PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 17


__ADS_3

Rakha pun langsung menghubungi sang Oma mengabarkan bahwa Zahra mengalami kecelakaan dan dia sekarang di rawat..


"Apa??? Baiklah Oma sekarang kesana?" teriak Oma Widya lalu mematikan saluran telfonnya...


Rakha pun masih gak percaya masih jelas di ingatannya saat Zahra tiba tiba pingsan dan kepalanya terbentur oleh batu.


"Maaf dengan keluarga pasien?" ucap salah seorang Suster yang tiba tiba saja keluar dari ruang IGD.


"Iya Sus bagaimana keadaan istri saya? Apa dia baik baik saja bukan?" Rakha pun mulai cemas memikirkan keadaan Zahra..


"Kepalanya mengalami benturan dan kemungkinan besar dia akan mengalami koma. Untuk lebih jelasnya bisa menemui Dokter sekarang." jelas Suster itu kemudian dia pun kembali masuk ke ruangan..


Bagai di sambar petir siang hari bolong Rakha harus menerima kenyataan bahwa kemungkinan Zahra akan koma hal itu membuat airmatanya menetes dengan derasnya..


"Sayang aku mohon kamu jangan kayak gini lihatlah aku sekarang sudah bisa jalan seharusnya kamu bahagia bukan tapi kenapa kamu malah gini sayang aku mohon." Rakha pun duduk di lantai sembari memegangi kedua lututnya seolah tak percaya..


Tak lama kemudian sang Oma Widya dan Pak Ivan datang untuk menemui Rakha mereka tahu jika saat ini Rakha mungkin syok. Namun disaat yang sama justru mereka di buat syok dengan melihat Rakha tanpa kursi roda yang selama ini menemaninya..


"Rakha cucuku kamu?" ucap Oma Widya terhenti seketika namun airmatanya mengalir dengan derasnya airmata bahagia karena melihat cucu kesayangannya bisa kembali berjalan..


"Oma.. Ayah.." ucap Rakha sembari berdiri dan berjalan memeluk keduanya..


Pak Ivan pun tak percaya melihat keajaiban di depan matanya, ini benar benar anugerah yang sangat luar biasa..


"Oma.. Zahra.. " ucap Rakha terhenti airmatanya kembali menetes.


"Iya sayang kenapa? Oma senang sekali akhirnya kamu bisa jalan lagi. Kenapa dengan Zahra apa yang terjadi?" tanya Oma Widya dengan lembut..


Rakha pun menceritakan dengan detail semua yang baru saja terjadi, hal itu membuat Oma pun menitikan airmata.


"Ya Allah tolonglah Zahra kami." ucapnya sembari terisak.

__ADS_1


"Kata Dokter kemungkinan besar Zahra akan koma Oma."


Rakha pun tak kuasa menahan lagi kesedihannya bagaimana tidak harapan Zahra untuk melihat dirinya sembuh sudah terkabulkan oleh Allah tapi disaat yang sama kini Rakha yang sedang di uji..


"Kamu harus sabar dan ikhlas Rakha,Ayah sangat yakin Zahra kita adalah wanita yang kuat dan hebat dia pasti akan segera melewati semuanya. Sebaiknya kita sholat berdoa kepada Allah untuk kesembuhan Zahra."


Pak Ivan juga sangat sedih ketika mendengar bahwa Zahra harus mengalami koma karena dirinya sudah menganggap Zahra putri kandungnya sendiri apalagi dia adalah istri dari Rakha putra kesayangannya..


"Sayang kamu harus yakin,mungkin sekarang Allah sedang menguji ketulusan hatimu dalam menjaga istrimu sama halnya seperti Allah yang telah menguji Zahra dengan keadaanmu waktu itu. Rakha kamu menyayangi Zahra bukan?" tanya Oma sembari menatap mata Rakha..


"Aku sangat menyayanginya Oma,aku janji aku akan menjaga dan menyayanginya dengan sepenuh hatiku."


Rakha dan Pak Ivan pun pergi ke mushola untuk sholat sedangkan Oma Widya tetap menunggu Zahra karena dia sedang berhalangan..


Rakha pun meminta dengan khusuk untuk kesembuhan Zahra istri tercintanya bahkan Rakha memohon dengan berlinang airmata..


Pak Ivan pun ikut mengaminkan doa Rakha dan Pak Ivan memegang bahu Rakha.


Rakha pun tersenyum dan mengangguk..


"Terima kasih ya Yah,maafkan Rakha jika selama ini Rakha selalu kurang ajar sama Ayah. Dan maafkan Rakha juga kalau saja dulu Rakha tak mengajak Bunda untuk pergi mungkin Bunda masih bersama kita sekarang." Rakha pun tertunduk seolah mengingat lagi luka yang belum kering itu..


"Sudah kamu harus ikhlas seperti Ayah yang sudah mengikhlaskan semuanya. Kamu jangan terus menyalahkan diri sendiri terus karena itu merupakan takdir Allah dan kita tak akan pernah tahu seperti apa sekenario kehidupan kita sebenarnya. Hapus airmatamu karena Ayah sangat yakin Zahra akan sedih jika melihat kamu begini."


Sebagai seorang Ayah Pak Ivan memang luar biasa walaupun hubungannya dengan sang putra sempat jauh beberapa tahun namun Pak Ivan sadar bahwa semua itu sudah takdir, bair bagaimanapun Rakha tetap putranya.


Rakha pun menghapus airmatanya dan kemudian tersenyum...


"Terima kasih Yah,ayo kita kembali menemui Oma."


Rakha dan Pak Ivan pun kembali ke ruang IGD untuk melihat kondisi Zahra yang masih ditangani oleh Dokter.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Di lain tempat....


Terlihat seorang wanita muda dan cantik bernama Amelia sedang duduk seorang diri di taman, tiba tiba saja ada seorang laki laki yang mendekatinya..


"Maaf apa saya boleh numpang bertanya?" ucap seseorang yang menurutnya sangat femiliar untuknya..


"Mas Amar kenapa lama sekali?" tanya Amelia manja..


"Maaf tadi habis kuliah terus ada urusan bentar kenapa kamu kangen ya?" tanya Amar dengan tampang playboynya..


Lia pun nampak malu mendengar ucapan kekasihnya.


"Mas Amar ini ih bikin aku malu aja." ucap Lia sembari bergelayut manja di lengan Amar..


Amelia adalah anak dari kolongmerat Lian Sudrajat dia adalah anak kedua dari dua bersaudara kakaknya bernama Alan Sudrajat..


Lia yang biasanya selalu manja membuat dia selalu bergantung kepada Amar apalagi Amar selalu saja bisa membuat Lia mabuk kepayang terbang ke angkasa raya..


Sikap Lia pun sangat manja sehingga apapun yang dia inginkan harus terpenuhi...


"Sayang kamu mau makan apa? aku lapar ne." ucap Amar sembari mencubit pipi Lia dengan manja..


"Apa aja Mas aku gak milih. Mas aku sedih Ayah sama Ibu bertengkar terus kata Ibu,Ayahku itu selingkuh hal itu yang membuat mereka selalu berantem setiap waktu." Lia pun menceritakan keadaan kedua orang tuanya yang memang sudah tak harmonis lagi..


"Ya sudah kamu jangan pikirkan itu lebih baik kita bersenang senang saja gimana? Aku sudah kangen banget sama permainan kamu pokonya aku akan membuatmu melupakan semuanya,hanya ada aku dan kamu." ucap Amar yang memang suka sekali menikmati wanita..


Lia pun mengangguk dan kemudian keduanya pun pergi meninggalkan taman menuju kesebuah tempat dimana tempat itu biasa di gunakan mereka untuk melepas rindu..


Tanpa sengaja Gerry adiknya Amar melihat kelakuan bejad Abangnya hal itu membuat Gerry geram pasalnya gak hanya satu dua cewek yang menjadi mangsa Amar namun hampir semua cewek yang di dekatnya sudah pernah Amar nikmati semuanya..

__ADS_1


"Dasar Abang memang gak waras,aku emang bareng*ek tapi aku masih punya batasan. Aku hanya akan melakukan itu dengan wanita yang kelak sah menjadi istriku gak seperti manusia itu sana sini cukup,untung kamu Abangku kalau bukan udah aku panggilan polisi kalian." geram Gerry yang melihat Abangnya sedang berpacu keringat dengan Lia...


__ADS_2