
"Kezia Aku sudah memberikan alamatku apa akan ada mata-mata yang menyelidiki ke tempat di mana Aku berada?" tanya Leon begitu terasa lama menunggu Kezia bersedia memberikan alamatnya, selain mencari sendiri di mana keberadaan Kezia tetapi sampai saat ini belum menemukan di mana Kezia berada karena tidak ada petunjuk lain selain yang disebutkan di satu kota itu mereka berada.
"Hanya mengecek saja Leon tak lebih dari itu, itu keputusan keluargaku demi rasa keamanan bagiku dan sekitar lingkunganku berada juga semua anggota keluarga yang memperhatikanku," jawab Kezia dengan hati yang seperti melayang di bawa terbang entah ke mana.
"Baiklah, tak apa Aku setuju saja tapi tolong beritahu Aku apa Kamu hidup dalam satu lingkungan yang begitu ketat aturan mengatur mu? misalnya Kamu seorang Anak pejabat tinggi suatu negara itu? atau seorang Anak pengusaha yang begitu protektif terhadap keluarganya atau juga Anak seorang keturunan Sultan yang punya kuasa di wilayah itu?" tanya Leon begitu ingin tahu seperti apa kenyataan yang mereka akan hadapi.
"Aku merasa biasa dan sama seperti gadis lain hanya mungkin aturan tiap keluarga mengatur Anaknya berbeda beda." Kezia jujur tanpa memberitahukan kehidupannya.l
Leon bukannya takut semua bagi Dirinya tak ada yang bisa membuatnya takut hidup bagi Leon adalah pilihan dan masa depannya sesuatu yang harus dijalani dan pilihan cintanya kali ini adalah keyakinannya. Anak siapapun Kezia akan dicari kepastian dan kebenarannya.
Leon akan melakukan penyamaran dan akan menyembunyikan identitas yang sebenarnya bila mungkin Dia hanya berpenampilan sebagai cowok biasa saja yang datang mencari cinta sejatinya. Walau sekilas orang tak akan percaya dengan penampilannya yang bersinar sebagai keturunan Guzman Pablo dan pewaris tunggal perusahaan keluarganya.
Paras yang rupawan dengan intuisi tinggi pada lingkungan juga orang di sekitarnya, pandai dalam taktik dan semua senjata tajam juga senjata api jelas terlihat dari gerak geriknya di balik wajah penuh pesonanya.
"Itu kalau Kamu tidak keberatan Leon, karena itu aturan dan kelonggaran yang diberikan keluargaku setelah itu Aku akan memberikan alamat rumahku selanjutnya Kamu akan diundang makan malam oleh keluarga di sini Kamu akan disambut sebagai tamu kehormatanku di sini, Aku merasa telah memenuhi janjiku sampai saat ini satu yang ingin Aku tekankan jangan ada dusta diantara Kita seperti yang Kita pernah ceritakan tentang diri Kita masing-masing tidak ada kebohongan yang akan membuat satu diantara kita kecewa. Kamu harus datang apa adanya karena Aku akan menerimamu apa adanya," tutur Kezia dengan dewasa pemikirannya. Semua itu di yakinnya kalau pertemanan mereka diawali dengan tulus apa adanya.
"Baiklah Sayang tak ada kata keberatan bagiku persyaratan apapun yang akan di ajukan keluargamu Aku terima dengan hati senang karena semua itu akan menjadi jembatan pertemuan kita," jawab Leon di komunikasi chating malam itu.
"Leon, Aku tidak sabar lagi satu pintaku jangan kecewakan hatiku." Kezia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dengan harapan yang ada di Dirinya di balik rasa gelisah yang tak terobati selama ini.
__ADS_1
"Tidak akan Sayang, segera datanglah siapapun utusan keluargamu, tapi Aku tidak bertemu siapapun di tempatku berada."
"Maaf Leon dua orang utusan keluargaku sudah banyak melaporkan sejak Kamu memberi alamat tempat tinggal mu di kota ini. Semua laporan telah di terima keluargaku di sini. Mungkin selama ini Kamu tidak sadar kalau Kamu dalam pengawasan keluargaku. Kamu tinggal di apartemen dengan kehidupan yang cukup mewah Kamu tinggal dengan seorang laki-laki mungkin itu Toddy yang pernah kamu ceritakan sebagai teman atau asisten yang menemanimu. Kamu ahli memasak walaupun Aku yakin kamu bukan seorang cowok di bidang itu. Aku yakin kerja bagimu itu hanya pengisi waktu selama di kota ini dan penyamaran mu cukup berhasil semua terkontrol dengan baik Kamu bekerja di salah satu restoran hanya untuk mengisi waktu. Baiklah Leon semua akan baik-baik saja saat Kita bertemu nanti walaupun ada sedikit keraguan siapakah Dirimu sebenarnya tapi Aku tetap merindukan pertemuan Kita." Panjang penuturan Kezia membuat Leon sedikit tertegun.
Bagi Leon itu hal biasa karena memandang dan memperkirakan keluarga Kezia selama ini adakah keluarga yang luar biasa, baik dalam pengaruh lingkungan sosial juga dalam aturan keluarga yang di terapkan nya.
Mungkin tak jauh berbeda dengan keluarganya ada aturan protokoler tersendiri yang harus ditaati tetapi karena Dirinya adalah seorang laki-laki bisa memaksa bebas keluar dan berkelana mencari sesuatu yang tidak pasti walaupun keyakinan Leon ini adalah langkah sejarah terbesar di dalam hidupnya.
"Aku terima alamat rumahmu Sayang tak sabar ingin segera bertemu dan saling bertukar nomor telepon biar Kita bisa saling memberi sapa kata puisi dengan suara atau melakukan video call dan memandang wajah cantikmu pelepas kerinduan di hatiku." Leon berbinar saat Kezia mengirimkan alamat rumahnya dan undangan makan malam dengan keluarganya.
Kezia pamit menutup chatting malam itu dengan satu pesan sebelum malam besok bertemu.
'Aku juga sama mencintaimu Kezia, tak ada yang salah dengan cinta Kita mungkin takdir Kita di pertemukan lewat kata kata indah puisi, tapi cinta sejati akan memberi ruang pada dunia nyata kalau cinta yang sebenarnya Kita rasakan selama ini ada.'
'Sayang, sudah tidur?'
Kezia sudah pulas memeluk harapan dan impian manis madu cinta yang akan segera bertemu, raganya yang lelah setelah seharian menjalani aktivitas dan rutinitas sesuai jadwal yang diharuskan.
Tidurlah Sayang, besok akan ada buket mawar merah di hadapanmu, saat Kamu menciumnya serasa Aku yang di cium dan di belai dengan tangan lembut mu.
__ADS_1
Hati Leon ingin bersorak lalu meneriakkan kata bahagia hingga terdengar ke pelosok dan penjuru seisi dunia menceritakan kalau Dirinya saat ini begitu bahagia.
Mencatat alamat dan langsung mencarinya di mesin pencarian praktis. Luar biasa tergambar di hadapannya satu Puri yang layak di sebut istana tempat tinggal kebesaran keluarga Victor Harper begitu mudah untuk mencarinya.
Kezia bagai putri raja dan hidup dalam puisi indah khayalannya, Senyumnya yang merekah pasti akan menyambutnya besok betapa dunia membolak-balikkan kehidupan dari yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Rasa bahagia Leon tak terkira wajah cantik pujaan Kezia tergambar jelas di layar laptopnya selalu menyuguhkan senyum manis dan khayalan tingkat tinggi melambungkan angan dan harapan mendekap cintanya dalam damai.
Memandang wajah yang tiada jemu tetap dengan senyumnya yang sempurna, cantik jelita bagai satu kuncup bunga yang tumbuh di ketinggian dan begitu sulit untuk di jamah.
Perlahan Leon mengusapnya, membelai muka halusnya seperti Kezia menjelma di hadapannya dengan sorot mata kerinduan membangkitkan hasrat tak tertahankan dan keinginan memadu cinta.
'Saat mata enggan terpejam Kau hadir dalam kebisuan, senyum menggoda mu semakin kuat menjeratku dan tak bisa melepasnya lagi. Setiap ku tatap bola matamu semakin tak kuasa hati ini ingin mencium aroma wangi tubuhmu, biarkan Aku dalam tatapan pesona indah mu'
Akhirnya Leon pun tertidur memeluk mimpi dan khayalnya.
*******
__ADS_1