PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 19


__ADS_3

Di dalam kamar Zahra mudah mulai menampakan hal yang berbeda matanya berlahan mulai terbuka.


"Mas aku dimana?" ucap Zahra ketika pertama membuka matanya...


Ibu Asti yang melihat itu pun langsung berlari memanggil Rakha yang sedang bersama Gerry di depan ruangan Zahra..


"Ka sini ka cepetan." panggil Ibu Asti panik..


Rakha dan Gerry pun ikut panik setelah mendengar Tantenya berteriak..


"Kenapa Tan ada apa dengan istriku?"ucap Rakha sembari berlari masuk kedalam kamar rawat Zahra..


Saat melihat Zahra telah membuka matanya sontak saja Rakha langsung berlari dan kemudian memeluknya dengan erat..


"Sayang kamu sudah bangun? Mas sangat takut Mas pikir?" ucap Rakha terhenti seketika airmatanya pun mencair..


"Mas kamu sudah bisa jalan." ucap Zahra tak percaya.


"Iya kamu harus pulih dulu nanti Mas akan ceritakan semuanya." Rakha pun gak mau jauh dari Zahra..


Gerry yang melihat Zahra sadar pun sangat senang namun dia tahu batasannya..


"Nah gitu dong Za kamu bangun jangan tidur terus kasihan kan suami kamu yang menunggu kamu 24 jam. Kalau kamu gak bangun bisa bisa dia juga gak makan dan tidur." ucap Gerry terkekeh..


Gerry mencoba untuk mencairkan suasana..


"Makasih ya Mas Gerry." ucap Zahra lirih, Zahra juga menatap suaminya takutnya dia akan marah sama Gerry..


"Terima kasih untuk apa? Kamu kan istrinya Mas Rakha dan kamu juga masih keluarga bagiku jadi jangan sungkan." ucapan yang sangat berat bagi Gerry namun ini yang terbaik bahwa Gerry harus melupakan cintanya pada Zahra..

__ADS_1


Rakha pun hanya tersenyum melihat Gerry yang sepertinya berat untuk bersikap biasa saja, Rakha pun menatap Gerry sembari mengangguk mengisyaratkan sesuatu..


"Sayang kenapa si kamu Mas bangunin gak mau bangun bangun giliran Gerry yang bangunin kamu langsung sadar." ucap Rakha tiba tiba membuat semua orang kaget terutama Gerry..


Sedangkan Zahra hanya diam saja..


"Kamu tahu kan Za kalau kamu Itu istriku tapi kenapa kamu lebih mendengarkan ucapan Gerry daripada aku? apa kamu??" ucap Rakha sengaja di tahan untuk menjahili semua orang yang ada disana terutama Zahra dan Gerry.


Gerry pun merasa tak enak hati dan kurang nyaman mendengar ucapan Rakha, padahal kedua orang tuanya tahu dan Rakha juga tahu apa yang Gerry ucapakan tadi murni untuk mendorong alam bawah sadar Zahra agar mau berusaha untuk bangun tapi kenapa malah dia yang kena masalah..


Rakha yang melihat perubahan wajah Gerry pun senang karana berhasil membuat Gerry kurang nyaman..


"Ya elah Gerr biasa saja kali aku juga cuma bercanda. Aku tahu kok kamu melakukan itu juga demi kami." ucap Rakha sembari tertawa..


Pak Hendra dan istrinya pun lega karena Rakha hanya pura pura marah dan itu tak serius..


"Mas Rakha ih kenapa begitu si? Kasihan tu Mas Gerry sampai pucat." Zahra pun mencubit tangan sang suami..


Gerry pun tertawa melihat tingkah Rakha kepada Zahra dari sini Gerry yakin bahwa dia memang harus melupakan Zahra karena Rakha benar benar telah menerimanya dengan baik bahkan Gerry juga melihat cinta yang sangat dalam di mata Rakha..


"Iya iya mentang mentang udah punya pasangan semuanya yang jomblo jadi obat nyamuk. Ini juga Ayah sama Bunda kok ikut ikutan romantis segala gak lihat apa ya anaknya habis di bully." ucap Gerry sembari manyun..


Rakha pun bangkit dari duduknya dan mengahmpiri Gerry yang berdiri tak jauh darinya...


"Om ada korek gak? aku mau bakar obat nyamuk ni biar nyamuknya pada kabur." ucap Rakha yang merasa tak puas menjahili Gerry..


"Za bilangan tu sama suaminya jangan gitu ah aku geli mending aku kabur aja daripada nanti di bakar beneran cepat sembuh ya Za." ucap Gerry sembari berlari keluar dan kabur..


Setelah Gerry pergi Pak Hendra dan istrinya pun ikut pamitan kepada Rakha dan Zahra.

__ADS_1


"Ka,, Om sama Tante pulang dulu ya maafkan sikap Gerry ya Om tahu dia berniat baik kok karena Gerry anak Om jadi Om paham akan sikapnya." jelas Pak Hendra sembari menepuk bahu Rakha..


"Gak apa apa Om, Rakha tahu kok dia memang menyayangi Zahra tapi dia juga tahu batasannya di mana? Jujur aku malah salut sama sikap Gerry dan aku berharap suatu saat nanti Gerry akan bertemu dengan wanita yang sebaik dan selembut Zahra karena Gerry juga pantas mendapatkannya." ucap Rakha sembari tersenyum..


"Syukurlah kalau kamu gak marah akan sikapnya tadi, ya sudah Za Om dan Tante pamit dulu ya kamu lekas sembuh ya biar kita bisa secepatnya dapat cucu." ucap Pak Hendra yang membuat Zahra nampak malu..


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Setelah keluarga Pak Hendra pergi Rakha pun kembali mendekati istrinya..


"Sayang apa kamu lapar? Apa kamu mau makan?" tanya Rakha dengan lembut..


Zahra menggeleng dan kemudian menatap Rakha dengan tatapan yang memiliki arti..


"Mas kenapa tadi bersikap begitu? Kan kasihan Mas Gerry dia pasti sedih setelah mendengar ucapan Mas. Aku sama Mas Gerry gak ada apa apa Mas? Mas harus percaya." Zahra kini pun merasa sedikit kecew..


Rakha pun langsung memegang kedua tangan Zahra..


"Kamu gak usah mikirin apa apa ya kamu kan baru saja sadar setelah kamu koma hampir dua Minggu. Mas tahu Za jika Gerry sangat menyayangimu tapi Mas percaya kepada ketulusan Gerry bahwa yang dia mau kamu bahagia itu aja. Lagian Mas mana mungkin harus marah beneran sama Gerry karana Gerry yang telah membuat kesadaranmu berangsur pulih, aku hanya berharap suatu saat Gerry juga akan bertemu dengan orang yang tepat. Sudah kamu istirahat jangan berfikir macam macam dulu." Rakha pun mengecup kening Zahra dengan lembut..


Di parkiran Gerry sedang menunggu kedua orang tuanya keluar hatinya gundah namun keputusan yang dia ambil sudah benar dan juga tepat bahwa dia harus belajar untuk ikhlas dan menerima kenyataan bahwa Zahra di takdirkan untuk Rakha..


"Sayang kok kamu bengong kenapa?"tanya sang Bunda yang sedari tadi tengah memperhatikan Gerry..


"Bunda.. Ayah eh enggak kok." ucap Gerry datar..


Pak Hendra langsung memeluk Gerry..


"Ayah sangat bangga sama kamu Gerr,kamu bisa bersikap begitu dewasa dan kamu bisa membuat Zahra sadar dari komanya itu karana cinta tulus yang kamu punya tapi kamu tahu bahwa cinta Zahra hanya untuk Rakha. Ayah salut sama kamu semoga pengorbanan kamu akan bisa membuat Rakha begitu menjaga Zahra dan kamu juga akan di pertemukan dengan wanita baik kelak." ucap Pak Hendra sembari menepuk pundak sang putra..

__ADS_1


Gerry pun hanya tersenyum dan mengangguk..


"Ayah.. Bunda kita makan dulu yuk aku lapar." ucap Gerry lalu setelah itu Gerry masuk kedalam mobilnya dan mereka pun pergi meninggalkan area rumah sakit tempat Zahra di rawat..


__ADS_2