
Raisa sesungguhnya berat meninggalkan Naomi, bukan karena tanggung jawab sebagai guru, atau karena bayaran mahal yang diterimanya.
Raisa adalah pemilik sekaligus Kepala Sekolah, mengurus penitipan anak sudah ada yang bertanggung jawab, dan mereka sama berkualifikasinya dengan Raisa, mereka terlatih dan bersertifikat.
Kalau bayaran mahal, sungguh itu karena pak Mario saja yang mau memberi lebih, Raisa sudah menyampaikan biaya yang normal, namun pria itu memberi terlalu banyak, karena mau anaknya lebih diutamakan, pun itu sudah dipenuhi dengan adanya Sinta, Bu Mia selain Raisa yang selalu siap lembur.
Raisa, hanya tidak ingin mengatakan kalau Mia sudah seperti putrinya, walaupun ia meninggalkan Raisa, namun ia tidak pernah lepas menghubungi Sinta, memastikan keadaannya dan kebutuhan anak itu selalu dijalankan dengan baik.
Raisa tidak ingin mengklaim, gadis cilik yang sudah mengambil hatinya itu, sudah menempati kedudukan yang sama dengan Darren, adiknya.
Kalau saja tidak kuatir akan kambuhnya penyakit Naomi, sudah tentu, bocah lucu itu, dibawanya ketika bepergian keluar kota, Mario tentu tidak akan keberatan, melihat kesibukannya yang selangit, pria itu membutuhkan orang untuk mengasuh putrinya.
Baru saja, Sinta menelpon,
"Mbak, mommynya Naomi datang tadi, bu Nadya ingin membawa Naomi jalan-jalan ke kota, karena besok hari libur, saya juga diajak untuk menemani". Sinta membuka percakapan begitu ponsel terhubung.
Raisa agak terkejut sebenarnya, tapi ia tahu Sinta juga tidak gegabah.
" Minta tolong Sin, kamu telepon pak Mario, minta persetujuannya dulu". Raisa tahu, Sinta menelpon agar dirinya yang memberi tahu pak Mario, tapi Raisa tidak ingin melakukan itu, atau dirinya akan terus merasa bimbang, bimbang dengan keputusannya menghindari pak Mario.
__ADS_1
Hehehe
"Mmmh... Mbak Raisa sibuk yah? ". Sinta terdengar ragu, bukan apa-apa, Sinta tahu betul Pak Mario, sudah pernah mengatakan, apapun yang berkaitan dengan putrinya, dia mau Raisa yang melaporkan padanya.
" Bagaimana ini? ". Sinta bergumam sendiri, tidak terdengar oleh Raisa, apa yang harus dia katakan pada pak Mario? Bisa-bisa dirinya mendapat semprot.
" Sin... kamu katakan pada Pak Mario, kamu sudah menelpon bu Raisa untuk meminta ijin pak Mario, tapi bu Raisa sedang sibuk ujian, ponselnya tidak diaktifkan". Raisa sepertinya tahu keresahan di hati Sinta, sehingga memberikan saran.
"Selain itu, pak Mario tidak akan keberatan, kak Nadya mommynya, kamu juga ikut, yakin deh, telpon gih cepat". Raisa meyakinkan
Raisa yakin pak Mario akan percaya, karena memang ponselnya yang diketahui oleh orang tua murid dan rekan-rekan kerja pada umumnya, berbeda dengan ponsel yang dipakainya menghubungi Sinta maupun Darren dan mamanya, dan ponselnya itu sekarang sedang off karena ujiannya yang padat.
"Baik Mbak, Sinta telepon sekarang, Sinta tutup yah Mbak, semoga ujiannya lancar selalu, sukses yah Mbak". Sinta selalu merasakan semakin sayang dengan wanita itu, mereka sudah begitu kental seia sekata.
*
Baru saja Raisa handak menaruh ponsel di tas, seseorang menyapanya dari belakang,
" Raisa, kamu kuliah disini juga?". Suara itu, entah dimana Raisa pernah mendengar, kontan Raisa menoleh dan membelalak, seolah bertemu makhluk ajaib.
__ADS_1
"Kak Tian kan?" Raisa meyakinkan diri, Sebastian kakak kelasnya di SMA dulu, sang juara di kampus sekaligus idola para siswi karena tampan dan juga jago dalam bidang study.
"Ternyata benar kamu Raisa, sedari tadi aku perhatikan dari ruang direktorat". Sebastian jujur sudah mengamati seorang gadis.
Raisa hanya tersenyum, Sebastian merasa terpukau sekaligus senang, Raisa mengenalinya dan mau membalas sapaannya sekaligus tersenyum manis.
Bertemu kembali dengan salah satu anggota gang cewek paling terkenal di sekolah merupakan hal tak terduga bagi Sebastian.
Siapa tidak kenal gang Stars Girl di SMA Bangun Bangsa? Gang paling top, anggotanya 4 orang cewek-cewek borju yang seksi, modis dan cantik-cantik.
Keempat cewek itu memiliki fans nya masing-masing, karena memiliki karakter yang berbeda-beda namun selalu serasi dan sejalan.
Desy, diberi gelar Miss smiley, selalu tersenyum manis namun acuh bila didekati kaum pria,
Debby, Miss Humor, karena senang bercanda, tapi juga acuh sama cowok,
Rindy, Miss Friendly, karena paling ramah sama semua orang kecuali makhluk bernama cowok
dan Raisa tentu saja Miss Simply, paling sederhana, karena diantara keempatnya yang tidak mengumbar body seksinya adalah dirinya, meski dengan balutan jeans ketat tetap saja tidak menutupi bodynya yang aduhai, namun sikap pun sama acuh pada laki-laki.
__ADS_1
Gang ini, termasuk gang yang cukup cerdas karena berada dalam jajaran 20 besar di sekolah, gang ini juga dianggap memiliki karakter menarik karena senang melakukan kegiatan amal, meski lebih sering having fun.