
Setelah mengurus semuanya kini Rakha pun membawa Zahra untuk pulang dan dengan mata dengki Anjani menatap keduanya..
Entah apa yang ada di pikiran Anjani sehingga dia dengan sengaja mendekati Rakha di depan Zahra..
"Hai Mas ketemu lagi." ucap Anjani sembari memegang lengan Rakha..
Rakha yang kaget pun sepontan melepaskan genggaman tangan Anjani..
"Maaf An ini istriku dan gak seharusnya kamu seenaknya memegangku apa lagi di depan istriku. Maaf ya kami harus permisi." ucap Rakha tak mau menambah panjang masalahnya..
Zahra pun hanya mengikuti apa yang di ucapkan oleh Rakha walupun dalam hatinya terdapat begitu banyak pertanyaan..
"Nanti aku jelaskan tentang siapa dia kalah kita sudah sampai rumah ya sayang? Aku gak mau kamu punya fikiran yang macam macam." jelas Rakha sembari menggandeng tangan Zahra dengan lembut..
__ADS_1
Zahra pun hanya mengangguk dan kemudian tersenyum walupun senyumannya seperti mengandung sesuatu..
"Iya Mas aku percaya kok sama Mas." ucap Zahra lirih nyaris tak terdengar oleh Rakha..
Rakha sendiri sadar bahwa Zahra sedikit cemburu namun ini belum waktunya menjelaskan tentang siapa Anjani karena Rakha masih takut jika nanti Zahra akan kecewa..
Selama dalam perjalanan Zahra terlihat diam saja tak berbicara apapun hal itu membuat Rakha sedikit cemas..
"Sayang kamu kenapa? Apa badan kamu masih kurang sehat kita kembali ke rumah sakit ya biar kamu di rawat aja." ucap Rakha sembari menggenggam kedua tangan Zahra dengan lembut..
"Kamu mau tau tentang Anjani? Baiklah Mas akan ceritakan semuanya,dia itu mantan kekasih Mas waktu dulu." ucap Rakha lirih..
Mata Zahra pun langsung menatap kearah Rakha tentu saja dengan 1000 pertanyaan.
__ADS_1
"Dulu kami pernah berhubungan selama dua tahun,tapi hubungan kami tak di restui oleh almarhumah Bunda, hingga aku dan Bunda mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa Bunda dan aku lumpuh. Ketika Anjani tahu bahwa aku lumpuh dia meninggalkanku begitu saja padahal dulu aku begitu mencintainya." jelas Rakha sembari menatap ke luar jendela menatap gedung gedung tinggi yang berada di sekitar jalan raya..
"Apa sampai sekarang Mas masih mencintainya? Jika memang iya gak apa apa Mas aku bisa mengerti." jelas Zahra sedikit sesak di dadanya pun begitu terasa..
Rakha pun langsung menatap kearah Zahra dan menggenggam kedua tangannya.
"Sayang kamu itu ngomong apa? Dia yang dulu telah meninggalkanku di saat kondisiku yang sedang terpuruk mana mungkin aku masih mencintainya Sekarang hanya kamu yang ada di hatiku dan hanya satu gak akan ada yang lain lagi. Mas minta kamu percaya ya sama Mas, Mas gak mau kehilangan kamu." Rakha pun memeluk Zahra dengan penuh kasih sayang...
"Tapi Mas sekarang kan sudah sembuh dan Mas berhak mendapatkan wanita yang baik dan Mas juga berhak kok mendapatkan kebahagiaan Mas dengan wanita manapun. Jika iya biar aku mundur aku ikhlas?"ucap Zahra semakin terbawa suasana akibat rasa cemburunya..
"Enggak sayang aku hanya butuh kamu di sisiku aku gak perduli walupun banyak wanita yang spek bidadari menggodaku hanya kamu yang aku inginkan. Jikapun aku harus kembali lumpuh aku ikhlas asalkan kamu selalu ada disisiku dan jangan pernah kamu berfikir sekalipun untuk meninggalkanku." ucap Rakha sembari terus memeluk Zahra dengan erat..
Zahra pun tak kuasa menahan airmatanya dan kini keduanya pun saling berpelukan..
__ADS_1
"Maafkan aku ya Mas aku terlalu cemburu karena aku gak mau kehilanganmu aku janji Mas aku gak akan mengulanginya lagi." Zahra pun merasa bersalah karena telah membuat Rakha sedih..