
"Sebelum makan malam Mama beri waktu kalian mengobrol di taman mana kalian suka sampai Paman Tom dan Bibi Emily akan datang memanggil kalian setelah persiapan makan malam siap di hidangkan," ucap Ayako melihat begitu kakunya pertemuan Kezia dan Leon. Dan melihat juga keinginan dari keduanya untuk bicara lebih intens dan mungkin untuk meyakinkan pertemuan mereka.
"Baik Mam, terimakasih Aku akan menunjukkan taman sakura di musim gugur pada Leon, dan memperlihatkan puisi yang telah Aku bukukan," jawab Kezia sambil menunduk. Bicara berdua dan meyakinkan adalah satu keharusan bagi keduanya.
Terlihat saling mengagumi saling suka tentunya. Selain ada hal lain yang terlihat dari rasa malu yaitu saling cocok tapi masih tertahan dan perlu waktu untuk di ungkapkan. Karena pertemuan mereka belum ada apa-apa selain rasa penasaran yang telah terealisasi dan hanya dari pandangan pertama, rasa terpesona juga simpatik satu sama lain itu yang terlihat.
Kezia bangkit duluan berjalan diikuti Leon dengan senyum yang selalu mengembang di wajah tampannya.
Melewati kelokan kiri dan kan untuk keluar dari ruang tamu yang begitu luas biasa menjamu tamu kehormatan keluarga Victor semua jelas tak bisa di hapal hanya dalam waktu sebentar. Leon merasa bagai pasangan Cinderella berada disamping Kezia menuju taman yang bagai kebun saja karena luas dan rindangnya semua yang Leon lihat.
Ada satu hal yang membuat Kezia deg-degan saat tangannya Leon raih dan di genggamnya sambil berjalan perlahan mengimbangi langkah Kezia.
Tak sepatah kata terucap atau bicara apapunmereka berjalan sambil menikmati setiap debaran dalam hati mereka.
Tanpa mereka tahu Paman Tom dan Bibi Emily mengikutinya takut hal tak terduga terjadi pada Nona Muda dengan pria baru dan asing yang datang ke Puri kebesaran keluarga Victor Harper walau semua itu tak Leon dan Kezia tahu.
Hati yang sedang kasmaran melupakan segalanya yang ada hanya keindahan dan khayalan yang melambungkan perasaannya tak perduli ancaman dan bahaya yang tak terduga di baliknya, setidaknya itu yang ada dalam pikiran Tom juga Bibi Emily.
__ADS_1
Kezia duduk di kursi kayu mahoni di bawah pohon sakura yang bunganya berserakan di sepanjang kiri kanan jalan taman membentuk satu lorong yang indah bagai permadani panjang dengan bunga yang berguguran di musim gugur dengan angin kering semilir menusuk kulit.
"Kezia, Kita telah bertemu dan Aku jujur tak bisa percaya semua ini Kamu bukan sekedar rembulan sepertinya tak ada umpama untuk menyandingkan Dirimu dengan apapun di mataku, kecantikanmu adalah pujian jujur dari hatiku setelah melihatmu dengan nyata," ucap Leon sambil menghampiri Kezia yang telah duduk dengan anggunnya. Leon sedikit membungkuk meraih tangan Kezia dan mencium jemarinya sekali lagi lalu duduk di sampingnya, matanya masih sangat terpana melihat kecantikannya, begitu juga Kezia lalu mengatakan satu bait puisi yang selalu di kirim dalam chatting nya dengan senyuman yang sangat menawan.
'Wahai Matahari seperti apa janjimu yang akan di ucapkan saat bertemu rembulan di malam ini dalam nyata?' ucap Kezia membiarkan jemarinya dalam genggaman sang pujaan.
'Aku Akan selalu setia pada janji peredaran, terbit di setiap pagi ku menyapa embun yang berkilauan memberi energi kehidupan pada setiap yang membutuhkan dan sampai senja tiba menjemput rembulan lalu Kita berpelukan di setiap malamnya.'
Keduanya merasa yakin kalau itu adalah Rembulan dan Matahari yang selalu mereka kias kan dalam puisi kasmaran mereka di tiap chatting yang mereka lakukan
"Ah, Leon benarkah itu Kamu? yang selama ini membuat hatiku gelisah Aku masih tidak percaya Kamu menjelma di hadapanku dengan kesempurnaan ragamu, beberapa waktu belakangan ini Aku hanya melihat gambar mu tapi ternyata Kamu lebih mempesona dalam nyata." Kezia mulai membuka hatinya sedikit berani memuji daya tarik sang pangeran tampan di sampingnya.
"Kezia satu kata dari kesan pertemuan Kita di sini Aku semakin jatuh hati padamu melebihi jatuh cintaku pada semua puisi-puisi ku maukah kamu menjadi kekasihku di dunia nyata?" Leon dengan tidak sabar akhirnya mengungkapkan juga perasaannya. Jatuh hati sejak sebelum bertemu dan kini jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Apa yang harus Aku jawab Leon? Aku merasa Kita se-perasaan, dari mana Kamu datang Aku tidak peduli Aku merasakan perasaan ini untuk pertama kalinya hanya padamu." Pernyataan kata yang dikiaskan ke dalam kata-kata yang lebih halus membuat Leon tersenyum lebar menanggapi kalau cintanya bersambut. Sempurna sudah kini seorang wanita cantik yang semalam masih ada dalam khayalannya memperkirakan seperti apa yang akan terjadi dalam hidupnya untuk selanjutnya? tapi semoga kenyataan begitu sempurna di mulai dari pertemuan mereka.
"Ah Kezia, betapa bahagianya Aku malam ini ada banyak cerita untuk Aku bagi denganmu tentang keluargaku dan semuanya, terimakasih telah jatuh cinta kepadaku. Aku akan menyimpan dan menjaganya dalam hatiku terdalam sebagai satu kesatuan rasa yang takkan terpisahkan. Karena ada rembulan di malam hari ada Matahari kalau di siang hari, terimakasih telah menyempurnakan rasa dan harapanku," jawab Leon.
__ADS_1
Leon meraih kedua tangan Kezia dan menciumnya perlahan sambil menatap bola mata kebiru-biruan dan mencium parfum yang begitu menggoda dari tubuh putih langsing di hadapannya.
"Cukup Aku menyentuh jemari halus mu sebagai tanda jadian malam ini." Kezia mengangguk dan wajahnya merona, tapi rautnya begitu berbinar.
"Leon bolehkan Aku memelukmu untuk meyakinkan kalau Kita berpijak di tanah yang sama hari ini betapa Aku ingin merasakan detak jantungmu yang selama ini Aku hanya bisa berdebar saat membaca kata puitis mu." Kezia merasa kalau kini Leon adalah kekasih hatinya.
Terlepas salah atau tidak keinginannya merindukan sekian tahun yang ada di hadapannya satu ungkapan rasa keinginan untuk memeluk mendekatkan dengan tubuhnya satu harapan yang dianggap Kezia biasa.
"Bukan Aku tak mau Kezia jangan lakukan itu karena Aku di sini sebagai tamu yang akan dianggap tidak sopan biarlah waktu yang berjalan melambungkan angan dan khayal tentang keindahan dan kebersamaan juga harapan Kita sampai Kita berdua merasa berhak untuk memiliki satu sama lain lebih jauh lagi." Dengan sopan perlahan dan kata-kata lembut penuh cinta Leon memberikan pengertian dan begitu halus karena Leon tahu Dirinya sedang diawasi dari gerak-gerik perilaku sampai bicaranya pun sekarang mungkin lagi ada dalam intaian sebagai pria asing yang bisa menerobos masuk dengan begitu mudahnya dan bisa bersama seorang putri dari istana itu.
Bagi Leon itu hal yang sangat biasa dalam kehidupannya kecurigaan terhadap siapapun bahkan terhadap seseorang yang dianggap begitu akrab pun Kita harus punya satu curiga seandainya ada kesempatan pasti akan memanfaatkan dari segi mana saja mereka bisa masuk pada kehidupan seseorang termasuk Dirinya pada Kezia yang dianggap benalu.
"Aku mungkin terlalu menaruh hati dan harapan sama Kamu Leon, merasa begitu jatuh cinta saat Kita masih saling chatting dan kini di dunia nyata, maaf kalau Aku tak bisa menyembunyikan perasaanku padamu."
"Jangan meminta maaf padaku, Aku juga merasakan hal yang sama biarlah semua berjalan apa adanya, Aku ada di sini kini dan Kita jalani untuk ke depannya semoga akan ada pertemuan lain dan Kita bisa berdua tanpa ada yang mengawasi."
Deg! Kezia baru sadar kalau hidup dan gerak geriknya ada dalam pengawasan setiap harinya demi satu harapan dari orangtuanya keamanan keselamatan bagi Dirinya.
__ADS_1
*******