
Gerry pun langsung meninggalkan tempat dimana sang kakak sedang berduel dengan kekasihnya.
Dalam hatinya merasa miris karena harus melihatnya..
Rakha yang masih berada di samping Zahra pun tak henti hentinya terus menatap wajah Zahra yang masih terlelap kadang sesekali Rakha menggenggam tangan Zahra dan terus mengajaknya berbicara..
"Sayang ayo bangun buka mata kamu? ini udah hari ke10 kamu tidur sayang ayo bangun. Lihatlah sekarang aku sudah bisa berjalan lagi dan ini yang kamu mau bukan? Sayang ayo buka mata kamu Mas mohon."
Rakha pun tak henti hentinya terus mengajak Zahra berbicara hingga pintu ruangan Zahra di ketuk dengan pelan..
Rakha pun bangun dan membukakan pintu.
"Assalamualaikum Bu Nur." ucap Rakha sembari mencium punggung tangan Bu Nur...
"Waalaikumsalam Nak Rakha gimana kondisi Zahra apa sudah ada perubahan?" tanya Bu Nur dengan ekspresi yang tak biasa...
"Masih belum ada perubahan Bu, doakan saja somoga Zahra bisa secepatnya sadar." jawab Rakha sembari duduk di tepi ranjang..
Bu Nur pun melihat Rakha yang begitu khawatir membuatnya yakin bahwa Zahra telah menemukan laki laki yang benar benar tulus mencintainya bahkan dia selalu menjaga Zahra 2x24 jam..
"Yang sabar ya Nak Rakha, Ibu yakin tak lama lagi Zahra kita pasti akan kembali percayalah." Bu Nur mencoba mengutakan Rakha..
"Terima kasih Bu aku juga selalu berdoa yang terbaik untuk Zahra. Jujur separuh jiwaku pun ikut merasakan apa yang Zahra rasakan saat ini Bu." jelas Rakha sembari menatap lekat wajah Zahra yang masih terlelap..
Gerry yang baru saja mendengar bahwa Zahra mengalami sebuah kecelakaan dia merasakan khawatir. Pak Hendra dan istrinya hendak membesuk Zahra dan Gerry juga ikut serta.
"Ayah... Bunda.. Gerry ikut ya.." ucap Gerry lirih..
Pak Hendra pun bingung lalu menatap lekat wajah putra kesayangannya..
"Kamu mau apa? ingat Zahra adalah istri dari sepupu kamu dan kamu gak boleh menganggunya apalagi menggodanya." ucap Pak Hendra penuh penekanan..
Gerry pun tersenyum sembari menatap kedua orang tuanya...
__ADS_1
"Gerry memang mencintai Zahra semenjak pertama melihatnya di toko Ayah tapi Gerry gak akan seberengsek itu Yah karena Gerry tahu batasannya. Aku hanya ingin melihatnya saja lagi pula kalau emang dia bahagia sama Mas Rakha untuk apa aku mengganggunya tapi kalau Mas Rakha berani menyakitinya aku orang pertama yang akan menghajarnya."
Pak Hendra dan istrinya hanya menggeleng saja kemudian mereka duluan pergi ke mobil..
"Mau jadi ikut gak?" teriak Pak Hendra sementara Gerry masih berbicara sendiri..
Gerry pun langsung berlari menuju mobil..
"Ih Ayah sama Bunda gak asik."gerutu Gerry lirih..
Wajahnya di tekuk dan bibirnya pun di monyongkan kedepan..
"Ih anak Bunda kalau ngambek tambah ganteng ya Yah." ledek sang Bunda yang melihat Gerry sedang manyun..
"Ayah sama Bunda gak asik." Gerry pun mengulangi ucapannya..
Gerry yang selalu bertingkah seperti anak kecil membuat kedua orang tuanya sangat menyayanginya berbeda dengan Amar yang sikap dan karakternya tak bisa di tebak..
Tiga puluh menit kemudian keluarga Pak Hendra pun sampai di rumah sakit tempat Zahra di rawat.
"Waalaikumsalam.. Masuk Om.." ucap Rakha yang melihat Om dan Tantenya yang datang..
"Assalamualaikum." ucap Gerry yang memang sedari tadi ada dibelakang mereka..
Rakha nampak tak suka melihat Gerry pasalnya Rakha tahu jika Gerry menyukai Zahra..
"Waalaikumsalam masuk Gerr."ucap Rakha basa basi..
Tante Asti pun mendekati Rakha yang nampak sedih karena sudah hampir dua Minggu Zahra masih belum sadar dari komanya..
"Yang sabar ya Ka Tante yakin nanti Zahra pasti akan segera bangun dari tidurnya. Kamu harus kuat jangan berhenti berdoa." Tante Asti pun menasihati Rakha..
Pak Hendra pun ikut menimpali karena dia sendiri lebih dulu mengenal Zahra jadi Pak Hendra tahu bahwa Zahra bukankah wanita yang lemah..
__ADS_1
Gerry pun mendekati Zahra tanpa perduli dengan Rakha, hati Rakha sudah terasa panas melihat Gerry mendekati Zahra, namun niatnya masih di tahan karena ada Om sama Tantenya..
Gerry pun duduk di sebelah kasur Zahra tanpa menyentuh tangan atau apa. Gerry menatap Zahra..
"Za ayo bangun sudah terlalu lama kamu tidur kasihan Mas Rakha sangat khawatir. Kamu dulu berjuang untuk Mas Rakha sekarang kamu harus berjuang untuknya sekali lagi buka matamu jangan sampai nanti ada wanita lain yang menggantikan tempatmu di hati Mas Rakha." ucap Gerry sembari menatap Zahra pekat..
Rakha yang tadinya hendak emosi pun langsung melunak setelah mendengar ucapan Gerry..
Begitupun dengan Pak Hendra dan Bu Asti yang sedari tadi sudah tegang melihat tingkah Gerry..
"Za ayo bangun aku bilang, aku memang bukan siapa siapa kamu tapi aku juga sepupu suamimu jadi aku minta kamu bangun aku janji aku gak akan pernah mengganggumu lagi asal aku melihat kamu bahagia. Lihat suamimu sekarang dia sudah bisa berjalan apa kamu gak mau menemaninya hingga akhir hayat kalian nanti? Apa kamu mau menyerah begitu saja? Ayo bangun."
Gerry masih terus berbicara hingga Rakha melihat bahwa Zahra menangis berati Zahra merespon setiap kata yang di ucapkan Gerry...
Rakha pun langsung menatap Gerry dan kemudian memanggil Dokter..
Rakha menarik tangan Gerry lalu membawanya keluar, Pak Hendra sempat kahwatir takutnya Rakha salah paham dengan apa yang Gerry lakukan...
Di luar ruangan Rakha justru memeluk Gerry dengan erat.
"Terima kasih ya Gerr berkat kamu Zahra bisa sadar kembali terima kasih karena kamu sudah ikhlas menerima hubungan kami." ucap Rakha bahagia..
Gerry pun tersenyum.
"Aku tahu aku memang mencintainya semenjak pertama kami bertemu tapi aku sadar Mas hanya Mas Rakha yang ada di hatinya maka itu aku ingin agar Zahra sekali lagi berjuang untukmu Mas. jaga dia dengan sebaik baiknya jika suatu saat nanti Mas Rakha menyakitinya aku yang akan menjaganya dan menghajar Mas tanpa ampun."ucap Gerry sembari tertawa..
Rakha pun terdiam sesaat ketika mendengar bahwa hanya dia yang Zahra sayang maksudnya apa?
"Tunggu maksud dari kata kamu apa tadi?" tanya Rakha dengan penuh rasa curiga..
Gerry pun tersenyum..
"Aku pernah menyatakan perasaanku padanya setelah beberapa bulan kalian menikah. Tapi Zahra kekeh untuk tetap mendampingimu katanya hatinya telah bersamamu dan Zahra juga meminta agar Mas jangan sampai tahu tentang hal ini. Namun aku gak mau menyembunyikan apapun dan Mas jangan cemburu sekarang aku sedang mencoba untuk mengubur dalam dalam rasa cintaku kepadanya karena bentuk dari mencintai adalah merelakan orang yang kita cintai bahagia." Gerry pun tersenyum namun terlihat sedih..
__ADS_1
Rakha pun sadar tenyata sebesar itu cinta Gerry kepada Zahra bukannya cemburu namun Rakha justru simpatik dan berharap kelak Gerry akan di pertemukan dengan wanita yang jauh lebih baik dari Zahra...