PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 13


__ADS_3

Zahra pun tersipu malu setelah mendengar ucapan suami dan Dokter Anwar mereka seolah kompak sedang menggodanya...


"Bu Zahra tentu saja dia sudah tahu, tapi bagus ini akan mempercepat penyembuhan jadi tetap buat kondisi Pak Rakha selalu senang seperti ini."


Zahra pun menatap suaminya memang sedikit berbeda dari awal mereka menikah dan terlebih sangat berbeda dari awal mereka bertemu dulu..


"Baiklah Dok terus apa lagi yang harus aku lakukan untuk membuat suami saya bisa pulih seperti dulu lagi Dok?" tanya Zahra lirih..


"Itu tergantung dari Pak Rakha sediri jika dia berkeinginan akan sangat cepat sebenarnya." jawab Dokter Anwar sembari menatap Rakha.


Rakha pun tersenyum menatap Zahra..


"Iya sayang aku pasti akan berusaha kamu jangan khawatir usaha kamu gak akan pernah sia sia." Rakha pun menatap kembali kearah Dokter Anwar...


Setelah selesai pemeriksaan Rakha dan Zahra pun kembali ke rumah Wijaya, namun di tengah perjalanan Zahra ingin sekali bertemu dengan adik adiknya..


"Mas apa boleh aku ke panti sebentar saja,aku ingin melihat adik adikkku dan aku juga merindukan Bu Nur." tanya Zahra lirih,Zahra sungguh tak berani menatap Rakha saat begini...


Rakha hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Zahra bahkan Rakha pura pura tidur. Rakha sebelumnya sudah mengirim pesan kepada Pak Wawan supir pribadi keluarga Wijaya untuk membawa mereka ke panti jauh sebelum Zahra meminta izin...


Zahra pun merasa sedih karena sepetinya Rakha mengabaikannya dan Zahra pun membuang pandangannya ketepi jalan tapi kok ini bukan jalan kearah rumah Wijaya melainkan kearah panti..


Zahra pun tersenyum senang karena dia akan segera bertemu dengan adik adiknya.


"Pak kenapa arah jalannya kesini? ini kan bukan jalan kerumah?tanya Zahra kepada Pak Wawan yang sedang fokus mengemudi..


"Tadi sebelum keluar dari rumah sakit Pak Rakha yang meminta saya untuk mampir ke panti Bu." jawab Pak Wawan dengan sopan..


Zahra pun langsung menatap Rakha yang pura pura tidur..


"Mas ih kok gitu tadi aku sedih tahu." ucap Zahra sembari mencubit lengan Rakha dengan manja..


Rakha pun tersenyum dan bangun dari tidur pura pura ya.


"Karena aku tahu sayang kamu sudah sebulan tak pernah mengunjungi panti maka itu tadi aku minta pak Wawan untuk mengantar kita kesana." jawab Rakha sembari memeluk Zahra..


"Makasih ya Mas aku senang banget. Mas jangan peluk peluk malu sama Pak Wawan." bisik Zahra di telinga Rakha..

__ADS_1


Rakha pun tersenyum dan melepaskan pelukannya.


Pak Wawan sendiri senang melihat senyuman Rakha, Pak Wawan sangat tahu sekali bagaimana sikap Rakha selama ini semenjak kecelakaan tragis itu Rakha berubah menjadi sosok laki laki yang dingin,emosian dan juga suka menyendiri terlebih dengan kondisi kakinya lumpuh..


"Bapak senang sekali melihat Mas Rakha sekarang selalu tersenyum dan terlihat sangat bahagia semoga Mas dan Mbak bisa selalu bahagia sampai kakek dan nenek selalu sama sama." ucap Pak Wawan tiba tiba..


"Makasih ya Pak,semoga doa Bapak di ijabah oleh Allah." ucap Rakha lirih..


Sementara Zahra juga ikut meng aminkan di dalam hatinya...


"Pak kita mampir ke mall dulu ya."ucap Rakha tiba tiba.


"Untuk apa ke mall Mas kan kita mau ke panti?" tanya Zahra sedikit bingung.


"Sayang masa kita ke panti dengan tangan kosong apalagi kamu sudah sebulan gak nengok mereka. Kita beliin mereka bebarapa mainan dan juga baju terus kita beliin makanan yang enak juga buat mereka." tegas Rakha sembari menatap wajah ayu sang istri..


"Tapi Maaassss?" ucapan Zahra tertahan oleh jari Rakha.


"Ingat kalau membantah suami akan berdosa kamu mau hal itu?" ancam Rakha yang sudah tahu kelemahan sang istri..


Zahra pun langsung diam dan menggelengkan kepalanya sedangkan Pak Wawan pun tertawa dalam hati melihat dua orang yang sedang bahagia itu..


"Pak ini ada sedikit rezeki buat Bapak karena tadi sudah membantu kami." ucap Rakha sembari memberikan uang pecahan seratus ribuan lima lembar..


"Gak usah Mas gak apa apa kan sudah tugas saya untuk membantu." ucap Pak Wawan merasa tak enak hati..


"Udah Pak ambil aja kalau gak nanti Mas Rakha takut marah." ucap Zahra lirih..


Pak Wawan pun menuruti keinginan kedua majikannya itu...


"Baiklah terima kasih ya Mas terima kasih Mbak."ucap Pak Wawan dengan wajah senang..


Sesampainya di panti Zahra langsung di sembut oleh adik adiknya beserta Ibu Nur.


"Assalamualaikum...." ucap Zahra dan Rakha secara bersamaan..


"Waalaikumsalam Kak Zahra." panggil salah satu adik angkatnya yang langsung berhamburan kepelukkan Zahra secara bergantian..

__ADS_1


"Kakak sangat merindukan kalian?" ucap Zahra sembari tersenyum..


Rakha terharu melihat begitu dekatnya Zahra dengan anak anak itu tak salah jika Zahra mampu berkorban apapun demi melihat senyum adik adiknya..


"Masa yang di peluk hanya kak Zahra saja kak Rakha gak di peluk juga." ucap Rakha sembari tersenyum..


Adik adiknya pun langsung saling lempar pandang kearah Zahra dan ketika melihat Zahra mengangguk mereka pun langsung berhamburan kepelukkan Rakha secara bergantian..


Bu Nur yang sedang di dapur mendengar suara ribut ribut pun langsung menghampiri keluar dan melihat ada Zahra dan suaminya Bu Nur juga senang saat anak anak di peluk satu persatu oleh Rakha..


"Assalamualaikum..." ucap Bu Nur sembari mendekati Zahra dan Rakha..


"Waalaikumsalam Bu gimana kabarnya sehat?" tanya Zahra lalu Zahra pun mencium punggung tangan Ibu Nur di ikuti oleh Rakha..


"Waalaikumsalam Bu bagaimana kabarnya? Maaf kami baru sempat datang berkunjung." ucap Rakha sembari tersenyum..


" Kabar ibu baik Alhamdulillah,gak apa apa yang penting kita semua sehat bukankah sekarang kita juga sudah bertemu? Za ayo ajak suami kamu masuk masa di luar terus?" ucap Bu Nur..


Zahra pun langsung mendorong kursi roda Rakha dan masuk kedalam Panti yang tak terlalu besar itu.


Rakha pun langsung melihat di sekeliling terdapat bebarapa foto milik Zahra ternyata Zahra adalah wanita yang cerdas sehingga banyak piala yang dia dapatkan ketika mengikuti lomba..


"Kak Rakha main yu?" ajak salah seorang adik angkat Zahra..


"Boleh mau main dimana? Tapi kakak gak bisa jalan kakak disini saja ya." ucap Rakha lirih..


"Kami akan bantu kakak dorong kursinya kakak jangan khawatir." ucap Yadi salah seorang anak panti yang sudah berusia hampir 8 tahun..


"Terima kasih oh iya sayang jangan lupa ya minta sama Pak Wawan untuk menurunkan barang barang yang tadi kita beli buat anak anak sekalian aku mau nemenin mereka main." Rakha pun terlihat bahagia saat bersama adik adiknya..


"Iya Mas." jawab Zahra lirih kemudian Zahra pun langsung minta tolong sama pak Wawan untuk menurunkan semua barang barang yang tadi di belinya..


"Kamu beli apa Za? gak baik loh kamu membeli begitu banyak barang nanti apa kata Oma Widya.?" ucap Bu Nur yang khawatir Zahra akan di sebut sebagai wanita matre oleh keluarga suaminya..


"Bu ini semua Mas Rakha yang membelinya katanya buat anak anak. Za sudah berusaha menolak tapi malah kena marah ya sudah mau gimana lagi." Zahra mencoba menjelaskan kepada Bu Nur..


"Ya sudah kalau begitu ayo kita panaskan makananya sekalian ajak suami kamu makan. Za apa suamimu memperlakukanmu dengan baik?" tanya Bu Nur sedikit penasaran..

__ADS_1


"Alhamdulillah Bu, Mas Rakha memperlakukan aku dengan sangat baik. Begitupun dengan semua keluarganya jadi Ibu jangan cemas lagi ya." ucap Zahra sembari menatap kearah Bu Nur.


"Syukurlah kalau begitu Ibu lega mendengarnya. Ayo kita siapkan makanan ini sudah mau malam biar nanti juga kalian pulangnya gak kemalaman." ucap Bu Nur sembari mengambil beberapa kantong makanan yang sedari tadi di pegangnya...


__ADS_2