
Zahra pun merasakan bahagia yang tiada terkira kini dirinya merasa bahwa Zahra adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini. Sedangkan Rakha pun tak bisa melukiskan kebahagiaan yang dia rasakan apalagi setelah semuanya kini bisa kembali Rakha sudah bisa berjalan dan tentu saja Rakha telah mendapatkan haknya sebagai suami..
Rakha masih tidur dengan memeluk Zahra istirnya dan mereka pun masih sama sama terlelap dalam indahnya mimpi sembari merasakan sisa sisa kenikmatan yang baru saja mereka rasakan..
Tepat pukul delapan malam Zahra membuka matanya dia tak sadar bahwa Zahra melewatkan sholat Ashar dan Maghrib. Zahra pun langsung bangun dan setengah berteriak..
"Mas bangun kita lupa gak sholat Ashar dan Maghrib bagaimana ini Mas?" ucap Zahra panik...
Rakha yang masih terlelap di dalam mimpi indahnya pun langsung menggeliat dan kamudian melihat wajah panik sang istri..
"Sayang kenapa si? kenapa teriak teriak aku kan cepek." ucap Rakha manja..
__ADS_1
"Mas kita gak sholat Ashar dan Maghrib ini bagaimana?" Zahra pun menunduk..
Rakha pun tersenyum...
"Kirain ada apa ya sudah gak apa apa ini kan udah terlewat lagian tadi di ajakin udahan malah minta nambah ya jadi kebablasan kan?" goda Rakha pada sang istri membuat wajah Zahra merah merona menahan malu...
"Mas jangan bikin aku malu? Ya sudah aku mau mandi dan aku mau turun mau lihat Oma." Zahra pun mencoba bangun dari tidurnya namun Zahra merasakan perih di area intinya hal itu membuat Rakha terkekeh dan langsung memeluk tubuh Zahra dan membawanya kedalam kamar mandi..
Zahra pun hanya tersenyum malu sembari menatap wajah tampan sang suami kini wajah mereka sangat dekat dan Zahra bisa melihat mata indah Rakha dari jarak terdekat. Jantung Zahra berdesir tak karuan seperti layaknya seseorang yang baru merasakan jatuh cinta..
"Sayang kenapa kamu menatapku seperti itu? Hemmm Mas tahu kok jika Mas itu tampan makanya kamu terus saja menatapku kamu tenang saja jiwa dan raga Mas hanya milikmu seutuhnya." Rakha pun menurunkan tubuh mungil istrinya ketika mereka telah sampai dalam kamar mandi dan keduanya pun mandi bersama..
__ADS_1
Rakha dengan lembut memandikan istrinya sedangkan Zahra merasa malu karena di perlakukan manis oleh suaminya..
"Aku bisa sendiri Mas, Mas mandi aja." ucap Zahra saat Rakha hendak menuangkan sabun ke punggung Zahra..
"Sudah sayang biarkan aku yang melakukannya. Karena aku ingin menjadikanmu ratu dalam hidupku dan mulai sekarang aku akan selalu memandikanmu." ucap Rakha sembari terus menggosok sabun di punggung istrinya..
Zahra pun tersenyum bahkan kini tertawa..
"Kalau Mas mandiin aku terus nanti aku berusaha menjadi anak kecil doang Mas,udah gak apa apa biar aku melakukannya sendiri." ucap Zahra sembari menatap sang suami..
"Sudah sayang kamu diam saja kemarin aja waktu aku belum bisa jalan kamu tanpa sungkan memandikanku dan juga merawatku dengan sepenuh hatimu sekarang gantian biarkan aku yang melakukannya..
__ADS_1
Zahra pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dalam hatinya berkata bahwa dia sendiri sehat dan bisa melakukannya sedangkan Rakha waktu itu kan dalam kondisi lumpuh jadi beda cerita, Zahra pun tersenyum dalam hatinya...