Putri Kecil Tuan Mario

Putri Kecil Tuan Mario
Bab. 44 Mencari Tahu


__ADS_3

Sudah seminggu, Naomi diantar jemput mommynya, pulang dan pergi ke sekolah.


Seperti pagi ini...


Kali ini Sinta bertugas menyambut murid-murid yang datang.


"Selamat pagi bunda Sinta". Sapa Rosa sambil mengacungkan kepalan tangannya, sebagai salam jumpa, Sinta melakukan hal yang sama.


" Selamat pagi, anak pintar". sapa Sinta


" Assalamu'alaikum bunda Sinta... ". Zakiyyah mengulurkan tangan untuk menjabat tangan bu Sinta, begitu pula Sinta menyambut jemari Zakiyyah dan menggenggam ramah.


" Waalaikumsalam... Zakiyyah sayang". balas Sinta.


" Selamat pagi bunda... ". Rio memilih tos atau high five sebagai salam perjumpaan pagi ini, tangan Rio dan bu Sinta saling terbuka lebar dan bertemu di udara.


" Selamat pagi Rio, pintar". sapa Sinta


Giliran Naomi, tiba dengan diantar mommynya, Naomi turun dari mobil dengan lesu.


"Assalamu'alaikum, bunda Sinta". Ucap Naomi pelan, tidak menunjukkan pilihan salam perjumpaan..


" Kok lesu, tidak biasanya? " Gumam Sinta.


Nadya memandang putrinya dari dekat mobil.


"Waalaikumsalam, cantik, ada yang masih ngantukkah?. Tegur Sinta


Naomi menggeleng, masih ogah-ogahan.


" Mau pilih salam yang mana? ". tanya Sinta, akhirnya melihat Naomi yang kurang bersemangat.


Tangan kecilnya menunjuk gambar pelukan.


" Oh... okey, sini sayang bunda peluk ". Akhirnya Sinta tersenyum lebar dan segera membawa bocah cilik itu ke dalam pelukannya.


Mata Sinta menangkap isyarat mata dari mommy Naomi.

__ADS_1


" Semalam dia rewel bu Sinta, sudah sebulan papanya di Amerika, baru semalam bisa telponan, itupun cuma sebentar, jadi Naominya ngambek". Nadya membuka pembicaraan begitu melihat Naomi sudah berjalan ke kelasnya.


"Oh... begitu yah bu?, pantas beberapa minggu, pak Mario tidak kelihatan, rupanya ke Amerika". Sinta menjawab polos.


" Oh jadi pak Mario nya tidak cerita ke pihak sekolah kalau keluar negeri?. Nadya menaikkan alis tanda heran, tentu Sinta tahu, pihak yang dimaksudnya, tentu bu Raisa.


"Sepertinya kali ini pak Mario tidak ada pemberitahuan kepada kami bu Nadya". Sinta menjawab jujur.


" Mungkin karena minggu-minggu lalu, masih ada bu Wieke, selain itu saat bu Wieke ke kota, kan ada bu Nadya yang kesini". Sinta lagi-lagi bicara apa adanya.


Karena untuk apa pak Mario memberitahu sekolah semua urusannya, kecuali kalau tidak ada yang menemani Naomi sehingga dititipkan ke sekolah seperti waktu-waktu lalu.


Karena memang di waktu sebelumnya, pak Mario sengaja menitipkan Naomi kepada bu Raisa untuk memantau Naomi langsung, di awal kepindahannya kesini, sekaligus untuk mengetahui apakah Naomi bisa cocok dengan lingkungan di desa ini.


Selain itu, di awal-awal, Naomi dan pak Mario banyak memerlukan informasi untuk keperluan Naomi saat mencoba bergabung ke sekolah, sekaligus sebagai murid penitipan yang tinggal hingga sore, bahkan ikut nginap bersama bu Raisa.


Namun, ke belakang ini, perkembangan Naomi tampak jauh lebih baik, sehingga mungkin menurut pak Mario, tidak perlu menyampaikan beberapa informasi ke pihak sekolah.


Setidaknya begitulah yang Sinta tahu, Nadya tampak menunjukkan raut senang setelah mendengar penyampaian Sinta.


Bukankah itu berarti, memang tidak ada apa-apa diantara Raisa dan Mario? sesuatu hal yang sesungguhnya, sangat ingin Nadya ketahui.


Bukan cuma karena segan dan takut pada kakaknya, tapi juga karena Wieke memang sangat menghargai dan menjaga privacy kakaknya, mereka terbiasa tidak saling mencampuri urusan kecuali diminta pendapat.


Atau bila benar-benar diantara mereka terlihat mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan, maka tak perlu diminta, mereka akan membantu.


Seperti urusan menjaga Naomi, Wieke tahu kakaknya membutuhkan bantuan, karena itu, dirinya selalu siap pulang pergi dari kota besar tempat tinggalnya ke kota kecil ini.


Meskipun Wieke tidak lama lagi akan menikah, namun melayani saudara-saudaranya tetap diutamakan, karena mereka sejak kecil sudah terdidik untuk seperti itu.


Meskipun mereka secara sadar saling membantu, tidak ada seorang pun akan memaksakan kehendak dan keinginan pada saudaranya.


Nadya, tahu betul keadaan itu, itulah mengapa dirinya tetap leluasa berada di seputar keluarga Mario, karena mereka menganggap itu Hak Mario untuk memutuskan.


Mereka tahu, Mario pernah sangat menyayangi Nadya, meski dengan caranya sendiri.


Mario mungkin tidak selalu ada untuk Nadya karena kesibukannya, Mario bukan pria romantis yang selalu mengajak pasangannya dinner berdua.

__ADS_1


Namun Mario memberi kepercayaan pada Nadya untuk menjadi ratu dalam rumah tangganya, Nadya mengatur semua urusan rumah tangga mereka, Mario mengijinkan semua keputusan penting di tangan Nadya.


Sayang Nadya, tidak merasa cukup dengan semua itu, bahkan kesetiaan seorang Mario dia lupakan dengan perselingkuhan.


Mario tidak pernah menyampaikan detilnya, namun bang Romy tahu, meski adik-adiknya yang lain tidak diberitahu.


Keputusan Mario yang cukup kontroversi, meninggalkan Nadya namun mengijinkannya tetap datang menengok anaknya dan meminta semua orang tetap menghargai Nadya, diterima semua keluarganya dengan terbuka.


Termasuk ketika memutuskan akan kembali memberi Nadya penghasilan bulanan selama dirinya tetap datang mengunjungi putrinya, sebagai bentuk tanggungjawab sebagai ibunya, tidak ditolak oleh siapapun dalam keluarga mereka.


Tidak ada satupun yang mencela atau menggugat keputusan Mario, bahkan jikalau Mario memutuskan memaafkan Nadya setelah pengkhianatannya.


Nadya tentu saja sangat senang dengan keputusan Mario ini, karena sesungguhnya ia teramat menyesali kebodohannya.


Hanya karena kekecewaan dan kecurigaannya dengan sikap acuh dan kurang peka dari Mario, sehingga ia membiarkan dirinya terjebak dalam fikiran buruk.


Fikiran buruk itu yang terus menghantuinya dengan fikiran Mario memiliki wanita-wanita simpanan karena kesibukannya yang jarang menghubungi nya, jarang di rumah serta seringnya bepergian untuk waktu yang lama.


Nadya terus dihantui fikiran buruknya, sehingga ia merasa tidak berdaya untuk bertengkar, karena Mario dan dirinya berasal dari latar belakang keluarga yang menjaga tatakrama dan tidak banyak bicara hal-hal yang tidak sopan dan tidak pantas diributkan.


Mereka berasal dari keluarga terpandang dan terpelajar yang banyak menggunakan kepala dingin dibanding bertindak frontal yang membabi buta.


Entah apa yang merasuki fikiran Nadya, ketika itu, hingga kelakuan suaminya yang dianggapnya terlalu tidak peduli itu, sehingga dengan mudah ia dipengaruhi pria lain.


Pria yang merupakan pasangannya dalam suatu iklan.


Karena seringnya mereka bertemu sehingga Nadya terperangkap dalam semua bentuk perhatian dan kasih sayang yang diberikannya.


Nadya tergoda untuk berbuat bodoh, merasa telah mendapatkan perhatian dan cinta yang tidak di dapat dari suami super sibuknya.


Kebodohan yang membawanya dalam penyesalan karena ia lupa Mario bukan pria bodoh yang bisa dibohongi, Mario sosok pria dingin yang tidak bisa memaafkan seseorang yang berkhianat.


Meski memaafkannya kemudian hari, Nadya tahu ia butuh berjuang keras untuk mengembalikan rumah tangganya.


Dan itu dimulai dengan meraih cinta dari Naomi, anaknya.


Mencari tahu lewat Mario tentu tidak mungkin, bisa-bisa Mario akan mencurigainya dan menganggapnya memprovokasi.

__ADS_1


Dirinya bisa kehilangan kepercayaan lagi, terlebih saat permasalahan rumah tangga mereka yang diputuskan Mario, sangat sulit bagi Nadya untuk bisa meraih hati Mario, pria yang sebenarnya sangat dicintainya.


__ADS_2