
Setelah selesai acara kini Zahra pun membawa sang suami kedalam kamarnya, hati Zahra bercampur aduk karena ini pengalaman pertamanya berada di dalam kamar dengan seorang laki laki...
Zahra mendorong kursi roda Rakha dengan pelan ada rasa grogi dan semacamnya yang berkecamuk di hati Zahra sedangkan Rakha dia masih saja memikirkan ucapan sepupunya Gerry apakah mungkin sebelumnya Zahra pernah punya hubungan dengan Gerry??
Sesampainya di dalam kamar, Zahra pun bingung harus melakukan apa? Apakah harus membantu suaminya mandi atau membantunya mamakaikan baju dan sebagainya..
" Kak eh Tuan sekarang mau apa?" tanya Zahra ragu ragu...
Rakha yang mendengar di panggil begitupun merasa geli di telinganya...
"Kamu tadi panggil apa? Bukankah sekarang kita sudah menikah? Jangan panggil kakak karana aku suamimu,terus juga jangan panggil Tuan karena aku bukan majikanmu tapi suamimu." jawab Rakha dingin...
Zahra pun semakin di buat bingung di malam pertama pernikahannya..
"Terus aku harus panggil apa?" tanya Zahra lagi bahkan Zahra selalu menunduk tak berani menatap Rakha laki laki yang sudah sah menjadi suaminya..
Rakha pun semakin gemes dibuatnya,ada perasaan tak suka saat mendengar ucapan Gerry tadi namun melihat sikap Zahra yang terlewat lugu membuat Rakha terkekeh...
Rakha pun menarik tangan Zahra dengan lembut dan refleks Zahra langsung melepaskan pegangan tangan Rakha?
"Kenapa? Bukankah aku suami kamu? Aku hanya pegang tangan kamu tapi kamu kok begitu bahkan kamu menolak?" Rakha pun langsung menjauh sembari mendorong kursi rodanya sendiri..
Zahra pun tak sadar dengan apa yang dia lakukan barusan karena refleks Zahra melepaskan tangan Rakha bukan berarti dia menolak untuk di pegang..
Zahra pun langsung berjalan mendekati Rakha..
"Mas Rakha maafin Za ya,bukan niatan Za untuk membuat Mas Rakha marah. Tadi Za refleks karena ini kali pertamanya Za di sentuh oleh laki laki." ucap Zahra sembari menunduk..
Rakha pun langsung menatap Zahra tapi wajahnya tertunduk entah apa sebenarnya yang terjadi pada istrinya ini..
"Terus kamu kenapa menunduk angkat kepala kamu?" Rakha pun meminta agar Zahra tak lagi menunduk jika berada di hadapannya..
__ADS_1
Zahra pun mengangkat kepalanya dan tatapan keduanya pun bertemu,ada perasaan aneh di hati Rakha saat menatap mata indah Zahra..
"Sini duduk Mas mau bicara."Rakha pun terlihat serius..
Zahra pun mendekati sang suami dan kemudian duduk di tepi ranjang.
"Iya Mas ada apa?" tanya Zahra lirih..
"Kenapa kamu mau menerima perjodohan ini apa karana uang?" tanya Rakha tiba tiba..
Hati Zahra langsung berdesir perih ketika mendengar Rakha berbicara seperti itu..
"Ayo jawab kenapa diam saja?"
Zahra pun menatap kearah Rakha kini dia tak malu lagi berbicara dengan Rakha..
"Awalnya mungkin iya." jawab Zahra lirih..
"Bagus sekali kamu ya pura pura lugu tapi ternyata sama saja?" celetuk Rakha membuat Zahra sedikit bersedih..
"Awalnya iya aku mungkin memilihmu Mas bisa di bilang karena harta oke. Kemarin Oma datang ke panti asuhan tempat aku di besarkan kami sedang ada masalah karena tenyata bangunan itu berdiri di atas lahan milik orang lain. Disaat kami sedang bingung tiba tiba Oma Widya datang dia memberikan aku sebuah penawaran, jika aku mau menikah dengan cucunya maka Oma Widya akan mengurus semuanya dan panti asuhan itu akan tetap berdiri. Kala itu aku gak punya pilihan lain hingga aku pun mengambil keputusan ini..
"Awalnya sempat ragu namun aku selalu sholat istikharah selama satu Minggu untuk meminta petunjuk sama yang diatas dan akupun yakin dengan keputusan yang aku ambil ini. Maafkan aku bukan bermaksud untuk mencari keuntungan tapi aku melakukan itu juga semata mata demi adik adiku yang di panti dan juga panti itu adalah tempat aku di besarkan semenjak aku berusia 3 tahun.."
Rakha pun melihat Zahra menitikan airmata namun Rakha masih ingin tahu apakah Zahra kini menyesal telah mengambil keputusan itu..
"Za apa sekarang kamu menyesal telah mengambil keputusan ini? Lihatlah aku hanya seorang lelaki lumpuh yang tak berdaya jika kamu menyesal gak apa apa aku bisa mengerti." Rakha pun membalikkan kursi rodanya untuk menyembunyikan rasa gelisah yang yang mendera hatinya..
"Ayo Za katakan bahwa kamu tak menyesal aku ingin menikah sekali hanya denganmu. Aku bahagia Za bisa mendapatkanmu ayo Za katakan enggak" batin Rakha pun seolah tak rela jika Zahra meninggalkannya..
Zahra pun bangkit dari duduknya dan mendekati Rakha..
__ADS_1
"Aku sudah bilang Mas aku udah tahu sebelumnya bahwa suamiku bukanlah orang yang sempurna dan aku akan menerima apa adanya."
"Apa kamu yakin?" tanya Rakha tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya..
"Insyaallah aku yakin karena Allah sendiri yang telah menuntun hatiku. Maafkan aku Mas jika aku masih belum terbiasa karena selama ini aku tak pernah mengenal yang namanya berpacaran atau dekat dengan laki laki karena Bu Nur mengajarkanku untuk menjaga pandanganku dari siapapun yang bukan mahram maka dari itu aku grogi saat Mas menatapku." ucap Zahra sembari tertunduk...
Rakha pun merasa benar benar bahagia dia tak pernah menyangka jika istrinya adalah wanita yang luar biasa bahkan Rakha sampai tertawa lepas saat mendengarkan ucapan Zahra..
"Ya sudah kalau begitu maafin Mas ya jika Mas tadi sempat ragu tapi sekarang Mas udah lega. Za bisa bantu Mas mandi gak aku merasa gerah?" ucap Rakha tanpa malu malu..
Zahra terpekik ketika mendengar Rakha meminta membantunya untuk mandi hal itu tentu saja membuat Zahra langsung berkeringat dingin..
"Kenapa lagi kita kan sudah menikah lagian kamu tahu kondisiku kan Za jadi mana mungkin aku bisa macam macam sama kamu." ucap Rakha sembari tertunduk..
Zahra pun merasa bersalah mungkin sikapnya meyinggung Rakha suaminya..
"Iya Mas maaf ya aku tadi kaget saja maklum ajukan belum terbiasa mengurus Mas." jawab Zahra sembari tersenyum.
"Manis...." ucap Rakha lirih...
"Apanya yang manis Mas?" tanya Zahra yang benar benar masih sangat polos..
"Enggak gula yang manis." jawab Rakha seenaknya .
Zahra pun membantu Rakha untuk mandi,dengan berlahan dia membuka semua pakaian yang menempel di tubuh suaminya, seketika Zahra terpekik dan diam saat melihat tongkat sakti milik suaminya..
"Za ayo cepetan keburu dingin. Udah jangan di liatin aku juga gak akan bisa ngasih apa yang kamu mau?" ucap Rakha sedikit canggung..
Zahra pun mengambil nafas dan membuangnya secara belahan untuk mengusir rasa was was dalam hatinya..
berlahan tapi pasti Zahra pun mulai memandikan sang suami dengan penuh kelembutan bahkan gamis yang di pakai Zahra sampai ikut basah namun Zahra tak memperdulikannya..
__ADS_1
Setelah selesai mandi Zahra pun dengan telaten memakaikan baju dan setelah selesai Zahra pun mengangkat Rakha ketempat tidur,setelah semua selesai baru kini Zahra yang membersihkan tubuhnya....