PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 15


__ADS_3

Zahra langsung membawa Rakha masuk kedalam kamar mereka,Zahra pun langsung mengurusi semua keperluan Rakha,mulai dari mandi hingga merbahkannya di tempat tidur..


"Sayang kamu pasti capek seharian mengurusku. Sayang kamu istirahat aja ya aku gak mau kamu sampai capek nanti." Rakha pun tersenyum kemudian mengecup kening sang istri.....


Zahra pun tersenyum kemudian menggeleng...


"Gak apa apa Mas nanti saja nunggu Mas selesai baru aku istirahat." jawab Zahra lirih..


Zahra yang tak mengenal lelah dalam melakukan semua kewajibannya membuat Rakha terharu dan benih benih cinta pun mulai tumbuh di hati Rakha untuk Zahra...


Zahra pun diam diam mulai jatuh hati kepada suaminya sendiri satu bulan usia pernikahan mereka satu bulan pula mereka selalu melewati hari bersama membuat keduanya pun sama sama merasakan kenyamanan mungkin ini yang dinamakan pacaran setelah menikah...


Rakha kini sudah berada di atas tempat tidurnya dan kini giliran Zahra yang mengurus dirinya sendiri,Zahra pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri...


"Sayang jangan lupa mandi pakai air hangat ini sudah malam nanti kamu sakit." suara Rakha terdengar hingga kedalam kamar mandi..


"Iya Mas" jawab Zahra pelan..


Zahra pun mulai mengguyur tubuhnya yang terasa sangat lelah hari ini. Setelah selesai mandi tubuh Zahra terasa jauh lebih seger..


"Kok Mas gak tidur?" tanya Zahra yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan daster yang cukup longgar tanpa memakai hijab..


Rakha tersenyum kearah Zahra yang terlihat sangat cantik dengan memakai daster..


"Kamu terlihat lebih cantik malam ini." ucap Rakha tanpa segan memuji kecantikan Zahra..


Zahra hanya tersipu malu sembari tersenyum..

__ADS_1


"Mas jangan gombal nanti aku jadi gede rasa Mas." Zahra pun tersenyum lalu naik keatas tempat tidurnya untuk beristirahat..


"Sayang maafkan aku ya yang belum pernah memberikan hak kamu sebagai istri. Semoga kamu akan selalu bersabar dan akan selalu seperti ini." Rakha pun mencoba menoleh kearah Zahra namun Zahra sudah terlelap..


"Cepat sekali dia tidur? Padahal aku baru bercerita tapi untung saja dia tak mendengarnya kalau dia dengar wah bisa malu pasti aku disangkanya mesum lagi." Rakha pun tertawa geli sendiri lalu dia pun lama lama mulai terpejam..


Tepat pukul tiga pagi samar samar Rakha mendengar suara seseorang yang sedang menangis berlahan Rakha membuat matanya dan melihat Zahra yang sedang sholat. Zahra berdoa sembari terisak untuk kesembuhan suaminya hal itu membuat Rakha terharu dan tanpa disadari dia pun ikut menitikan airmata..


"Terima kasih sayang bahkan kamu dengan tulus setia malam mendoakanku,aku bersyukur Oma memperkenalkan kita dan pada akhirnya kita menikah. Terima kasih sayang.." suara tangsi Rakha pun tertahan.


Rakha pun kembali pura pura tidur saat melihat Zahra telah selesai sholat. Zahra pun menatap kearah Rakha yang masih terlelap dan tersenyum..


"Suatu saat nanti aku percaya Mas akan segera bisa berjalan lagi dan aku yakin Mas akan bisa melakukan itu." Zahra pun menghampiri suaminya yang sedang pura pura terlelap berlahan Zahra membelai lembut wajah suaminya kemudian mencium pipinya dengan penuh kasih sayang..


"Kamu harus kuat ya Mas aku akan selalu ada sebagai penyemangatmu karena mungkin aku telah jatuh cinta kepadamu. Tapi Mas gak perlu kahwatir aku akan menjaga perasaan ini sampai kapanpun." ucap Zahra sembari kembali mencium pipi Rakha dengan lembut..


"Subhanallah istriku kamu gak hanya cantik secara fisik tapi hati kamu suara kamu benar benar sempurna alangkah beruntungnya aku bisa menikahimu." Rakha pun tak bisa berpura pura tertidur lagi hati dan fikirannya terfokuskan kepada suara Zahra.


Setelah selesai membaca Alquran Zahra merenung sejenak dia tersenyum karena hatinya merasakan ketenangan yang tidak bisa ungkapkan dengan apapun..


"Mas sejak kapan kamu bangun? Kamu perlu sesuatu atau kamu mau kekamar mandi?" tanya Zahra sembari mendekati Rakha..


"Gak sayang aku hanya tadi terbangun pas mendengar kamu mengaji." jawab Rakha sembari tersenyum..


"Mas aku menganggu kamu ya? maaf ya Mas.." ucap Zahra sedikit menungdukan wajahnya...


"Untuk apa minta maaf kamu gak salah kok? Suara kamu benar benar bagus sayang aku aja kagum mendengarnya. Za besok besok ajarin Mas mengaji ya kamu mau kan bimbing aku?" tanya Rakha lirih..

__ADS_1


Sesungguhnya Rakha sangat malu mengatakan hal itu namun keinginannya untuk bisa menjadi imam yang baik untuk Zahra jauh lebih kuat..o


Zahra pun terharu dan langsung memeluk suaminya..


"Tentu saja aku akan dengan senang hati mengajarimu Mas,aku benar benar bahagia mendengarnya." Zahra pun menitikan airmata bahagia...


💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Di lain tempat...


Seorang wanita cantik bernama Anjani pun kini baru saja menginjakan kakinya kembali ke Indonesia setelah hampir 10 tahun dia berada di Amerika..


"Aku sangat merindukan Indonesia, Dan aku juga ingin menemui Rakha entah gimana keadaan lelaki lumpuh itu,tapi untuk apa aku menemuinya aku yakin dia gak akan bisa melupakanku dia emang kaya hartanya juga gak akan pernah habis sampai tujuh puluh tujuh turunan tapi kalau aku harus jadi suster untuk dia ogah." cibir Anjani yang memang wanita matre...


Tak lama kemudian datang seorang laki laki bernama Lian menjemputnya...


"Hai Beby how are you." Anjani pun langsung berlari kepelukkan laki laki beristri itu..


"Aku merindukanmu Anjani."ucap laki laki yang lebih pantas di panggil Ayah oleh Anjani..


"Aku juga baby." ucap Anjani manja. Mereka pun langsung meninggalkan Bandara dan menuju ke apartemen milik Lian tempat dimana mereka biasa menghabiskan waktu untuk menyalurkan hasrat mereka.


Lian dan Anjani berhubungan sudah hampir 11 tahun lamanya semenjak Anjani masih menjadi kekasih Rakha pun Anjani dengan begitu mudahnya memberikan tubuhnya kepada Lian laki laki mesum itu.


Sesampainya mereka di apartemen mereka pun langsung menyalurkan hasrat mereka yang sudah menggunung,bahkan Lian sendiri tak pernah berfikir tentang masa depan putrinya kelak dia terus saja menikmati setiap inci tubuh Anjani..


Anjani menang sangat cantik bak model papan atas memiliki tubuh yang seksi dan juga kehidupan yang serba gelamor sehingga Anjani rela memberikan tubuhnya kepada siapa saja asalkan dia mendapatkan imbalan yang menguntungkan.

__ADS_1


Laki laki paruh baya itu terus saja menikmati setiap permainan dari Anjani yang selalu saja membuatnya mabuk kepayang,bahkan laki laki itu tak segan memberikan harga yang fantastis asal dia merasa puas.


__ADS_2