PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 10


__ADS_3

Rakha pun menunggu Zahra yang sedang membersihkan dirinya Rakha pun tersenyum karena Zahra memperlakukanya dengan baik...


Rakha pun mulai tersenyum seperti memiliki semangat baru dalam hidupnya...


"Terima kasih ya Allah karena engkau talah memberiku istri yang Solehah." gumam Rakha dalam hatinya..


Tak lama kemudian Zahra pun keluar dari dalam kamar mandi dengan busana lengkap. Zahra yang melihat Rakha belum tidur pun bertanya...


"Mas kenapa gak istirahat?" tanya Zahra dengan lembut...


"Kan kamu aja belum tidur mana bisa aku tidur." jawab Rakha sembari tersenyum..


"Emmm ya sudah sebentar yaa aku mau sholat isya dulu. Mas kiblatnya sebelah mana?" tanya Zahra sedikit bingung...


Rakha yang ditanya di mana arah kiblat pun bingung pasalnya Rakha tak pernah sholat sehingga dia gak paham kemana arah kiblat...


"Maaf Za aku gak pernah sholat jadi aku bingung kiblatnya sebelah mana?" jawab Rakha malu malu..


Zahra pun langsung keluar kamar bertanya kepada si Mbok tentang arah kiblat..


"Malam Mbok Jum maaf Za mau tanya arah kiblatnya kemana ya?" tanya Zahra dengan lembut..


"Eh iya Non kalau disini (menurut posisi rumah) kiblatnya menghadap Utara Non,loh Non kok belum tidur ini kan udah jam 10 malam." jawab Mbok Jum lirih..


"Terima kasih Mbok ya sudah Mbok juga istirahat ini kan udah malam aku mau masuk dulu, Assalamualaikum mbok." ucap Zahra dengan lembut..


"Waalaikumsalam iya Non.." jawab Mbok Jum sembari tersenyum..


Subhanallah baru kali ini bertemu dengan wanita yang begitu lembut,beruntung sekali den Rakha bisa mendapatkan istri seperti Non Zahra." gumam Mbok Jum dalam hati...


Zahra pun kembali masuk kedalam kamarnya.


"Assalamualaikum..." ucap Zahra ketika memasuki kamar suaminya..

__ADS_1


"Waalaikumsalam kamu darimana Za?" tanya Rakha bingung..


"Habis dari kamar Mbok Jum tanya arah kiblat Mas aku kan mau sholat. Ya sudah Mas istirahat ya aku mau sholat dulu." ucap Zahra kemudian Zahra pun sholat sedangkan Rakha terus menatap istrinya yang sedang sholat teduh rasa hatinya melihat istrinya begitu khusuk..


Tak selang beberapa lama Zahra pun selesai sholat tak lupa juga dia berdoa untuk sang suami.


Zahra menatap kearah Rakha dan ternyata masih terjaga Zahra pun menghampirinya kemudian mencium punggung tangan Rakha.


"Ya sudah ayo istiraha ini kan udah hampir larut." ucap Rakha sembari tersenyum...


Zahra pun mengangguk dan hendak mengambil bantal..


"Kamu mau kemana?" tanya Rakha heran melihat Zahra yang tiba tiba saja mengambil bantal..


"Aku mau tidur di sofa Mas." jawab Zahra lirih..


"Kamu sekarang kan istriku terus kenapa kamu mau tidur di sofa? udah kamu tidur disini sisampingku? Lagian aku juga gak bisa macam macam jadi kamu gak perlu takut." Rakha pun menyuruh Zahra untuk patuh kepadanya.


Zahra pun naik ketempat tidur dan kemudian merebahkan tubuhnya yang memang terasa letih..


"Kamu tidur aja masih pakai hijab? Aku kan suami kamu jadi aku berhak melihatmu tanpa hijab bukan?" Rakha pun mulai terlihat rewel gini salah begitu pun salah..


"Iya maaf Mas aku belum terbiasa." jawab Zahra lirih.


Zahra pun melepaskan hijabnya dan melihat keindahan rambut hitam milik Zahra. Rakha melihat kulit Zahra yang begitu putih dan mulus,rambut panjang dan juga memiliki leher yang jenjang seandinya saja dia tak lumpuh tentu saja malam ini dia sudah mengeskusi Zahra dengan berbagai macam gaya...


"Kamu cantik tanpa hijab,aku mau kalau setiap mau tidur kamu harus buka hijab kamu. Tapi kalau hari biasa aku mau kamu tetap berhijab ya." Rakha pun menelan silvanya berkali kali ketika mencium aroma dari rambut dan tubuh Zahra yang begitu menggoda..


"Mas kapan mau tidur jika menatapku terus aku kan jadi malu." ucap Zahra sembari menatap laki laki tampan yang ada di hadapannya..


Zahra juga berkali kali menelan silvanya ketika wajah tampan Rakha berada di depan wajahnya hatinya berdegup kencang ada sesuatu yang dia rasakan..


Rakha pun tersenyum kemudian meminta Zahra untuk memeluknya, Rakha pun mencium bi*ir Zahra dengan sangat lembut. Awalnya Zahra menolak namun Rakha tak pernah melepaskannya sehingga Zahra pun mulai menikmati permainan Rakha..

__ADS_1


Rakha pun sangat bahagia bahkan dia tersenyum sepanjang malam karena berada di pelukan sang istri seandainya masih ada kesempatan untuk bisa berjalan lagi Rakha tak akan pernah melepaskan Zahra sedikitpun..


Jantung Zahra terus berdetak sampai sampai terasa oleh Rakha, Rakha pun tersenyum kemudian bersisik..


"Apa kamu grogi berada di pelukan Mas? Kenapa jantung kamu berdetak begitu kencang kamu baik Abik sajakan?" tanya Rakha sembari mengelus rambut hitam milik Zahra.


Zahra pun menatap kearah Rakha...


"Mas ini pengalaman pertamaku jadi sudah pasti aku deh degan. Kalau Mas apa sebelumnya pernah memiliki kekasih?" tanya Zahra dengan lembut..


"Sama saja. Mas dulu punya sewaktu SMA bahkan sampai saat Mas mengalami kecelakaan naas itu kami masih memiliki hubungan namun setelah tahu Mas lumpuh dia meninggalkan Mas begitu saja." jelas Rakha sepertinya terlihat sedih.


"Apa Mas masih sangat mencintainya?" tanya Zahra tiba tiba...


"Entah aku sendiri gak tahu." jawab Rakha tanpa dia sadari jawabnnya telah menyakiti hati Zahra.


Zahra pun terdiam ternyata laki laki yang dia nikahi adalah laki laki yang belum selesai dengan masa lalunya, namun Zahra berusaha untuk tak memikirkannya yang terpenting adalah dia bisa menjadi istri yang terbaik untuk Rakha..


"Ya sudah kalau gitu Mas istirahat ini sudah mau jam satu." ucap Zahra lalu Zahra pun diam dan memejamkan matanya menahan rasa sesak di dada yang tiba tiba saja merasakan perih setelah mendengar ucapan suaminya...


Rakha pun baru menyadari bahwa mungkin ucapannya membuat Zahra kecewa. Rakha hanya berusaha untuk jujur tanpa menutupi hal apapun...


"Za kamu sudah tidur?" tanya Rakha sembari menyentuh punggung Zahra namun Zahra diam tak menjawab karena Zahra telah mulai pules..


Rakha pun ikut memejamkan matanya dan kemudian dia pun terlelap di dalam mimpi indahnya..


Tepat jam tiga pagi seperti bisa Zahra bangun untuk melaksanakan sholat tahajud..


Dengan penuh khusuk Zahra pun melakukan kewajibannya tak lupa juga Zahra mendoakan kesembuhan untuk Rakha suaminya. Setelah selesai sholat Zahra pun membaca Alquran sembari menunggu waktu subuh..


Suara Zahra sangat merdu sehingga membuat siapa saja yang mendengarnya merasakan ketenangan.


Zahra sengaja membaca dengan suara yang tak begitu kencang takuta mengganggu tidur sang suami.

__ADS_1


Zahra yang masih ingat dengan ucapan suaminya yang mengatakan bahwa mungkin dirinya masih mencintai mantan kekasihnya pun menjadi sedikit resah, ada rasa yang berbeda yang dia rasakan dalam hatinya perasaan tak rela apa ini yang di sebut dengan cinta??


__ADS_2