia dengan sekuat tenaga berusaha mendorong Zyden dari atasnya.


"Cuiihh... Apa-apaan lo main cium gue sembarangan, gue gak semurahan itu ya", kata Ara dengan marah sambil berusaha mengusap bibirnya dengan tangan dan sesekali membilasnya dengan air.


Sedangkan Zyden saat ini hanya memandang Ara dengan tatapan datar yang sulit diartikan.


"Awas lo ya, gue gak akan tinggal diem atas apa yang udah lo lakuin ke gue", marah Ara sambil menunjukan jari tangannya kearah Zyden dan tak lupa tatapan mata yang dibuat segarang-garangnya tapi sebenarnya malah terlihat imut di mata Zyden saat ini.


Disaat tangan Ara ingin mengusap wajahnya kembali tiba-tiba saja tangan Zyden langsung mencegahnya dan dengan sekali tarik Ara langsung jatuh menabrak dada bidang Zyden. Dan hal itupun langsung dimanfaatkan Zyden untuk memeluk Ara dengan sangat eratnya tanpa ada jarak yang tersisa.


"Lo apa-apaan si, lepasin gak"


" Lepasin woi, pengap tau lo peluk kayak gini"


"Lepas orang aneh"


"Lep... "


"Bisa diam tidak", bentak Zyden akhirnya dengan nada yang tidak terlalu tinggi. Tetapi hal itu ternyata cukup ampuh membuat nyali Ara sedikit menciut dan akhirnya diam tidak memberontak lagi.


'Buset dah, nyali gue kok langsung ciut kayak gini ya dengar bentakannya tadi, padahal biasanya gue berani terus sama orang yang badannya lebih besar dari gue', batin Ara agak merinding bulu romanya,......eh enggak maksudnya tuh merinding bulu kuduknya.


"Nah seperti ini lebih baik", kata Zyden sambil tangan kanannya mengelus kepala Ara dengan lembut sedangkan tangan kirinya masih memeluk Ara dengan eratnya.


Di elus seperti itu entah mengapa membuat Ara merasa nyaman dan akhirnya secara tidak sadar mulai menikmati apa yang saat ini tengah dilakukan oleh Zyden.


"Gue ini sebenarnya ada dimana si?", tanya Ara tiba-tiba yang mana hal itu membuat Zyden menghentikan aktivitasnya sejenak.


Karena tak mendapati jawaban juga akhirnya Ara memberanikan diri untuk mendongak kearah laki-laki yang saat ini masih memeluknya itu.


Merasa diperhatikan oleh orang di pelukannya Zyden pun memutuskan untuk menatap balik ke bawah dan langsung matanya bertemu pandang dengan Ara saat itu.


" Kenapa lo gak jawab pertanyaan gue", tanya Ara.

__ADS_1


"Kamu ingin mengetahui sekarang kamu sedang berada dimana?", bukannya menjawab Zyden malah balik bertanya ke Ara, dan dengan polosnya Ara langsung menganggukan kepalanya.


" Oke akan aku jawab"


"Kamu sekarang ada di tempatku yang mana tak sembarangan manusia bisa datang kesini", jawab Zyden yang mana malah membuat Ara menjadi bertanya-tanya akan tempat apa yang saat ini dia datangi.


" Ha, emang ini tempat apa dan lo siapa si bisa ngomong kayak gitu", heran Ara akan kata-kata Zyden barusan.


"Nanti kamu juga akan tahu tempat apa ini",


"Dan satu lagi panggil aku Zyden tapi kalau kamu mau manggil dengan sebutan lain semisal sayang juga tidak mengapa", goda Zyden kepada Ara.


" Idih...sayang, sayang pala lu peang ya iya jangan ngarep deh jadi orang", balas Ara dengan judesnya.


"Aku tidak ingin mendengar penolakan", kata Zyden dengan suara dingin nya dan hal itu berhasil lagi membuat Ara menjadi menurut.


" Ya sudah gue panggil Zyden aja, daripada sayang, apaan gue masih waras dan gue masih berharap bisa jadi istri masa depan dari salah satu personil Bangtan ya", gerutu Ara yang dengan terpaksa menyetujui permintaan Zyden atau lebih tepatnya perintah tersebut.


"Apa? siapa Bangtan dan apa hubunganmu dengannya? ", tanya Zyden mengintrograsi.


" Gue calon istri masa depan mereka, apa lo mau marah", balas Ara yang terkesan nyolot tidak mau kalah.


"Aku peringatkan kepadamu, jangan berhubungan lagi dengan dia karena kamu hanyalah milikku seorang. Paham", tegas Zyden ke Ara dengan memunculkan aura dominannya sebagai seorang pemimpin yang tak mau perintahnya di tolak.


" iisshhh.... apa-apaan sih lo, kan itu hak gue mau suka sama siapa saja, apa urusannya sama lo secara kita gak ada hubungan apa-apa mengerti", tolak Ara dengan kasarnya.


"Aku tidak mau tahu, jauhi dia atau kamu mau jika dia Bangtan mu itu aku bunuh", ancam Zyden yang tak tahu jika sebenarnya yang dimaksud Bangtan itu adalah tujuh orang dari personil BTS.


" Gak usah ngancam kayak gitu ya lo, mau bunuh mereka segala. Ya udah gue turutin mau lo, tapi gak usah macam-macam sama Bangtan segala", setuju Ara dengan terpaksanya karena menurutnya jika ia terus meladeni Zyden makan tidak akan ada habisnya, lebih baik yang waras mengalah kan!!!


"Bagus. Itu baru Ayya ku"


"Sekarang saatnya kamu kembali"


"Ha, Lewat mana?", tanya Ara dengan. Dan tepat setelah Ara bertanya tiba-tiba saja muncul cahaya yang sangat menyilaukan datang menghampirinya dan setelahnya hanya gelap yang ia rasakan.


Hingga akhirnya.......


" Hah...hah... Ternyata cuma mimpi "


"Tapi kenapa gue rasa kayak sungguhan ya dan siapa Zyden itu, kenapa gue serasa pernah bertemu dia sebelumnya tapi dimana? ", gumam Ara sambil mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dan berkenalan dengan orang yang bernama Zyden tersebut.


Tapi nihil, Ara sama sekali tidak bisa mengingatnya, yang ia ingat hanyalah namanya saja bukan orang nya dan untuk mimpinya tadi diapun hanya mengingat secara samar saja dan bukan keseluruhan.


"Siapa Zyden itu, kenapa gue tiba-tiba kepikiran nama itu. Aahhh.....Kayaknya gue perlu minum ini biar pikiran gue jernih gak kusut kayak gini", setelahnya Ara langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air dingin.


...~To Be Continued~...

__ADS_1


__ADS_2