PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 24


__ADS_3

Rakha pun mengurus Zahra dengan sangat baik sore itu,dengan penuh rasa cinta Rakha juga membuatkan makanan untuk sang istri yang begitu di cintanya itu.


"Ayo sayang kamu pakai baju biar Mas masakin kamu sepesial tunggu ya jangan ke bawah nanti Mas akan bawa makanannya kedalam kamar."


Rakha pun berlalu pergi meninggalkan Zahra yang sedang mengenakan pakaian. Dalam hati Zahra tesenyum melihat perubahan Rakha namun Zahra kembali teringat tentang mantan dari suaminya itu mungkinkah dia datang hanya untuk menghancurkan rumah tangganya?


Zahra pun kembali beristighfar supaya hatinya jauh dari kata cemburu dan berburuk sangka dengan apa yang belum tentu terjadi..


"Ya Allah ampuni aku yang selalu berburuk sangka jagalah rumah tanggaku dan jagalah hati suami ku dari siapapun yang berniat tak baik kepada kami." bisik Zahra dalam hatinya..


Setelah menunggu cukup lama Rakha pun kembali masuk kedalam kamarnya dengan membawa dua piring sepageti dan juga jus alpukat terlihat enak dan cukup menggoda..


"Makanan udah siap ayo kita makan sayang aku lapar setelah itu kita lanjutkan yang tadi lagi ya." ucap Rakha sembari tertawa..

__ADS_1


Zahra hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan suaminya itu. Zahra melihat makanan yang di bawa oleh Rakha dan langsung memujinya.


"Ini benaran Mas yang masak? Jangan jangan Mas beli ya makanya lama?" tanya Zahra sembari tersenyum...


Rakha pun menatap wajah istri kesayangannya..


"Mas buat sendiri lihatlah tangan Mas sampai terluka karena ini. Punya istri gak menghargai usaha suaminya sedih deh." jawab Rakha pura pura marah..


"Mas benaran terluka kan tadi sudah aku bilang aku aja yang masak Mas gak mau di bilangin." ucap Zahra sedikit kesal lalu bangun dari duduknya untuk mengambil kotak p3k.


Rakha langsung tesenyum dan kemudian mencubit pipi Zahra dengan lembut...


"Gak apa apa sayang ini hanya luka kecil aku hanya sedang belajar untuk menjadi suami yang baik buat kamu dan Ayah yang baik buat anak anak kita kelak." Rakha pun menatap Zahra dan memegang kedua tangannya..

__ADS_1


"Sayang terima kasih ya karana kamu adalah anugrah yang paling indah dalam kehidupanku. Terima kasih juga karana kamu telah mau menjadi cahaya di saat gelap yang kurasakan. Kamu juga mau menjadi teman dan juga pendengar yang baik di saat aku sedang berkeluh kesah. Maafkan Mas ya jika belum menjadi suami yang baik buat kamu. Mas akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk masa depan kita kelak."


Rakha pun memeluk Zahra dengan sangat erat..


"Jangan pernah berfikir sekalipun untuk meninggalkanku karena aku tak akan sanggup untuk kehilangan kamu. bagiku kamu adalah separuh nyawaku dan aku ingin kita menua bersama." Rakha pun menatap wajah Zahra dengan lekat..


Zahra pun merasa tersanjung mendengar ucapan Rakha, Zahra sendiri juga tak berniat sekalipun untuk meninggalkan Rakha apapun yang terjadi..


"Iya Mas aku janji aku gak akan pernah meninggalkanmu untuk alasan apapun kecuali jika kita di pisahkan oleh maut."


Rakha pun merasa lega mendengar ucapan Zahra, lalu keduanya pun menikmati makanan yang di bawa oleh Rakha dengan penuh kasih sayang Rakha pun menguapi Zahra..


Zahra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia karena bisa di pertemukan dan di nikahi oleh Rakha...

__ADS_1


__ADS_2