PRIA LUMPUH PILIHANKU

PRIA LUMPUH PILIHANKU
Part 22


__ADS_3

Sesampainya di rumah meraka di sambut oleh Oma Widya dan Pak Ivan mereka sangat senang karena Zahra talah bisa kembali ke rumah meraka lagi dan yang lebih membahagiakan adaah kesembuhan Rakha yang begitu cepat..


"Selamat datang sayang akhirnya kalian kembali juga Oma sangat bahagia melihat kalian kembali." Oma Widya pun langsung memeluk Zahra dengan sangat erat..


"Iya Oma Zahra juga sangat merindukan Oma, bagaimana kabar Oma dan Ayah kalian sehat kan? Maaf ya Zahra terlalu lama tak mengurus kalian." Zahra pun nampak sedih karana selama beberapa hari Zahra harus di rawat di rumah sakit..


"Sudah sayang sekarang kamu jangan pikirkan lagi lebih baik sekarang kamu ke kamar dan istirahat. Rakha bawa istrimu ke kamar dan kalian beristirahatlah." titah Oma Widya sembari tersenyum..


Rakha pun hanya menganggukkan kepala dan kemudian tersenyum..


"Ayo sayang kita istriahat. Sebentar lagi kamu juga harus minum obat kan aku mau kamu cepat sembuh." Rakha pun menarik tangan Zahra dengan lembut kemudian mereka berdua menaiki anak tangga karana kini kamar Rakha dan Zahra telah berpindah ke lantai dua..

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar yang sudah tertata dengan sangat rapi membuat suasana kamar menjadi lebih berbeda..


"Sayang sebaiknya kamu istirahat dan jika kamu memerlukan sesuatu kamu tinggal bilang saja sama aku ya,aku pasti akan menyiapkan semuanya." ucap Rakha yang kemudian mengantar Zahra ketempat tidur untuk berbaring...


Zahra pun hanya tersenyum dan mengikuti ucapan Rakha karana dia tak mau membuat Rakha sedih lagi..


"Iya Mas ya sudah aku istirahat Mas juga harus istirahat." ucap Zahra sembari tersenyum...


"Iya sayang ya sudah kita istirahat ya aku juga sepertinya sangat lelah dan aku juga butuh istirahat sepetinya. Sayang kalau kamu sudah benar benar sembuh aku ingin meminta hak aku sebagai suami kamu karena sekarang aku sudah sembuh jadi boleh ya." ucap Rakha merengek seperti anak kecil..


Zahra pun tesipu malu mendengar ucapan Rakha yang ingin mendapatkan hak nya sebagai suami membayangkan saja Zahra sudah merasakan ngilu apalagi jika harus benar benar merasakan tombak sakti milik suaminya itu..

__ADS_1


Zahra pun mengangguk dan hal itu membuat Rakha sangat bahagia dan langsung memeluk Zahra dengan sangat erat dan kemudian Rakha pun mengecup bi*ir Zahra dengan sangat lembut..


Dan kini tangan Rakha pun mulai akhir Zahra sendiri merasakan sesuatu hal yang menjalar di dalam darahnya seolah menginginkan sesuatu yang lebih dari suaminya..


Rakha yang melihat Zahra mulai menikmati permainannya pun merasakan senang untuk melakukan hal yang lebih lagi kepada sang istri mungkinkah sang Istri telah siap untuk menunaikan kewajiban meraka yang telah terlewatkan begitu lama..


Rakha pun membuat Zahra merasakan sesuatu hal yang amat sangat berbeda hatinya berdesir tak karuan bahkan kini hijab di kenalannya pun telah terlepas dengan satu tarikan saja..


Rakha benar benar sangat menikmati suasana ini begitupun dengan Zahra yang juga sepertinya sangat menikmatinya.


Setelah mereka selesai dengan ritualnya Rakha pun tersenyum kearah Zahra dan kemudian kembali mengecup kening sang istri..

__ADS_1


"Terima kasih ya sayang karena kamu telah mau menjadi istri yang sesungguhnya jangan pernah tinggalkan aku untuk alasan apapun. Aku ingin kamu yang selalu ada di sampingku saat aku membuka mata dan pada saat aku menutup mata." Rakha pun tersenyum bahagia dan kemudian keduanya pun terlelap...


__ADS_2