Putri Pewaris Sang Mafia

Putri Pewaris Sang Mafia
Merasa seperti Ibu kandung


__ADS_3

"Kezia, Mama akan mengabulkan permintaanmu tapi dengan syarat yang harus di jalani," ucap Ayako saat sarapan pagi itu.


Kezia mengangkat mukanya memandang Ibu sambungnya dengan senyum tipis di bibirnya.


"Apa yang Kamu tahu dari temanmu itu selain namanya Leon?" tanya Ayako sambil memberi isyarat pada pelayan meminta di tuangkan air minum.


"Hanya poto, dan Kami chatting terakhir semalam berkirim poto." Kezia memperlihatkan muka senang mendapat tanggapan positif seperti dukungan dari Mama sambungnya, Kezia semakin melihat kebaikan dari kedekatannya dengan Ayako yang kini layaknya seorang teman.


"Hanya poto? Terus di mana keberadaan Leon saat ini?" tanya Ayako lagi.


"Ya hanya poto, Leon sudah ada di kota ini tapi entah ada di mana itu yang bisa Aku tangkap dan tersirat dari kata-kata puisi yang dikirimkan kepadaku," jawab Kezia sambil menyuap roti dengan perlahan dan mengunyahnya dengan perlahan juga.


"Bagaimana kalau poto itu bohong bukan foto dan gambar yang sebenarnya kenapa Kamu begitu yakin pada komitmen tidak ada bohong diantara kalian?"


"Kami berhubungan jarak jauh Mam tidak pernah berkirim foto hanya baru kali ini saja tak pernah sekalipun jangankan alamat juga nomor telepon jadi kalau tidak percaya dengan apa yang diucapkan satu sama lain sebagai komitmen bagaimana Kami bisa punya harapan untuk bertemu membuktikan bahwa Kami benar memiliki rasa yang sama? berdasarkan pada itu Aku meyakini di antara Aku dan Leon tidak ada kebohongan selama ini." Kezia memberikan teori yang sangat masuk akal. Ayako mengakui kalau Kezia begitu pintar.


Bayangkan berhubungan kurang lebih tiga tahun tak terpancing memberikan nomor telepon juga alamat hanya poto itu juga baru malam kemarin, tentang alamat dan domisili sungguh hubungan yang penuh tantangan.


"Semakin menarik saja Sayang kisahmu itu, untung saja Papamu sedang pergi dalam waktu cukup lama sehingga Kita bisa memikirkannya juga dengan baik langkah seperti apa yang akan Kita ambil nanti setelah Mama ngobrol dengan Paman Tom Bibi Emily dan juga Sir Joss semua menyarankan kalau Leon lebih baik diundang ke sini bagaimana menurut pendapatmu?" Ayako memberikan kabar baik kebahagiaan pada Kezia.


"Benarkah itu Mam? Semua setuju bagaimana kalau sampai Papa tahu juga seandainya ada hal yang tidak terduga nanti? Aku tidak menjamin seratus persen kalau seandainya tak seperti bayanganku semoga saja semua seperti harapan dan prediksiku selama ini."


"Tenang semua sudah Kami antisipasi ada sir Joss yang akan membantu Kita Mama mempercayakan semuanya kepada Dia dan juga kepada kepala rumah tangga di sini dan juga kepada kepala pengawalan di rumah ini," jawab Ayako memberi keyakinan pada Putri sambungnya.

__ADS_1


"Ya ampun Mam berarti Aku bisa bertemu Leon? Apa Papa masih lama untuk pulang ke sini? kelihatan Leon begitu tak sabar walaupun Dia tidak mendesak tetapi Aku tahu gejolak perasaannya seperti apa mungkin sama juga sepertiku yang ingin segera bertemu membuktikan kebenaran ucapan dan keyakinan hati Kami masing-masing bahwa di antara Kami ada cinta." Mata Kezia menerawang ke atas langit langit merasakan gejolak perasaannya sendiri menikmati rasa yang selama ini hanya dirasakan sendiri kini semua akan dibuktikan dengan satu pertemuan walaupun persetujuan itu belum sampai pada titik kapan dan hari apa mereka akan bertemu mengundang Leon datang ke Puri kebesaran keluarganya.


Ayako tersenyum melihat Kezia Putri sambungnya bicara soal cinta Ayako sendiri merasakan masa-masa seperti itu walaupun semua itu tidak dijalaninya secara sempurna puas menjalani masa muda tetapi Ayako bersyukur pernah merasakan cinta dan sampai sekarang rasa itu masih tetap terjaga.


Menjadi diingatkan dan terusik hatinya rasa rindu pada Victor suaminya datang dengan segala bayangan dan ingat akan semua yang dilakukan bersama suaminya menghadirkan satu keinginan pertemuan dan kebersamaan yang sempurna di kamar pribadinya.


"Mam, lambat laun semua kan sampai juga kabar ini kepada Papa Aku mohon Mama bisa menyampaikan juga Papa itu bukan sesuatu yang hal yang buruk bagiku terlebih Papa telah mengenalkan Zackly tapi Aku merasa tidak ada hati walaupun diperkenalkan di dunia nyata."


"Tentu Sayang, Mama mengerti perasaanmu semoga saja Papamu bisa mengerti keinginanmu tapi Mama harus tahu dulu dan bertemu dulu dengan Leon minimal Mama bisa melihat karakternya dan bisa sedikit bertanya siapa Dia sebenarnya apa orang biasa kah atau seorang pangeran datang sebagai pembawa cinta sejatimu?" ucap Ayako memberi janji pada Kezia.


Kezia tersenyum sambil mengangguk.


"Mama harap tetapkan dulu hatimu karena hal terpahit dan kecewa dari satu pertemuan itu adalah bagian dari hal yang tidak terduga memahami memberi saran untuk berjaga-jaga saja walaupun hatimu telah yakin bahwa Leon adalah seorang yang baik tetapi tidak ada jaminan yang bisa menjamin seperti apa? boleh jadi yang Mama takutkan Paman Tom Bibi Emily dan juga Sir Joss sebagai orang yang paling bertanggung jawab untuk keselamatanmu."


"Coba ngobrol lebih intens lagi Di titik mana di kota ini Dia berada? Bisakah meminta alamatnya di mana Dia tinggal? mungkin orang kepercayaan Papamu bisa menyelidiki dulu bagaimana orang itu?"


"Mam haruskah sebegitu nya?"


"Penting itu Sayang, karena semua ini menyangkut keselamatanmu juga terlebih terhadap keluargamu yang lain Papamu, Mamamu ini siapa tahu ada kemungkinan lain di balik semuanya, Kita tidak tahu kan?"


"Baiklah, nanti Aku komunikasi mencoba hal yang Mama inginkan bagaimana tanggapannya."


"Mama yakin kalau serius Dia pasti memberitahukan di mana keberadaannya," jawab Ayako memandang raut muka Kezia yang berbinar.

__ADS_1


Kezia diam berpikir keras bagaimana bahasanya untuk menyampaikan kalau permintaan dari Dirinya juga dari keluarganya bahwa Leon lah yang harus terlebih dahulu memberikan alamat tempat tinggalnya dengan alasan demi keselamatan Kezia sendiri.


"Itu hal biasa Sayang tidak apa-apa Leon pasti mengerti kalau tujuan Kita baik."


"Iya Mam, semoga Leon bisa memberikan alamat dimana Dia tinggal."


"Kapan mau turun ke dapur belajar masak lagi?" Ayako mengalihkan pembicaraan ke hal ringan.


"Tentu saja, karena Leon jago masak maksudku biar tidak buta buta amat di depan Dia," jawab Kezia dengan pintarnya.


"Oh, alah itu toh alasannya bukan berarti panggilan seorang perempuan? Tak apa berarti Leon sudah memotivasi mu dengan sangat baik, tak ada salahnya pintar dalam segala hal hanya menurut Papamu saja terkadang pendapatnya susah di mengerti," ucap Ayako kini terlihat sangat akrab mulai sangat dekat dan saling membutuhkan satu sama lain.


"Satu pemahaman dalam memasak adalah pandai mencipta dan mau mencoba menjadikan apa yang ada jadi berbeda itu intinya, kalau masak dengan bahan yang sudah di persiapkan itu biasa kalau Mama spontan terpikirkan saat itu maka jadilah masakan aneh yang enak."


"Begitu ya Mam? Jadi sebenarnya masak itu mudah?"


"Jawabannya sangat mudah, apalagi lagi bagi yang sudah terbiasa, dalam kehidupan nyata pada umumnya wanita itu masak terlepas dari garis hidup yang di jalaninya, tapi kalau menurut Papamu itu tak penting karena satu alasan ada hal lain yang lebih penting di jalani terutama Kamu sebagai pewaris kerajaan bisnis dan usaha Papamu, karena akan menghambat kegiatan yang lain kalau masak cukup sama ahlinya saja kalau menurut Papamu."


Berdua tersenyum mengingat betapa Victor begitu banyak aturan pada siapapun.


*******


__ADS_1


__ADS_2