Putri Pewaris Sang Mafia

Putri Pewaris Sang Mafia
Semangat baru


__ADS_3

Kezia terlihat begitu semangat berlatih kali ini karena berpasangan dengan Ibu sambungnya Ayako. Walau Ibu sambungnya Ayako masih belum tertandingi oleh Dirinya yang mungkin baru kelas menengah dalam penguasaan permainan samurai saat ini. Tapi kali ini Kezia mendapatkan banyak pelajaran karena saat berlatih Ayako selalu memberikan petunjuk saat Kezia terpojok dan memberi jalan untuk langkah selanjutnya jelas semua langkahnya bukan hanya menurut perintah Sir Joss tapi bisa langsung seperti menghadapi lawan.


Kepuasan juga terlihat di muka Victor Harper merasa yakin apa yang Dirinya ajarkan pada Putrinya membuahkan keberhasilan yang diharapkannya sebagai pewaris yang tangguh dalam segala hal. Bisa menjaga diri dan punya kemampuan mempertahankan diri ujian sampai titik ini bagi Victor merasa yakin melihat kemampuan Kezia pantas menjadi Putri pewarisnya.


Senyum dan senang raut mukanya juga tepukan tangan dan acungan jempolnya saat Kezia dan Ayako mengakhiri latihan dan menerima arahan Sir Joss sebelum saling membungkuk memberi hormat.


Kezia duduk mengelap keringat di samping Ibu sambungnya yang sama bermandi keringat sambil menikmati minuman khas yang berkhasiat bagi kesehatan.


"Papa sangat senang melihat kemampuanmu jauh dari perkiraan Papa. Sampai titik ini Papa sudah merasa tenang tinggal Papa menguji dalam hal lain sebelum Papa sendiri yang akan mengajarkan ilmu bisnis sebagai estafet kepemimpinan yang mungkin hanya beberapa tahun lagi akan Papa lepaskan setelah melihat kemampuanmu di bidang-bidang yang lain." Victor menatap Putrinya dengan senyuman.


Kezia mengangguk di hadapan Papanya bukan karena mengangguk setuju tetapi itu keharusan kalau tidak menjawab harus ada anggukan untuk satu jawaban dan tanggapan mengerti dari apa yang disampaikan Papanya.


"Masihkan ingin berlatih hal yang di sampaikan seminggu yang lalu?" tanya Victor pada Kezia Putrinya.


"Ya, belajar memasak dan menari ballet!" Kezia menjawab menyampaikan keinginannya.


"Hahahaha... dengar permintaan Putriku Joss walau kedengaran aneh karena itu tidak ada dalam dunia bisnis dan jelas tidak terpakai nantinya boleh Papa izinkan satu dulu belajar memasak diperbolehkan silahkan dengan syarat di dampingi Mamamu." Dengan ucapan seperti perintah dari Victor Harper jelas membuat Kezia merasa senang setidaknya bukan latihan dan latihan yang Dirinya tidak suka.


Kezia mengangguk kembali sambil menyimpan minuman di cangkir kecil ke tempatnya.


"Itu permintaan yang sangat wajar Tuan tidak ada salahnya mempelajari hal apapun karena ilmu tidak akan berat membawanya," jawab Sir Joss dengan membungkuk.


"Betul itu Joss tapi bagiku selain belajar yang Aku haruskan ada keharusan prioritas mana yang akan sangat berguna dan paling real Kita jalani untuk langkah dan masa depan Putriku. Keluarga Victor Harper adalah keluarga yang dilayani tidak melayani semua ada strukturnya dengan jelas dari silsilah dan langkah selanjutnya Putriku sebagai pewaris kerajaan bisnisku jadi yang di pelajari hanya yang prioritas saja menurutku." Ucapan Victor terdengar jumawa.

__ADS_1


"Baik Tuanku, Aku Ayako sama berasal dari keluarga pebisnis bisa mengimbangi tuntutan orangtuaku tanpa mengabaikan hobby dan kesenanganku. Setidaknya itu yang diinginkan Puti Kez beri sedikit kesempatan belajar apapun di luar aturan dan keharusan yang Tuan inginkan biar Aku yang akan mendampinginya.


Hati Kezia menghangat mendengar jawaban dan pembelaan Ibu sambungnya, mengangguk dan melirik Ayako di sampingnya.


"Baik, karena telah melalui ujian yang sangat bagus setiap keputusan yang telah diucapkan tidak bisa Aku tarik lagi mulai saat ini Aku beri kebebasan Putriku melakukan apa yang diinginkannya dengan satu syarat dalam pengawalan dan dalam pendampingan."


"Terimakasih Papa." Kezia bangkit memeluk Papanya dengan senyum yang baru kali ini terlihat begitu mengembang menghiasi muka cantiknya.


Victor menyadari saat Kezia datang memeluknya ternyata Putrinya itu sudah dewasa. Ada rasa canggung di hati Victor karena kalau di lihat lebih dekat lagi Kezia bagai pinang di belah dua dengan Catherine Mamanya. Apalagi senyumnya serasa Victor kembali ke masa lalunya saat tergila-gila sama Catherine.


Senyum di bibir Ayako menyadarkan lamunan Victor yang jauh melayang pada sosok Catherine sesaat setelah memberi keputusan yang sebenarnya begitu berat Dirinya lakukan tetapi demi satu kebaikan akhirnya keputusan itu Dirinya ambil semoga bukan suatu malapetaka tetapi hanya ingin memberi kebahagiaan kepada Putri semata wayangnya.


Dengan riangnya Kezia kembali ke kamar keputren nya diikuti Bibi Emily dan Ayako juga ke kamarnya untuk membersihkan diri membiarkan suaminya tetap mengobrol dengan Sir Joss mungkin untuk bahasan bahasan yang lain tentang kemajuan latihan di bidang lain Kezia.


"Tom, Apa itu bukan keputusan yang salah saat Aku sedikit membuka celah memberikan kebebasan kepada Putriku?"


"Baik, terima kasih Tom."


Tom membungkuk sambil menempatkan sebelah tangannya di dada.


"Joss bagaimana untuk kemampuan Putriku dalam hal yang lain?"


"Untuk menggunakan senjata api Aku anggap sudah mahir dan berkuda, berenang sama mahir nya tinggal kendaraan yang belum teruji mungkin itu saja Tuan, dan mungkin saatnya saat bisa keluar itu kesempatan untuk lebih melatih lagi Nona dalam membawa kendaraan," jawab Sir Joss dengan sopannya.

__ADS_1


Ada senyum di bibir Victor teringat saat dulu dirinya waktu Kezia bayi lahir dari orang yang dicintainya walaupun Dirinya tidak begitu mengharapkan kehadiran seorang Putri untuk anak pertamanya dan hatinya sempat muram dan meragu tetapi kini setelah Dirinya ajari dan terapkan aturan akhirnya keraguan itu mulai terkikis.


"Cathy! Aku sampai saat ini belum gagal mengarahkan Putri Kita seperti yang Kamu cemaskan waktu itu! Akan aku buktikan Aku juga mampu mengurus Putri Kita.


"Baik Joss, Tom, terimakasih atas kesetiaan kalian semoga sehat selalu," ucap Victor mengakhiri pembicaraan.


Tom sama Sir Joss bangkit membungkuk dan Victor juga sama memberi hormat oada orang kepercayaannya lalu keduanya undur diri dan keluar dari ruangan aula kebesaran Victor Harper.


Sesaat Victor termangu di kursinya entah apa yang ada di pikirannya lalu bangkit menuju kamarnya terlihat istrinya Ayako di depan cermin dengan wangi sabun yang menyeruak menerpa hidungnya dengan pakaian kimono modern menjadikan Ayako begitu cantik bagai bunga sakura di musim semi.


"Sayang, tadi Aku melihat latihan yang sangat luar biasa menarik dari seorang samurai cantik yang begitu gemulai, Aku juga seorang petarung sejati tapi melihat istriku di dojo dengan Putriku rasanya Aku tak percaya kalau Aku memiliki dua bidadari dan kini tak berdaya apalagi sudah di kamar pribadi Kita." Victor dengan suara khas dan sanjungan pada Istrinya.


Ayako terdiam mencerna kata-kata suaminya yang sangat membuai, lalu melirik dengan senyuman yang sangat menusuk hati Victor.


"Tuan jangan terlalu memuji dengan tinggi kalau nanti jatuh sakit rasanya," jawab Ayako sambil memandang Victor lewat cermin di hadapannya.


"Aku pastikan tidak akan jatuh dari ketinggian, tapi kalau di jatuhkan oleh pesonamu mungkin."


Ayako menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum lalu bangkit menghampiri suaminya yang telah merentangkan tangannya menyambut pelukannya.


"Tuan jangan merayuku. Aku selalu kehabisan kata-kata untuk mengimbanginya."


"Jangan mengimbangi dengan kata-kata beri Aku pelukan dan ciuman manismu juga usapan dari tangan halus mu Sayang, Aku mencintaimu Kamu tahu itu."

__ADS_1


*******


Sambil nunggu up PUTRI PEWARIS SANG MAFIA Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu. By Enis Sudrajat


__ADS_2