Putri Kecil Tuan Mario

Putri Kecil Tuan Mario
Bab. 40 Setelah 3 Tahun


__ADS_3

Berjalan dengan langkah pelan, wanita itu mengenakan jaket jeans, dalaman kaos putih, dibalut celana jeans ketat dengan sepatu kets warna senada, ditambah dengan topi caddy menutupi rambutnya yang diikat kuncir kuda.


Wanita itu tampak jauh lebih muda dari usianya, kulitnya putih terawat dengan wajah tampak glowing meski tetap menunjukkan sedikit guratan penanda usianya sudah bukan gadis remaja lagi.


Dia mami Raisa, berjalan pelan menuju ruang kunjungan ditemani petugas yang mengantarnya.


wanita itu duduk beberapa saat, sampai kemudian petugas dari lapas muncul dan menyampaikan jika orang yang ingin ditemuinya tidak ingin menerima tamu.


"Saya istrinya, pak". ucap wanita itu sedikit ragu.


" Maaf Bu, sudah kami sampaikan, tetapi seperti nya ibu sedang bermasalah dengan suami ibu, hingga dia ngotot tidak ingin ditemui ". jawab petugas itu terus terang.


"Bisakah bapak menyampaikan saya benar-benar ingin bertemu, ada yang ingin saya sampaikan..... hm.. saya juga mau minta maaf pada suami saya". Akhirnya ia mengakui tujuan utamanya.


" Sebaiknya ibu datang saja, saat kunjungan berikutnya, bulan depan, Bpk itu bersikeras tidak ingin ditemui". Sipir penjara tidak bergeming.


Akhirnya wanita, yang tidak lain, ibu dari Raisa, hanya bisa menghela nafas kecewa.


Ia fikir akan mudah datang menemui suaminya lalu meminta maaf ternyata fikirannya salah.


Mungkin benar ia masih berstatus istri, tapi istri yang nyaris tidak pernah datang menengok suaminya, sejak di penjara 3 tahun lalu.


Meski, ia diam-diam suka mengirimkan makanan lewat orang suruhannya, namun ia melarang memberitahu siapa pengirimnya, hanya pesan bertulis dari teman.


Dan karena ketidakjelasan pengirim itu, ia tidak tahu kalau suaminya tidak pernah mau menerima pemberian itu, melainkan diberikan pada napi lain.


Ia memang sengaja tidak pernah datang , karena memiliki beberapa alasan yang tidak diberitahukan kepada siapapun termasuk, pada Raisa putrinya.


Namun karena keputusan itulah, suaminya menjadi kecewa dan sakit hati, termasuk putrinya Raisa dan putranya, Darren, tentu menyimpan kekecewaan yang besar terhadap mami mereka itu.


Bagaimana mungkin, kehidupan mereka yang dilimpahi kemewahan, mereka selalu bahagia sekeluarga, Tiba-tiba saja seperti orang asing karena kejadian itu.


Andaikan dirinya mau tanah menerima keadaan suaminya lalu mencoba kehidupan sederhana, seperti yang dipilih Raisa, mungkin mereka tetap akan utuh.

__ADS_1


Namun, dirinya tidak sanggup menjalani kehidupan serba kekurangan, dirinya terbiasa dengan kehidupan dan pergaulan kalangan atas.


Mungkin dimata suami dan anak-anaknya, dirinya adalah wanita yang tidak berperasaan, wanita kejam dan sekaligus materialistis, bahkan mungkin semua kolega mereka memandang demikian.


Hanya segelintir orang tahu kalau, diam-diam dirinya sedang mengumpulkan bukti serta mencari dukungan untuk membebaskan suaminya.


Lalu mengapa hal itu harus disembunyikan? mengapa tidak terus terang pasa Raisa ataupun suaminya sendiri?


Kalau dirinya jujur, tentu tidak akan menimbulkan kecurigaan serta kehilangan kepercayaan dari suaminya.


Namun itu tadi, kalau dirinya jujur, berarti dirinya harus tahan mental dan mau menerima kehidupan serba kekurangan, justru jika kekurangan dan pasrah, maka dirinya akan kehilangan seluruh harapan.


Yang dapat dilakukan hanya menjadi wanita lemah, menerima nasib dan hanya bisa duduk menunggu dan menyaksikan suaminya menjalani masa hukuman 7 tahun.


Karena itulah, dirinya rela dan menguatkan diri, dicap wanita buruk namun rencananya dapat berjalan dengan lancar.


Seperti yang sudah dijalaninya sekarang, rencananya dapat sedikit demi sedikit tercapai, mendapatkan beberapa dukungan dari keluarganya diluar negeri serta membangun kepercayaan dari rekan-rekan suaminya disini


Selain itu, rencananya agar kedua anak mereka tidak diganggu oleh saingan bisnis mereka, dapat terwujud dengan baik.


Dengan menjauhkan anak-anaknya dari kehidupan kota serta pergaulan kelas atas, mereka tetap dapat menjalani hidup dengan tenang.


Mungkin tidak ada yang menyangka, bagaimana aset suaminya, bisa tersisa untuk diambil alih Raisa?


Ketika semua harta mereka disita negara, termasuk aset berupa harta tidak bergerak berupa tanah, ruko, perusahaan yang tersebar, diambil alih.


Bagaimana ada satu surat tanah dapat lolos?


Diam-diam dirinya menyembunyikan satu surat tanah di gudang bawah tanah, tempat biasanya mereka sekeluarga menyimpan barang-barang lama yang dianggap antik.


Ketika petugas datang dan menyegel rumah mereka, lalu mengangkut semua dokumen penting, dirinya sedang tidak di tempat, dirinya sedang mengikuti tour ke Singapura.


Namun dirinya dapat melihat semua peristiwa naas itu lewat rekaman CCTV yang tersambung ke ponselnya, karena kejadian itu sudah diprediksinya akan terjadi tidak lama lagi, setelah mendengar putusan pengadilan.

__ADS_1


Raisa berikut Darren sebelumnya sejak kehebohan kasus papanya sudah diungsikan ke asrama agar terhindar dari gangguan oknum yang tidak bertanggung jawab.


Setelah kejadian itu, Dirinya memberi petunjuk kepada Raisa saat pulang untuk mengambil beberapa barangnya, lewat tukang kebun yang masih setia kepada mereka.


Lewat petunjuk itu, Raisa dapat masuk dan menemukan surat tanah, Satu-satunya yang tersisa, dan beruntung Raisa memiliki tabungan yang tidak ikut diperiksa.


Raisa memang seorang gadis yang cerdas, sehingga dapat menemukan sendiri, kekuatan untuk bertahan.


Putrinya ternyata mampu melihat peluang untuk mengolah tanah warisan dari papanya.


Tanah itu, awalnya dibanguni rumah sederhana dengan modal tabungannya, dengan biaya 30 juta, Raisa berhasil membangun rumah semi permanen.


Selanjutnya gadis kuat itu, mulai mengolah kebun dengan peralatan berkebun yang dibawanya dari rumah lamalama, setelah sebagian diberikan pada tukang kebun mereka.


Dulu, di rumah mereka, dihiasi aneka tanaman bunga dan taman-taman yang cantik, sehingga ada banyak peralatan bertukang yang bagus dan mahal-mahal.


Siapa sangka kemudian, barang itu menarik perhatian Raisa untuk dibawa serta.


Ck.. ck.. ck... Siapapun akan takjub, gadis yang tadinya selalu terpenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bersusah payah, kini hidup sederhana dan bergelung dengan tanah kebun.


Ketika mendengar cerita, tukang kebunnya, yang kembali ke desa dan pernah mengunjungi Raisa, mengabarkan tentang kehidupan putri dan putranya itu.


Hati ibu mana tidak menangis, namun itulah kenyataan yang harus dijalani karena pilihan itu lebih baik, karena anak-anaknya menjadi semakin kuat dan mandiri.


Sementara dirinya, Ia tampak seperti wanita jahat dengan gelar, habis manis sepah dibuang.


Kini setelah 3 tahun berlalu, meski belum cukup dukungan yang didapatnya, kedatangan seseorang beberapa waktu lalu untuk menemui dirinya, membuatnya memiliki harapan besar.


Seseorang yang tidak pernah terlintas difikirannya, karena mereka tidak memiliki hubungan kekerabatan sama sekali, atau hubungan bisnis.


Kalaupun pernah, namun itu sudah lama terjadi, dan dia sama sekali tidak ada kaitannya dengan bisnis suaminya di tahun - tahun berikutnya.


Awalnya ia ragu, mengapa orang ini menemuinya? Sampai kemudian meluncurlah pengakuannya.

__ADS_1


__ADS_2