
Zahra pun meminta izin kepada Oma Widya untuk menemui Dokter Anwar,Zahra ingin konsultasi tentang terapi untuk Rakha..
"Itu bagus sayang kalau sekarang Rakha mau, dari dulu dia mah gak pernah mau di ajak terapi tapi semenjak ada kamu seperti menjadi semangat baru buat Rakha..."
Zahra pun tersenyum..
"Amin Oma,ya sudah Zahra berangkat dulu ya Oma sekalian mau ajak Mas Rakha." Zahra pun berlalu kembali kedalam kamarnya untuk membantu Rakha bersiap siap..
"Mas kita kerumah sakit ya,ketemu Dokter Anwar biar kamu bisa melanjutkan pengobatan kamu Mas, jangan nolak ya Mas aku mohon aku melakukan ini demi kesembuhan kamu."
Zahra pun mengganti pakaian Rakha dan kemudian dia juga bersiap..
"Iya sayang aku ikut aja,gak apa apa kok aku malah seneng sekarang jika aku terus begini juga gak apa apa kan ada kamu yang merawat dan menjagaku sekarang jadi aku gak akan marah marah lagi aku janji." Rakha pun tersenyum sembari menatap wajah Zahra..
"Mana bisa begitu Mas? Aku ingin kamu bisa seperti dulu lagi karena kata Oma kelumpuhan kamu masih bisa untuk di sembuhkan cuma katanya juga selama ini Mas gak pernah mau kalau mau di ajak berobat."
"Iya iya pasti Oma sudah banyak ngadu ya sama kamu?" Rakha pun memincingkan satu alisnya...
__ADS_1
"Mana ada Oma seperti itu? Ya sudah aku mau berganti pakaian dulu setelah ini kita berangkat.
Mas kamu terlihat berbeda hari ini?" ucap Zahra sembari tersenyum...
"Terlihat lebih ganteng kan suami kamu ini?" jawab Rakha dengan tingkat kepedean yang berlebih..
Zahra hanya tersenyum mendengar ucapan sang suami.. " kamu memang tampan Mas bahkan sangat tampan tapi aku takut jika nanti kamu sudah sembuh apakah kamu masih akan seperti ini ataukah kamu akan kembali kepada mantan kekasihmu?" gumam Zahra dalam hatinya sembari menatap Rakha dari pantulan cermin.
"Katanya mau berganti pakaian malah ini bengong? Ayo katanya mau berangkat nanti rumah sakit keburu penuh loh." goda Rakha sembari memutar kursi rodanya dan mendekati Zahra..
Zahra pun tersentak dari lamunannya dan tersenyum..
Wajah Zahra pun merah merona menahan malu,dia pun langsung mengalihkan pemandangannya..
"Gak tahu ah,ya sudah aku ganti baju dulu ya Mas tunggu." Zahra pun berlalu kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian..
Rakha merasa sangat senang ketika berhasil membuat Zahra malu..
__ADS_1
"Aku pasti akan membuatmu benar benar mencintaiku Za,dan aku akan pastikan bahwa akulah satu satunya lelaki yang akan menemani dan mendampingimu sampai ajal yang memisahkan kita. Walaupun di luar sana banyak wanita yang mungkin jauh lebih baik tapi bagiku kamulah yang terbaik." gumam Rakha dalam hatinya...
Tak perlu waktu lama Zahra pun telah keluar dari dalam kamar mandi dia terlihat sangat cantik kemudian Zahra pun menukar hijab yang dia pakai dengan warna yang senada dengan baju yang dia kenakan. Saat membuka hijabnya di depan Rakha, Rakha langsung terhipnotis dengan kecantikan sang istri...
"Kamu sangat cantik sayang." gumam Rakha dalam hatinya...
Setelah semuanya siap Zahra pun keluar dari dalam kamar mereka dengan Rakha yang terlihat sangat berbeda hari ini...
Sesampainya di rumah sakit Zahra langsung menuju ke ruangan Dokter Anwar karena sebelumya mereka telah membuat janji,jadi bisa konsultasi tanpa harus mengantri terlebih dahulu...
"Assalamualaikum Dokter selamat siang?" sapa Zahra ketika memasuki ruangan Dokter Anwar.
"Waalaikumsalam silahkan masuk. Wah sepetinya Pak Rakha terlihat berbeda ya hari ini jadi lebih seger gimana gitu?" ucapan Dokter Anwar membuat Zahra sedikit canggung...
"Ah Dokter bisa saja. Sama saja seperti kemarin kemarin bukankah udah hampir 10 tahun Dokter melihat saya masih begini saja?" jawab Rakha sembari sedikit tersenyum..
"Tapi ada yang berbeda seperti ada semangat baru gitu apa karana sudah menikah ya? Sehingga membuat Pak Rakha begitu bersemangat untuk sembuh. Coba kalau Pak Rakha seperti ini dari dulu pasti sudah pulih seperti sedia kala." Kali ini Dokter Anwar membuka kartu Rakha membuatnya merasa malu terhadap Zahra istrinya..
__ADS_1
"Dokter jangan buka kartu dong aku kan jadi gak enak sama istriku." gumam Rakha lirih membuat Dokter Anwar tak berhenti tertawa...