Putri Kecil Tuan Mario

Putri Kecil Tuan Mario
Bab. 32 Menghadirkan Nisa


__ADS_3

"Terimakasih mbak, Darren sudah banyak kemajuan sekarang, kemarin saat ber telepon dengan ku, Dia bilang sedang mengikuti camping dilanjutkan dengan latihan berkuda di sekitar perkemahan". Raisa tampak antusias membahas adiknya bersama Nisa.


Cukup jauh dari mereka, sehingga perbincangan mereka tidak sampai ke telinga Raisa dan Nisa, duduk berdekatan Romy dan Mario. Mario yang tadinya membahas bisnis dengan kakaknya mengalihkan perhatiannya, menatap Raisa dalam diam.


Gadis itu tertawa bahagia, tersenyum sangat manis ketika membahas adiknya yang mengalami perkembangan kejiwaan lebih baik.


Sangat jarang, Mario melihat senyumnya seindah itu, kecuali saat menemani Naomi, putrinya, karena Naomi, termasuk anak yang memiliki daya pikat luar biasa dengan kecerdasan dan keluguannya.


Bang Romy yang melihat adiknya, jelas tahu, adiknya sudah terjerat sangat jauh, tak tertolong lagi, hatinya tidak bisa berpaling dari wanita muda yang cantik dan cerdas itu.


Seperti juga dirinya dulu, yang tak mampu lagi lepas dari pesona, Nisa, sehingga harus berpura-pura mengalami masalah keterpurukan mental untuk dapat mendekati, pujaan hatinya.


"Apakah kita perlu membuat drama untuk menjeratnya hemmh... ". Bisik Bang Romy membuyarkan perhatian Mario.


Mario mengusak rambutnya. Tersenyum tipis.


" Abang sudah cukup menghadirkan mbak Nisa, disini, itu membuatnya bahagia, bertemu seseorang yang dipercayainya ". Suara Mario terdengar rapuh.


" Untuk diriku, aku hanya perlu membuktikan aku serius, termasuk urusan dengan Nadya, tapi tidak bisa tergesa-gesa bang, itu akan membuatnya merasa bersalah, dia belum tahu masalah kami sesungguhnya, tepatnya dia bisa berfikir aku yang tidak setia". Mario menerawang jauh.


"Apa Nadya, sering kemari? ".

__ADS_1


" Beberapa kali, aku tidak bisa mencegahnya, Naomi berhak bertemu mommynya". Keluh Mario


"Dia ibunya, tapi dia tidak ada tiap kali Naomi menderita karena penyakitnya". Gerutu Romy. Mario mengangguk membenarkan.


" Bagaimana perkembangan keponakan ku? " Romy mengalihkan pembicaraan.


"Tampaknya alam disini bisa berfungsi untuk menyembuhkan". Mario mencoba menarik kesimpulan


" Kurasa abang juga bisa merasakan bagaimana beban yang ada bisa hilang seketika saat melihat hijaunya hutan disini, sejuknya angin pegunungan berhembus bahkan bisa meredam emosi kita".


"Kecuali dalam kondisi patah hati mungkin atau cinta yang belum terbalas". Romy mengedikkan bibirnya, mengejek adiknya.


"Okey... okey... lanjutkan yang tadi". Romy mengalah.


"Menurut dokter, seorang pakar dari Luar membuat sebuah penelitian, dan hasil dari penelitiannya menyebutkan bahwa ada satu cairan yang dihasilkan dari pepohonan hijau yang lebat ini, dinamakan phytoncides, jadi phytoncides ini dapat membantu kerja sistem imun pada manusia. phytoncides berupa cairan.


"Untuk kasus Naomi, keadaan alam yang masih sangat alami ini menjadikan kondisi dimana di dalam dirinya yang bermasalah itu, mengalami kondisi yang menenangkan, terlebih kehadiran Raisa yang mampu memberi perhatian yang dibutuhkannya, Raisa memang seorang guru, namun ada bentuk perhatian lain yang secara pribadi hanya dia yang memiliki itu, mungkin karena dia pernah mengalami kekecewaan, kehilangan dan kesedihan yang mirip sehingga sebagai orang dewasa, Raisa mampu menuntun Naomi untuk tidak mengalami hal yang sama". Mario berbicara panjang lebar dengan perasaan penuh rasa haru.


"Kau menyukainya karena sudah menolong anakmu? " Romy ingin memastikan.


"Perasaan ini ada sebelum aku mempertemukan mereka, bang, dia memikatku dengan sifat bar-bar nya itu". Mario tersenyum lebar.

__ADS_1


" Abang sudah tahu kan? Bagaimana dia memperjuangkan adiknya dan bagaimana dia mempertahankan sekolah nya". Romy mengangguk.


"Kalau begitu berjuanglah terus, abang akan selalu mendukung".


Mario lagi-lagi tersenyum, abangnya seorang yang sangat peka terhadap adik-adiknya.


Hubungan mereka sejak kecil selalu terjalin baik dan diisi dengan petualangan seru.


Kakaknya selalu melindungi sekaligus mengayomi mereka, bahkan disaat tersulit mereka dulu, ketika ayah mereka kehilangan perusahaan karena kecurangan seorang teman.


Ketika itu ayah dan ibu mereka harus memulai kembali dari bawah, bahkan sempat Romy dan adik-adiknya berjualan sayur-sayuran, buah-buahan bahkan mainan musiman.


Masa itu memang tidak berlangsung lama, 3 tahun masa sulit itu, sempat membuat Romy terlibat dengan gang pembuat onar, gang yang bekerjasama dengan rekan bisnis ayahnya sampai akhirnya berhasil mencurangi ayahnya dan mengambil alih usaha ayahnya.


Hanya untuk meyakinkan gang tersebut, Romy akhirnya membuat tato ditubuhnya, usahanya tidak sia-sia karena akhirnya, mereka dapat tertangkap, meski tidak mengembalikan semua yang sudah dicuri, namun rekan-rekan bisnis ayahnya kembali menaruh kepercayaan.


Kini setelah mengetahui kenyataan bahwa, gadis yang diinginkan adiknya adalah wanita muda yang kuat dan tabah, Romy bertekad membantunya.


Terlebih Raisa ternyata sudah berteman dengan Nisa, istrinya, semakin membulatkan tekad Romy, terlebih Mario.


Bukan karena mereka pernah berada pada kondisi yang sama, Sama-sama terpuruk, tapi pada kenyataannya, Raisa wanita mandiri, mereka keluarga yang menghargai setiap tetes jerih payah seseorang, maka sangat mudah menerima dan mencintai orang-orang yang memiliki keterikatan dalam prilaku dan keyakinan yang sama.

__ADS_1


__ADS_2