PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 16


__ADS_3

Di pagi hari seperti biasa Zahra sedang menyiapkan


sarapan pagi..


Rakha pun membuka matanya dan melihat disekelilingnya tak di temukannya sang istri, Rakha sendiri paham pasti istrinya sedang membuatkan sarapan untuknya...


Tak perlu menunggu lama Zahra pun telah datang dengan membawa nampan berisikan sendwich dan juga segelas susu...


"Assalamualaikum Mas selamat pagi, ayo sarapan dulu lalu minum obat ya." ucap Zahra sembari tersenyum dengan sangat manis..


Rakha pun tersenyum..


"Waalaikumsalam sayang, boleh sini mana sarapanku aku udah lapar." ucap Rakha sembari menatap lekat wajah istrinya yang sedang membantunya untuk duduk..


"Kamu sangat cantik sayang?" ucap Rakha dan tiba tiba saja Rakha mendaratkan ciu*an di bi*ir Zahra, Zahra yang kaget pun langsung melotot namun lambat laun dia pun membalasnya dengan lembut...


Zahra dan Rakha cukup lama melakukannya sehingga Rakha melihat Zahra kehilangan napas lalu melepaskannya dengan lembut..


"Morning kiss sayang,maaf ya.." Rakha pun tersenyum walau sebenarnya dia sangat bahagia. Sayang kita olahraga yuk jalan jalan ke taman." Rakha pun mengajak istrinya untuk berolahraga..


"Kapan Mas sekarang?" tanya Zahra lirih..


Rakha pun mengangguk lalu menikmati makanan yang di bawakan oleh sang istri..


"Sini kamu juga makan ayo buka mulut kamu sayang kalau gak nanti aku yang akan membukanya dengan mulutku." Rakha pun semakin pandai merayu dan twk segan segan melontarkan kata yang cukup fulgar bagi Zahra..


Zahra pun membuka mulutnya dan kemudian Rakha menyuapinya dengan lembut bahkan sesekali bekas gigitan Zahra di makan pula olah Rakha..


"Mas itu kan bekas aku?" protes Zahra sembari menatap kearah sang suami..

__ADS_1


"Nikmat mana yang di dustakan sayang? Rasullullah saja makan dan minum di satu tempat dengan Khotijah. Terus kenapa bekas istriku gak boleh aku makan juga?" Rakha pun semakin pandai sekarang..


"Iya Mas aku tahu tapi kan?" ucapan Zahra terpotong saat mulut Rakha kembali menci*m bi*ir Zahra sembari memasukan makanan yang ada di mulutnya.


Zahra pun mengunyah makanan yang ada di mulutnya dengan lembut kemudian menelannya..


"Gimana lebih nikmat kan kalau bekas suami?" Rakha terkekeh melihat ekspresi Zahra..


"Enak kok Mas aku suka?" ucap Zahra sembari menyandarkan kepalanya di dada Rakha..


Rakha pun bahagia karena kini keduanya sepetinya sudah saling mencintai..


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Zahra dan Rakha pun tengah berada di taman seperti yang Rakha inginkan. Tiba tiba saja banyak orang yang mencibir kelumpuhan Rakha hal itu tentu saja membuat Zahra emosi sekaligus kesal...


"Ih kalau aku punya suami kayak gitu mending aku ceraiin aja ngapain di urusin buang buang waktu dan energi." ucap salah seorang lagi..


"Udah lumpuh nyusahin pula." ucap seseorang sembari tertawa..


Zahra yang sudah tak tahan pun langsung berjalan kearah orang orang yang sedang bergosip..


"Maaf ibu ibu kalian tadi ngomong apa ya?" tanya Zahra masih mencoba menahan emosinya..


"Yang mana ya Mbak mungkin Mbak salah dengar kali." ucap salah seorang dari mereka..


"Ibu ibu saya mohon maaf tapi tadi Ibu ibu menghina suami saya? Dia suami saya dan saya bukan pengasuhnya. Ibu ibu tahu kan gak ada satu menusia pun yang mau merasakan yang namanya cacat coba kalau saja hal itu terjadi kepada anak anak yang sangat Ibu sayangi apa ibu akan diam saja jika ada seseorang yang menghina kekurangan anak ibu.


Sedari tadi kami mencoba tenang dan gak perduli sama ucapan Ibu Ibu semuanya tapi kenapa kok makin kelewatan ya?"

__ADS_1


"Ibu ibu harus tahu berat menjalani kehidupan untuk suami saya,Apa jika ada yang merasakan kekurangan kalian akan mencomohnya bagaimana jika itu terjadi pada diri ibu ibu sendiri bagaimana? Maaf saya hanya seorang istri yang tak rela jika suami saya di rendahkan apalagi sampai di hina segitu jahatnya. Ingat ya Ibu ibu hukum alam kadang berlaku."


Zahra pun langsung membawa Rakha pergi meninggalkan Ibu Ibu dengan berlinang airmata..


"Maafkan aku ya Mas, aku gak seharusnya bawa kamu kesini. Aku salah aku minta maaf." ucap Zahra sembari menangis..


Rakha pun tersenyum sembari memeluk sang istri..


"Sayang gak apa apa Mas sudah kebal dengan celotehan mereka yang menganggap orang cacat itu beban atau mengganggu pemandangan mungkin. Tapi aku gak udah khawatir Mas akan baik baik saja sayang." ucap Rakha mencoba menenangkan Zahra..


Ketika hendak pulang tiba tiba saja Zahra pingsan dan Rakha pun langsung panik melihat istrinya terkulai lemah di atas rumput dan kepalanya terluka karena terbentur oleh batu..


Rakha pun berteriak dan sekuat tenaga untuk bangun dari kursi rodanya entah kekuatan super darimana tiba tiba saja Rakha dengan sekejap bisa berdiri dan berlari mengejar Zahra kemudian menggendongnya dan melarikannya kerumah sakit...


Rakha pun tanpa sadar sudah bisa berjalan sekarang bahkan ibu ibu yang tadi mencibirnya takjub melihat laki laki itu bisa berjalan..


"Tolong panggilkan ambulans istri saya terluka." teriak Rakha tak perduli dengan bajunya yang sudah berlumuran darah karana luka yang ada di kepala Zahra..


" Mas ayo bawa ke mobil saya saja biar saya antar ke rumah sakit.." ucap seseorang yang tiba tiba saja ingin membantunya..


Tanpa berfikir panjang lagi Rakha pun langsung membawa Zahra kerumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan..


Sesampainya di rumah sakit Rakha tak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri bajunya penuh dengan darah..


"Mas yang sabar ya aku yakin istri Mas gak kenapa kenapa? Mas berdoa aja ya." ucap seseorang yang tadi menolongnya..


"Terima kasih oh iya apa aku boleh meminjam ponsel Pak saya mau menghubungi keluarga saya." ucap Rakha lirih..


Bapak itu pun langsung meminjamkan ponselnya tanpa berfikiran buruk...

__ADS_1


__ADS_2