
Gerry yang merasa frustasi terhadap Zahra pun malamnya langsung ambruk karena kecewa.
Amar sang kakak yang melihatnya justru tertawa terbahak bahak..
"Sejak kapan ada seorang player sakit hati? Emang kamu sama wanita itu sudah punya hubungan sehingga kamu kok jadi kayak gini Gerry Gerry.."
"Abang berisik udah sana keluar jangan ganggu aku? Kalau masih berani aku akan bongkar semuanya sama Ayah dan Bunda biar Abang kena marah sama mereka." Gerry pun melotot kepada sang kakak...
"Gak tahu apa aku lagi sedih bukannya menghibur malah mengejek. Kalau aku udah marah jangan tanya lagi apa yang akan aku lakukan sama Abang."
"Beraninya ngancam apa kamu pikir Abang takut,ayo bilang sana sama Ayah dan Bunda ayo bilang nanti juga aku bilangin kalau kamu naksir sama istri sepupunya sendiri? Kalau aku kena omel lalu apa kabar dengan kamu?" Amar pun langsung pergi meninggalkan Gerry yang sedang kurang waras itu..
"Hufs dasar anak kecil biasanya ngancam aja? Untung aja kamu adikku kalau bukan udah tak bikin pecel kamu aku makan pakai ikan asin." Gumam bantin Amar lalu kembali kedalam kamar miliknya.
Gerry pun kembali menikmati sedihannya cintanya bertepuk sebelah tangan,namun bayangan Zahra terus saja bermain dan menari di otaknya apalagi Gerry tahu Zahra menikahi saudara sepupunya yang lumpuh...
"Za kenapa kamu harus menikah sama Mas Rakha? Kenapa gak aku yang kamu pilih? kenapa malah cintaku bertepuk sebelah tangan apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu?"
Pada pagi harinya di kediaman Wijaya, Oma Widya sudah bangun pagi pagi sekali dia melihat Zahra sedang berada di dapur entah apa yang sedang dia kerjakan. Oma Widya pun mendekati Zahra sembari tersenyum..
"Selamat pagi Zahra...Apa yang sedang kamu lakukan? Kan ada Mbok Jum kenapa malah kamu kedapur sendiri?" tanya Oma Widya sembari menyentuh pundak Zahra..
Zahra pun menoleh dan kaget melihat Oma Widya ada di belakang tubuhnya..
"Selamat pagi juga Oma. Za lagi bikinin Mas Rakha sarapan Oma,oh iya Oma mau di buatin apa? Biar Za masak sekalian?" jawab Zahra sembari tersenyum..
"Aduh kamu menang istri idaman? Gimana Rakha semalam gak kasar kan sama kamu?" tanya Oma Widya yang membuat Zahra nampak malu..
"Gak kok Oma kami berbincang sepanjang malam bahkan sesekali dia juga tertawa." jawab Zahra lirih...
"Benarkah Alhamdulillah kalau begitu Oma sangat senang mendengarnya. Ya sudah kamu bikinin dia sarapan biar makan soalnya dia gak pernah sarapan apaplagi kalau diajak sarapan bersama?" Oma Widya pun bahagia karena Rakha ada sedikit perubahan...
__ADS_1
Zahra pun tersenyum..
"Iya Oma, Za berharap suatu saat akan ada keajaiban Mas Rakha bisa berjalan lagi." ucap Zahra penuh dengan keyakinan...
"Amin sayang,terima kasih ya gak salah Oma pilih kamu sebagai pendamping Rakha."
Zahra merasa malu karena selalu di puji oleh Oma Widya membuat hatinya tak merasa kurang nyaman karena Zahra sendiri masih berusaha.
"Iya Oma.Oma,Za mau masuk dulu mau anterin sarapan Mas Rakha dulu biar bisa minum obat."
"Iya sayang silahkan." jawab Oma Widya senang..
Di dalam kamar Rakha sudah bangun dari tidurnya dia pun menatap Zahra yang membawa nampan berisi sarapan untuk Rakhamm
"Kamu bawa apa Za? Kok aku bangun kamu gak ada? kamu darimana?" tanya Rakha seolah dia takut ketika Rakha tidur Zahra akan kabur atau lari bersama orang lain...
"Selamat pagi, maaf Mas tadi aku bikin sarapan buat kamu? Ini aku bikinin kuwetiau goreng sama susu hangat kamu makan dulu ya mumpung masih panas. Tapi kalau gak enak maaf ya Mas aku masih belajar." ucap Zahra sembari menunduk..
"Makasih ya Za kamu telah mengurusku dengan sangat baik. Ya sudah sini makan kasihan kamu udah capek capek kalau gak di makan? Loh kok cuma ada satu piring buat kamu mana?" tanya Rakha yang hanya melihat satu porsi kuwetiau goreng lengkap dengan berbagai macam seafood.
"Udah Mas makan aja dulu Za nanti aja lagian juga belum lapar?" jawab Zahra sekenanya..
Rakha pun mengambil makanannya dan kemudian mulai memasukannya kedalam mulutnya..
"Wah asli ini enak banget sayang.." ucap Rakha tanpa sengaja memanggil Zahra dengan sebutan sayang..
"Mas tadi paggil aku apa? Panggil nama aja seperti kemarin Mas?" tanya Zahra sedikit malu..
"Ini enak banget ayo kamu juga makan, buka mulut kamu sayang. Mulai sekarang aku akan panggil kamu dengan sebutan sayang,kamu gak boleh nolak karena menolak keinginan suami kamu bisa mendapatkan dosa." Rakha menggunakan akalnya untuk menekan Zahra..
"Berarti jika suatu saat nanti Mas minta aku masuk sumur yang dalam aku juga gak boleh nolak Mas? Aku harus langsung masuk kedalam sana gitu?" jawab Zahra dengan polosnya..
__ADS_1
Rakha pun tertawa mendengar tingkah lucu istrinya..
"Ya enggak dong sayang itu namanya aku mau bunuh kamu. Kalau hal yang merugikan kamu gak boleh menurutinya sekalipun itu keinginanku." jawab Rakha sekenanya..
"Berati kalau suatu saat Mas udah bisa jalan lagi terus Mas meminta hak Mas terhadapku aku boleh menolaknya karena Itu merugikanku." ucap Zahra sembari tertawa..
Mata Rakha langsung melotot...
"Kalau itu namanya kewajiban dan itu harus kalau sampai menolak aku akan memaksa." jawab Rakha dengan sangat serius.
Zahra merasa senang karena Rakha mau berinteraksi dengan dirinya Zahra hanya pura pura lugu supaya membuat Rakha bisa bahagia ketika bercanda..
"Tetaplah selalu tertawa dan tersenyum Mas karena aku sangat yakin suatu saat nanti Mas akan bisa berjalan lagi seperti dulu." gerutu batin Zahra sembari tersenyum...
Rakha pun menghabiskan makanan yang Zahra buatkan untuknya hatinya merasakan bahagia baru kali ini dia bisa melupakan semuanya dan menikmati yang namanya hidup..
"Sayang kok habis?" ucap Rakha dengan menggaruk rambutnya yang tak gatal..
"Ya sudah sekarang habiskan susunya setelah satu jam baru minum obat. Mas nanti aku mau konsultasi ke dokter boleh?" tanya Zahra sekedar ingin meminta izin kepada Rakha..
"Kamu ingin konsultasi apa sayang?" tanya Rakha sedikit bingung..
"Aku mau bertanya pada Dokter Anwar dokter yang menangani Mas,aku ingin tanya bagaimana cara melakukan terapi riangan untuk merangsang kesembuhan kaki Mas,tapi aku mohon Mas jangan menolak." jawab Zahra lirih..
Rakha hanya mengangguk dan kemudian kembali menggoda Zahra..
"Kamu udah gak tahan ya pengin aku cepat sehat kembali,cepat bisa berjalan lagi dan yang pasti cepat bisa bikin kamu punya debat." Rakha pun berbisik di telinga Zahra..
Wajah Zahra langsung merah padam karena Rakha membisikan sesuatu yang belum pernah dia tahu sebelumnya..
"Udah Mas gak usah Mesum." ucap Zahra sembari mengangkat piring kosong dan keluar untuk mencucinya..
__ADS_1
Sedangkan wajah Rakha langsung berubah berbinar karena berhasil membuat Zahra tersipu malu bahkan mungkin tergoda pikirnya..