
Nadya menemui Raisa secara pribadi.
"Apa kabar bu guru, kita jumpa lagi, maaf waktu itu, kita tidak sempat bercerita banyak". Nadya datang dengan penampilan Anggunnya, seperti pertama mereka bertemu, barang yang melekat pada tubuhnya semuanya adalah barang branded.
" Baik, bu Nadya, ada yang bisa saya bantu?atau ini ada hubungannya dengan Naomi, sehingga anda menemui saya secara pribadi". Raisa tetap tenang dan menaruh hormat pada wanita di depannya, bagaimanapun, wanita ini ibu dari salah satu muridnya.
"Trimakasih bu Raisa, atau mungkin saya panggil dek saja? saya baru tahu kalau ternyata saya masih jauh lebih tua dari bu guru Raisa". Nadya tersenyum manis.
" Terserah saja kak Nadya". Raisa lebih dulu mengubah panggilannya.
Nadya kembali tersenyum.
"Wanita ini memang cantik dan menarik". Gumam Nadya di hati
" Begini dek Raisa, saya ingin mengucapkan terimakasih atas semua perhatian dek Raisa pada Naomi selama ini". Nadya menatap lekat pada Raisa.
"Sama-sama Kak, itu sudah tugas kami sebagai gurunya, sejak Naomi dimasukkan ke lembaga ini, sudah tanggung jawab kami untuk memperhatikan semua yang menyangkut Naomi, apalagi, Naomi tidak hanya sebagai murid, tapi juga ikut dalam daycare atau TPA, maka kami harus ekstra perhatian, tidak saja dari segi perkembangan kecerdasan,motorik, tapi semua aspek termasuk kesehatan, kebersihan dan kegiatan lain diluar jam sekolah ". Raisa mencoba memberi pengertian pada mommy Naomi ini.
" Betul sekali dek Raisa, namun selain itu, saya dapat melihat ada kedekatan khusus antara dek Raisa dengan anak saya Naomi". Terdengar Nadya sedikit memberi penekanan pada kata anak saya.
Raisa tersenyum.
__ADS_1
"Benar kak, putri kak Nadya sangat cerdas, lucu dan menggemaskan, sungguh mudah jatuh cinta pada anak kakak, sangat menyenangkan dan membuat rindu siapapun yang mengenalnya". Raisa mengakui dengan tulus rasa sukanya terhadap Naomi.
Nadya ikut tersenyum, pandangannya dalam menatap Raisa.
"Benar sekali dek, siapapun mudah jatuh cinta padanya", Tiba-tiba saja Raisa menangkap mata Nadya berkabut tebal lalu perlahan butiran-butiran bening mulai membasahi pipinya yang putih mulus, menimbulkan rasa iba dihati Raisa.
" Andai saja papanya mau memberi kesempatan, aku akan menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya untuk kebaikan anak kami". Suara Nadya kecil serupa mencicit.
Raisa terdiam, menanti Ucapan Nadya berikutnya.
"Naomi masih terlalu kecil untuk memahami permasalahan kami, anak itu hanya mengharapkan papa mamanya bisa ada disisinya". Nadya menghela nafas sebelum melanjutkan.
" Andai papanya tidak begitu keras kepala waktu itu, mungkin kami masih tetap bisa berkumpul, dan karena kami tidak diijinkan bertemu, Naomi terpaksa diasuh oleh orang berbeda dan sering berganti-ganti, jika kami bersama, mungkin saja semua akan baik-baik saja". Nadya mencoba untuk mencurahkan isi hatinya pada Raisa.
" Apapun itu, saya doakan permasalahan kak Nadya dengan pak Mario, bisa selesai dengan baik, terutama untuk kebaikan Naomi". Raisa sungguh tidak bisa ikut membahas ini, apalagi dirinya tahu betul bagaimana Mario sering menggodanya, ia takut kalau terlalu terlibat, malah akan menimbulkan salah faham di kemudian hari.
"betul dek, sekali lagi terimakasih atas perhatian dan pengertian dek Raisa". Nadya tampak tersenyum lebar, sembari mencoba memeluk Raisa.
Raisa mencondongkan tubuhnya, melakukan hal yang sama, ikut memeluk tubuh Nadya, toh diantara mereka tidak ada permasalahan apapun.
Ketika Nadya meninggalkan ruangan, Raisa masih berdiri terpekur cukup lama mencoba memahami maksud kedatangan Nadya hari itu.
__ADS_1
Nadya tentu saja sudah banyak mendengar tentang Naomi yang kondisi tubuhnya saat ini sangat cocok dengan kondisi alam disini.
Terbukti dengan kondisi tubuhnya yang semakin baik, meski Raisa tidak melihat secara langsung kondisinya di masa lalu, namun berdasarkan uraian Mario, Wieke, Erik, Nadya dan juga dokter yang merawatnya, kondisinya sangat memprihatinkan.
Dalam setahun, menurut riwayat penyakitnya, keadaan tubuh yang membengkak, melepuh disertai demam dan sesak itu, bisa kambuh 5 sampai 6 kali dengan durasi waktu setiap muncul, bisa berlangsung selama satu bulan belum termasuk hari-hari menunggu proses penyembuhan.
Itu artinya, hanya sedikit waktu yang dimilikinya untuk dapat bersekolah ataupun keluar rumah dan bermain bersama teman-temannya.
Namun semenjak berada di sini, selama kurang lebih 5 bulan, baru sekali penyakit itu muncul, dan terparah selama 3 hari, kemudian hari-hari berikutnya sebagai proses penyembuhan hingga kulitnya benar-benar bersih selama seminggu.
Menurut dokter, itu adalah proses tercepat selama kurun waktu 2 tahun, sejak penyakit itu muncul dan mengganggu keseharian anak kecil itu.
Raisa tidak menganggap keberadaan dirinya sebagai suatu faktor penting, karena sebelum dirinya pun, Orang-orang disekitarnya, memperlakukan Naomi juga sangat baik dan penuh perhatian.
Sekalipun Mario menganggap dirinya sangat berarti bagi Naomi, itu hanya kepandaian seorang Mario memainkan hati seorang wanita.
Hanya saja, mendengar riwayat seorang Mario yang dingin dan arogan, seorang yang sangat perfect dan sangat mementingkan kemajuan perusahaannya.
Sehingga berdampak pada keluarganya, sehingga istrinya yang merasa terabaikan karena kesibukannya, cukup membuat Raisa prihatin.
Terasa cukup menggelitik, bagaimana pria itu berubah saat bertemu dirinya, sungguh semua riwayat buruk yang didengarnya itu tidak berlaku.
__ADS_1
Kepiawaian Mario berkata-kata dan mengeluarkan rayuannya membuat Raisa sedikit terbuai. Mungkin juga memang dirinya sudah jatuh dalam pesonanya, hanya saja Raisa selalu bisa menyembunyikan dari Mario dengan sikap bar-barnya.
Tapi, kedatangan Nadya menyadarkan Raisa, ia tidak boleh melangkah lebih dekat, ia harus memberi jarak, Nadya lebih berhak mendapatkan haknya.