Putri Pewaris Sang Mafia

Putri Pewaris Sang Mafia
Deal pertemuan


__ADS_3

Satu mobil mewah warna hitam mengkilap dengan tulisan 'Bentley' berhenti di Puri kebesaran Victor Harper.


Pantauan CCTV telah mendeteksi dan sistem pengirim sinyal telah diterima kepala rumah tangga dan Sir Joss yang telah berjaga juga pengawalan ketat telah di siapkan walau semua terlihat biasa biasa saja.


Semua bersiaga walau majikan yang sebenarnya lagi tidak ada di tempat tetapi pemberitahuan ketiadaan Tuan Victor Harper tidak di beritahukan tak jadi masalah bagi mereka semua harus bisa ditangani apapun yang terjadi karena akan mencerminkan kinerja mereka sebagai dedikasi pada atasan fan jangan sampai mengecewakan Nona muda Kezia Putri kesayangan Tuan Victor.


Semua bahagia menyambut kedatangan Tuan muda Leon walau semua masih penuh dengan tanda tanya siapa dari mana dan juga dari garis keturunan mana seorang tamu kehormatan Nona muda mereka.


Pintu baja dengan ketinggian sebuah benteng mulai bergerak dengan perlahan pintu terbuka.


Satu penjaga berlari menghampiri mobil dan membungkuk lalu bicara. Kaca mobil terbuka lalu pengawal mempersilakan mobil itu masuk melewati pendeteksi otomatis yang di rancang dengan teknologi tinggi di sepanjang jalam melewati pintu gerbang mobil berjalan lancar tak ada sedikitpun hal yang membuat alarm peringatan berbunyi.


Mobil memutari taman, danau dan masih berjalan hingga sampai di depan pintu utama bangunan Puri kediaman Victor Harper.


Leon dengan percaya diri membuka pintu dan turun dengan buket bunga di sebelah tangannya. Pakaian resmi dari merek terkenal yang di desain pas di tubuh atletisnya dengan postur menjulang dan kulit putih muka begitu tampan simpatik. Membungkuk memberi hormat kepada penjaga tak jauh dari Dirinya turun yang mempersilahkan untuk berjalan mengikutinya.


Melewati beberapa ruangan terbuka hanya suara sepatunya yang bergema di ubin marmer mengkilap dengan pilar yang begitu kokoh di hiasi ornamen batu giok yang menjadikan ruangan itu dingin, ruangan begitu luas di tiap lokasi yang di lewatinya dan tertutup sampai pada ruangan kepala rumahtangga dan Sir Joss di hadapannya. Leon membungkuk kembali dan berdiri di situ dengan senyuman menawan.


"Selamat datang Tuan Leonard, maaf demi keamanan dan kepercayaan Kami mohon identitasnya di perlihatkan dengan tidak mengurangi rasa hormat Kami." Dengan sopan penjaga bicara pada Leon.


"Oh, tidak apa-apa, Saya hanya tamu di sini Saya ikut aturan dan kebiasaan di rumah ini." tanpa ragu Leon mengeluarkan identitas Dirinya dan langsung di persilahkan masuk melewati beberapa ruangan.


Tak sempat mengagumi isi dari area setiap sudut rumah itu ternyata lebih membuat Leon tercengang dengan keistimewaan dan citarasa estetika tinggi mencerminkan pemilik dari Puri ini adalah seorang yang punya cita rasa tinggi dan punya kekayaan juga kesuksesan luar biasa.

__ADS_1


Hati Leon semakin degdegan saja berharap Kezia lewat hadir sekedar berkelebat memperlihatkan senyum yang di rindukannya.


Tapi sampai di ruang tamu dan jamuan untuk menghormati tamu kehormatan di hidangkan Kezia belum juga muncul.


Ada kebiasaan dan tradisi yang harus ditaati setiap tamu asing yang datang ke rumah ada dua tujuan baik dan buruk punya niat jahat dan baik semua akan disuguhi dengan jamuan penghormatan, ada dua penilaian dari kepala rumah tangga yang sudah begitu berpengalaman di minum atau dimakan sama tamunya tanpa menunggu tuan rumah mencicipi dulu atau sebaliknya.


Leon mengerti dunia yang seperti itu semua itu keseharian dalam keluarganya.


Dengan langkah anggun Ayako hadir diiringi Paman Tom, Leon berdiri memberi hormat dengan meletakan sebelah tangannya di dada.


Ayako mempersilahkan Leon duduk kembali setelah Ayako duduk dengan anggunnya.


"Selamat datang Tuan Leon di rumah Kami, maaf Kami sebagai orangtua dari Nona Kez begitu banyak mengajukan persyaratan demi keamanan dan kenyamanan keluarga di sini, Kami keluarga hanya memfasilitasi pertemuan ini yang di wakili Saya sebagai Ibunya karena Papanya Kezia sedang berada di luar negeri." Ayako dengan penuh kharisma menyambut kedatangan tamu Putrinya.


Ayako membungkuk juga sambil tersenyum membalas salam perkenalan Leon.


"Ini Kepala rumahtangga di sini, ini Sir Jossef dan ini Paman Tommy Lee semua bagian dari kepercayaan keluarga ini," lanjut ucapan Ayako lanjut memperkenalkan semua yang berdiri berjarak agak jauh dari mereka duduk.


"Demi memenuhi permintaan Nona Kez Kami memenuhi permintaannya. Semua memenuhi syarat dan lolos pemeriksaan, sebelum Nona Kez di panggil silahkan di minum dulu." Ayako membiarkan Leon minum lalu Dirinya juga meminum di cangkir piala perak yang berbeda.


Ayako tersenyum sambil mengangguk.


"Paman Tom panggilkan Nona Kez ke sini sekarang biar berkenalan dengan Tuan Leon yang sudah menunggunya di sini," ucap Ayako sambil tersenyum.

__ADS_1


Leon mengangguk sambil tersenyum memandang yang di sebut Paman Tom yang langsung merespon perintah Nyonya nya.


"Baik Nyonya," jawab Tom dengan takzim. Lalu undur diri dan menghilang entah menuju kelokan mana kiri atau kanan.


Saat itu adalah saat paling mendebarkan bagi siapa saja juga bagi Leon detik menit jadi hal yang sangat lama hingga menjadi panas seluruh tubuh dan lemas terasa persendiannya.


Rembulan yang selama ini ada dalam khayalannya ada dalam kata-kata indah dan puisi yang selalu tercipta dengan mudah selalu mengalir bagai air tiada henti selalu menjadi inspirasi setiap kata indah yang semua tertuang dalam sebuah puisi keindahan makna hati mereka menjadi wakil dari perasaan terdalam sebuah kata kekaguman dan saling mengagumi.


Kezia sebentar lagi Kita akan berjumpa Aku Mentari yang mengejar Rembulan semua akan menunjukan jati diri masing-masing betapa hati ini seperti ingin meledak walau entah seperti apa pandanganmu padaku saat bertemu sebentar lagi.


Suara sepatu beradu di ubin marmer dengan ukuran besar membuat hati Leon semakin berdebar dan gelisah. Tetap menunduk melihat ujung sepatunya yang begitu mengkilat tak ada pembicaraan dan obrolan dengan Nyonya Ayako yang hanya tersenyum melihat Leon yang seperti grogi dan berhasil dengan kekuatannya bisa diatasi sendiri.


Leon berdiri saat suara sepatu berhenti terlihat tidak begitu jauh dari Dirinya duduk dan meneliti sosok seseorang yang tinggi langsing dengan gaun malam yang begitu menakjubkan memberi warna pada wajah bidadarinya.


Kezia tersenyum melihat Leon hanya tertegun kehilangan kata-kata di hadapannya. Sesaat keduanya saling manjakan mata mereka dengan kekaguman masing masing.


"Selamat datang Leon, inilah dunia nyata Kita, walau kata banyak orang dunia penuh kebohongan dan kedengkian tapi bagiku sungguh melihatmu tak ada kebohongan," sapa Kezia d ngan katakata lembut dan pesona kecantikan yang di perlihatkan malam itu pada Leon.


Leon berjalan menghampiri Kezia berdiri lalu melipat kakinya selutut dan menyodorkan tangannya untuk berjabat d ngan tersenyum Kezia memberikan tangannya Leon menyambutnya dengan kecupan halus di jarinya lalu memberikan buket mawar merah pada Kezia yang wajahnya bersemu rona merah jambu.


*******


__ADS_1


__ADS_2