
"Paman Tom, sampaikan pada Tuan Victor Suamiku kalau masakanku dan Putrinya sudah siap di hidangkan apa ada tamu istimewa malam ini yang akan ikut mencicipi masakan Kami?" ucap Ayako setelah memplating makanan yang barusan dirinya buat.
Ayako membuka celemek nya lalu membantu membuka celemek Kezia dengan senang hati Ayako bicara terus.
"Baik Nyonya pesannya akan di sampaikan." Tom undur diri dan berjalan membawa pesan.
"Gimana Sayang apa menyenangkan kegiatan Kita malam ini? Sudah tak sabar mau mencicipi bersama Papamu?" tanya Ayako pada Kezia yang dari tadi mengamati makanan yang baru saja selesai Dirinya ikut andil memasaknya.
Terlihat raut muka cantiknya begitu antusias seperti ingin segera menikmati rasa di lidahnya.
"Ya Mam, walau Aku masih belum paham semuanya senang rasanya bisa belajar langsung, Aku merasa akan bisa suatu saat nanti," jawab Kezia merasa masih perlu banyak tahu hanya untuk kenal alat dan bahan dasar semua makanan.
"Bagus dong optimis kalau suka walau baru kali ini Kamu bisa turun langsung, Mama senang kalau Kamu senang Sayang apalagi kalau melihat reaksi Papamu nanti makanan apa yang Kita buat." Senyum Ayako memberi semangat pada Kezia
"Tapi Aku belum bisa berkontribusi banyak." Kezia menatap Ibu sambungnya.
"Tak apa tapi semua ini datangnya dari ide Kamu Sayang. Sudahlah makanan sudah di bawa Koki Kita menuju meja makan yuk Kita ke sana juga!" ujar Ayako sambil menuntun Kezia keluar dari dapur.
Kezia menurut saja lucu juga pertemanan mereka nyatanya Kezia berteman sama Ibu sambungnya sendiri yang dianggap sejak awal tak sedikitpun respon positif pada Ibu sambungnya itu walau sejak di kenalkan semenjak Kezia kecil entah kenapa hatinya tidak begitu rela dan tetap saja mempertanyakan kenapa papanya sampai berpisah dengan Mamanya kenapa Kezia kecil dipisahkan sama Mamanya walaupun ada seorang Ibu sambung pengganti di sisinya menurut Kezia kecil sampai sekarang tetap perbedaan itu ada.
"Sayang, Papamu mau ke luar negeri dalam waktu cukup lama jadi kita bisa bereksperimen dengan masakan apapun yang Kita inginkan pernah dengar istilah 'junkfood' tidak?" tutur Ayako sambil berjalan berjejeran.
__ADS_1
"Benarkah itu? Mama nggak ikut serta menemani Papa? artinya makanan sampah seperti apakah makanan itu?" Ayako menjawab dua hal yang di sampaikan Ibu sambungnya.
"Banyak pertimbangan kalau Papamu kalau harus membawa Mama juga Kamu, mungkin itu yang terbaik menurut Papamu Kita berada di sini," sambung Ayako sambil melirik Kezia di sampingnya.
Kezia hanya menaikkan kedua bahunya menanggapi apa yang di sampaikan Ayako, baginya biasa aja ada Papanya juga nggak ada hidupnya tetap seperti itu karena ada ataupun tidak Papanya dirinya tetap dalam pengawasan ketat tapi mungkin kalau tidak ada bisa merayu Paman Tom dan Bibi Emily juga Mama sambungnya untuk sekedar keluar ke Mall dan jalan jalan yang semuanya itu tak bisa kalau ada Papanya kecuali bersama Papanya dan Ibu sambungnya harus turut serta.
Masuk ruang makan di sambut tepuk tangan Victor dan dua orang tamunya mereka pada berdiri sambil membungkuk memberi rasa hormat pada tuan rumah lainnya yang baru masuk ruang makan.
"Oh, Tuan Benjamin sama Tuan Zackly?" sapa Ayako merasa sudah kenal dengan sopannya merasa kebetulan karena baru saja dirinya sama Kezia menghidangkan makanan hasil racikan tangannya.
"Iya Sayang, Aku lupa mengabarkan kalau bakal ada relasi Kita malam ini, masih belum terlalu malam kan Kita makan dan ngobrol dengan tamu Kita?" Victor melirik Putrinya yang hanya menunduk.
"Sayang, Papa mau kenalkan teman bisnis Papa padamu Ini Tuan Benjamin dan ini Putranya Zackly mungkin pernah bertemu entah di mana di lapangan golf atau di pesta siapa tapi Papa belum mengenalkan secara resmi padamu silahkan beri salam hormat pada keduanya," titah Victor pada Kezia.
Kezia berdiri lalu menempatkan sebelah tangannya di dada membungkuk menghadap Sir Benjamin dan Zackly. Semua menyambut dengan senyuman takjub pada kesopanan dan kecantikan Kezia lalu duduk kembali.
"Silahkan di mulai makan malamnya ini mungkin menu istimewa karena yang turun ke dapur menyediakan semuanya adalah tanganku beserta Putriku jadi kenapa disebut istimewa mungkin karena Kami sendiri yang meracik dan memasaknya maaf bila ada kekurangan," tutur Ayako mulai menyodorkan piring pada koki yang akan melayaninya.
Victor tersenyum pada Istrinya juga Putrinya.
"Aku melihat kegiatan kalian dari CCTV kelihatannya asyik dan serius kalian dalam memasaknya kelihatan koki hanya membantu tinggal Kita cicipi apa seenak buatan koki keluarga Kita?" ucap Victor dengan senyum lebarnya.
__ADS_1
"Maafkan Aku bila ada kekurangan Tuan, mungkin tak seenak buatan koki keluarga Kita tapi Aku dan Nona Kez memasaknya dengan hati dan perasaan," jawab Ayako sambil mengangguk di samping suaminya
"Waw luar biasa Tuan Victor selain Istri dan Putri nya begitu cantik mereka ternyata punya kelebihan bisa menghidangkan dan membeli perut siapa saja luar biasa Tuan Victor!" ucap Sir Benjamin sambil melirik Putranya di sebrang meja tepatnya di samping Kezia duduk.
Zackly tersenyum manis mengiyakan sanjungan Papanya pada Nona Kezia juga Ayako Ibu sambungnya, matanya selalu mencuri pandang pada Kezia yang selalu menunduk di sela sela senyumnya menanggapi ucapan dan sanjungan pada Dirinya.
"Jangan banyak dulu menyanjung Tuan Benjamin karena Anda belum tahu kelebihan lainnya dari kedua bidadari ku ini," canda Victor sambil mencicipi sushi yang kelihatannya begitu menarik.
"Sangat luar biasa Tuan, ini sudah sesuatu yang istimewa bagiku juga Putraku kalau banyak kelebihan itu sudah pantas dan wajar sebagai Putri dari Tuan Victor Harper yang sangat luar biasa dalam segala hal jelas akan mewariskan hal yang pasti luar biasa juga lain dari gadis biasa pada umumnya."
"Seperti juga Putra kebanggaanmu Tuan Benjamin dalam dunia bisnis Kita terdengar begitu harum dan sangat istimewa jadi Aku begitu ingin mengenalnya untuk lebih dekat lagi dengan keluargaku," ucap Victor dengan senangnya melirik Zackly di samping Putrinya Kezia.
"Dengan senang hatu Tuan, apalagi sudah dengan resmi di kenalkan semoga mereka bisa dekat dan bisa jadi teman baik juga belajar bersama dalam dunia bisnis bukankah begitu Tuan Victor?"
"Percis, satu catatan bagi Putriku Dia Tidak Aku perkenalkan bebas pada dunia luar kecuali pada teman bisnisku, semua pendidikannya Aku penuhi di dalam rumahku ini semua Guru di datangkan ke sini sampai saat ini masih ada 10 guru bidang yang mengajar Putriku akan segala hal termasuk Guru kepribadian." tegas Victor dengan bangganya, semua itu terlepas dari kekhawatiranku kalau pengaruh dunia luar akan berdampak kurang baik bagi tumbuh kembangnya nanti."
Sir Benjamin mengangguk dengan kagumnya.
******
Sambil nunggu up PUTRI PEWARIS SANG MAFIA Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Masa Lalu Sang Presdir, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu. By Enis Sudrajat
__ADS_1