
Hari ini berjalan seperti biasa
Kemudian...
Dari jendela kantornya, Raisa terpaku memandang kagum pada sosok yang keluar dari mobil. Jika dirinya adalah pria, maka dipastikan akan terpesona dan jatuh hati melihat sikap anggun yang dimilikinya. Tergambar pesonanya yang tenang, memancarkan aura yang kuat.
Wanita itu mengenakan kacamata ray-ban dijadikan bando diatas rambut panjangnya yang tergerai indah.
Raisa yakin rambutnya yang nampak cantik sempurna itu tentu didapat dari perawatan rutin. Sesaat Raisa tersenyum samar, mengingat dirinya dulu juga, terbiasa melakukan deep treatment dengan hair cleansing musk untuk membersihkan sekaligus merawat rambutnya, begitupula blow dry, biasa dilakukannya untuk mendapatkan rambut cantik mempesona.
Raisa memperhatikan kulit wajah dan tangannya yang bercahaya maksimal, kulit wajahnya sangat segar dan putih terawat membuat penampilannya sangat menawan.
Bagaimana pun, Raisa adalah wanita, rasa suka dengan tampilan wajah sempurna tetap jadi perhatian utamanya sekalipun bukan lagi prioritas nya, ia tetap tahu bagaimana mengaplikasikan sebuah alat make up, untuk bisa tampil maksimal seperti wanita ini.
Untuk memiliki kulit wajah mulus seperti itu, tentu harus rajin membersihkan wajah dengan sabun khusus kemudian dilanjutkan dengan pelembap yang disesuaikan dengan jenis kulit.
Bagi wanita karir, menggunakan base make up tentu hal yang penting. Dilanjutkan dengan pemberian foundation ke seluruh wajah temasuk concealer pada area wajah, dilanjutkan dengan bedak dengan warna senada dengan warna kulitnya, Raisa juga tahu wanita ini, memakai tehnik contouring untuk mempertegas tulang pipinya.
__ADS_1
Raisa beralih pada kombinasi atasan dan bawahan yang dikenakannya sangat anggun dan elegan, nyata jika dress yang dikenakan nya dari bahan berkelas, termasuk tas nya, Raisa tahu tas itu dari jauh, itu adalah salah satu koleksi hermes yang ikonik.
Lalu berakhir di kaki nya yang jenjang, Wanita ini memiliki postur tubuh seorang model, bahkan cara berjalannya pun bak model papan atas ditunjang dengan pemilihan sepatu pantofel dengan hak rendah.
Ketika sibuk dengan fikirannya, wanita itu telah sampai di ambang pintu, didengarnya Sinta yang menyambut dan mempersilahkan duduk di ruang khusus tempat menerima tamu sekolah sambil menanyakan keperluannya hadir di sekolah.
Raisa dapat mendengar wanita itu menyebutkan namanya...Nadya ... lalu keperluannya mencari Naomi, ia adalah mamanya, Naomi.
Deg...
Akhirnya, hari ini tiba, jadi... dia ibunya Naomi. Bukankah itu juga yang selalu ingin diketahuinya? Wanita itu sangat cantik dan berkelas. Wanita itu kemungkinan berusia diatas 25 tahun atau di bawah 30 tahun. Mungkin beberapa tahun diatasnya, Raisa tahun ini berusia 24 tahun.
Kulitnya pun tidak se cemerlang dahulu. Raisa tetap rajin merawat diri, namun ia tahu jelas perbedaannya bila sering ke spa dan salon kecantikan.
Ah... ada-ada saja fikirannya, untuk apa membandingkan begitu? Gumamnya sambil nyengir menertawai diri sendiri.
Sinta masuk ke ruangan Raisa, dan menyampaikan berita Kedatangan seorang wanita cantik ke sekolah di jam sekolah, saat anak-anak PAUD tengah asik mengikuti pembelajaran, cukup mengagetkan Raisa. Wanita yang mengaku sebagai mami dari Naomi, ingin bertemu anaknya.
__ADS_1
Raisa tentu saja sudah mendengar semuanya. Ia memutuskan keluar dan berkenalan dengan mama Naomi. Bagaimana pun tidak ada masalah diantara mereka berdua. Mereka bahkan belum saling kenal. Raisa tidak seharusnya memandang skeptis pada ibu Nadya meskipun Pak Mario, sebagai suaminya, sudah bercerita sedikit perihal hubungan mereka. Apapun penyebabnya, Raisa tidak memiliki hubungan dengan perkara mereka.
Raisa akhirnya keluar untuk menemui mama Naomi dan menyalaminya dengan sopan sembari memperkenalkan diri sebagai Kepala Sekolah. Setelah berbasa basi seperlunya termasuk perihal Naomi yang telah 4 bulan bersekolah disitu.
Raisa meminta Sinta menjemput Naomi di kelas. Karena berjanji hanya ingin melihat dan bertemu anaknya, Raisa merasa, dirinya tidak berhak menghalangi. Raisa pun mengijinkan wanita, yang disebut Naomi sebagai mami Nadiah itu, untuk bertemu putrinya di ruangan kepala sekolah. Naomi, seorang anak yang polos dan lugu. Kehadiran wanita itu membuat nya menunjukkan sisi polosnya sebagai bocah yang bertemu ibunya. Mereka berpelukan dan Naomi langsung berceloteh riang. Dan dengan polosnya bercerita juga tentang Raisa yang sudah dianggap seperti bunda keduanya.
Nadya, mengangkat mukanya dan beralih menatap Raisa, ada tatapan aneh yang ditangkap Raisa disana. Mungkinkah, wanita itu penasaran sejauh apa kedekatan antara putrinya dengan Raisa selalu gurunya.
Mendengar itu Raisa kontan merasa nyeri dalam perutnya. Bocah kecil itu membuat nya terharu, namun tatapan tidak suka dari ibunya, membuat Raisa merasa aneh.
Setelah mengirimkan chat pada Mario, tentang kehadiran Nadya, bagaimana pun. Mario pernah mengatakan ia dan mami Nadiah telah berpisah dan hak asuh ada pada papanya itu. Meski tidak mengatakan keseluruhan tentang perpisahan mereka berdua, toh Raisa juga merasa ia bukan seseorang yang istimewa bagi Mario, hingga perlu tahu semua menyangkut mereka.
Ketika melihat Mario turun dari mobilnya, dan menjadi bahan perhatian ibu-ibu yang menjemput anaknya. Raisa segera memilih menjauh lewat pintu samping, kebetulan mobilnya sedang di bengkel, ia pergi dengan menaiki ojol setelah berpesan pada Sinta untuk mengawasi mereka selama berada di lingkungan sekolah. Raisa tidak ingin menjadi duri diantara keluarga kecil itu, sekalipun mereka berpisah. Namun mereka memiliki Naomi, Raisa memilih menghindar.
Selain itu, Raisa tidak ingin Nadya, menemukan keanehan pada wajah Pak Mario yang biasa ditunjukkan bila melihat Raisa, bagaimana pun, Raisa dapat merasakan ketegangan dan kengerian bila itu terjadi disekolah nya.
Ia bukanlah wanita perusak rumah tangga orang, bukan wanita pengganggu suami orang. Raisa bukan tipe wanita yang bisa berselingkuh. Hari ini disadarinya, selama ini sikap Mario padanya sebagai bentuk main-main belaka. Lelaki cenderung mencoba mencari-cari kesempatan, Raisa tahu, dirinya cukup menarik untuk menjadi bahan godaan kaum lelaki. Bila Raisa terjebak dalam rayuan gombal itu, maka yang terjadi adalah, besok ia akan diamuki wanita-wanita, istri orang yang mendengar berita... seorang guru bermain mata dengan ayah muridnya. Berapa memalukan bukan?
__ADS_1
Sebelum itu terjadi, Raisa harus segera menyingkir, mencari tempat yang jauh atau menghindar sekuat dayanya. Seorang wanita dapat menjadi kuat dengan kepercayaan dirinya. Seorang wanita juga dapat menjadi lemah jika memilih menyerah dan mengikuti arus. Namun Raisa memilih untuk acuh. Ia akan mengabaikan semua yang berkaitan dengan pria, terutama pria penggoda.