QUEELESHA

QUEELESHA
PART 11


__ADS_3

Raka mengedipkan satu matanya ke arah Enisha dengan senyuman hangatnya, dan melambaikan tangannya. Al menatap Raka dengan pandangan tak suka, tapi dibalas dengan sinisan Raka.


**


Didalam ruangan kelas Xll IPS2


"Hallo kakak-kakakku..." Sapa Raka dengan senyuman hangatnya.


Riko melihat ke arah Raka. "Tumben, ngapain lo kemari?" Tanya Riko melihat Raka dari atas sampai bawah.


Merasa jijik dengan pandangan Riko, Raka pun mengusap wajah Riko dengan tangan kirinya. "Biasa aja liatnya, jijik gw."


"Ya habisnya lo tumben dateng kemari, biasanya kalo dateng lo nggak seceria ini." Jelas Riko.


"Ada berita hot." Ucap Raka menaik turunkan alisnya.


"Berita apa?" Tanya Riko penasaran.


Raka menarik kursi dan duduk didepan Riko. "Ini tentang Enisha."


Deg


Arka yang mendengar nama Enisha pun lantas bergabung bersama Riko dan Raka.


"Enisha ya?" Tanya Arka yang langsung duduk disebelah Riko.


Raka berdecak. "Kalo tentang Enisha aja langsung cekatan."


Riko membelalakkan matanya, dan langsung menjitak kening Raka.


"Lo ****, apa g*blok? itu wajar Ka soalnya dia itu pacarnya!" Tegas Riko yang dibalas dengan senyuman polos dari Raka.


Arka menarik nafasnya dalam-dalam. "Cepetan cerita, lemot banget."


"Iya....iya.....noh gw dapet temen baru, namanya Aldevaro Argadafa." Ucap Raka.


Arka berfikir sejenak. "Aldevaro Argadafa?" mengangkat satu alisnya.


"Panggilannya Al."


"Dan ternyata dia itu sa...." Belum selesai Raka berkata sudah diserobot Arka. "Sahabatnya Enisha." Ucap Arka sambil menjentikkan jarinya.


"Lo kenal?" Tanya Riko.


"Nggak." Celetuk Arka.


"Lah itu tadi lo tau, kalo mereka berdua sahabatan." Bingung Riko menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Gw tau dari Enisha kemaren, dia bilang kalo si Valak itu sahabatnya." Jelas Arka yang membuat Riko dan Raka kebingungan.


"Valak??" Tanya Riko dan Raka bersamaan.


Arka melirik Riko dan Raka lalu menganggukkan kepalanya. Riko dan Raka saling bertatapan.

__ADS_1


"Maksud gw, valak itu siapa Ar?" Tanya Riko penasaran.


"Ya si Al itu." Jawab Arka.


Riko dan Raka terkekeh. "Serah lo deh Ar." Ucapnya bersamaan.


"Nantangin gw nih kayaknya." Sebuah seringai tersungging di bibirnya membuat Raka dan Riko saling pandang dan sama-sama menaikkan satu alisnya tanda tak mengerti.


***


"Hello my baby, my hubby, my frie..." Belum selesai Vela menyapa Enisha, sudah dibungkam mulutnya pakai tahu bulat yang dibeli Sera.


"Bisa diem nggak?" Tanya Sera memutar kedua bola matanya malas.


"hm....enyak thel" Ucap Vela yang masih mengunyah tahu bulat yang dikasih Sera.


Sera menghembuskan nafasnya. "Huft...di telen dulu tuh makanan, baru ngomong. Mentang-mentang makanan gratis." Sindirnya.


Vela menelan kasar makanannya. "Sera asal kamu tau, yang namanya gratis itu enak."


"idih, gratisan aja teros." Ucap Sera sinis.


"Biarin." Acuh Vela yang meninggalkan Sera dan duduk dibangkunya.


Sera yang melihat tempat duduknya diambil alih oleh Al pun memilih duduk disebelah Vela.


"Cie...duduk disebelah gw, naksir ya neng." Ucap Vela menaik turunkan alisnya.


"Bisa diem nggak?" Tanya Sera menaikkan satu alisnya.


"Nggak."


"Gimana nggak duduk disebelah Vela, tempat duduk gw aja dipakek sama orang." Sindir Sera penuh dengan penekanan, membuat orang yang duduk dibangku Sera pun berdiri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sorry ya, gw tadi pinjem kursinya." Ucap Al yang langsung duduk di bangkunya sendiri.


"Penganggu lo Ser." Ucap Vela mendorong tubuh Sera.


Sera berdecak. "Nggak usah narik-narik."


"Dorong!" Tegas Vela.


Sera berfikir sejenak. "Ya itu m-maksud gw."


"Balik ke kelas TK aja neng biar bisa bedain." Kata Vela tanpa dosa.


"Bisa diem nggak sih?" Tanya Sera dan Enisha bersamaan.


"Buset, kompak banget." Jawab Vela mengedipkan matanya.


"Mangkannya diem." Ucap Enisha.


"Nggak mau."

__ADS_1


"Aku punya kernyut kecil, ku beri nama kancil, dia senang nggak bisa diem, bisanya cuman ngedumel. Kancil guk guk guk, kemari meong meong. Ayo ngomong lagi, Kancil guk guk guk, kemari meong meong. Kalo lo ngomong lagi gw telen." Enisha menyanyikan lagu aku punya anjing kecil dengan lirik yang berbeda, membuat Vela membelalakkan matanya.


"Oke, gw diem." Katanya mengangkat kedua tangannya.


"Lagunya bagus En." Ucap Al menahan tawanya.


"Lo juga diem." Pinta Enisha menaikkan satu alisnya.


***


"Gimana Ar? lo bakal ngebiarin mereka berdua, berduaan?" Tanya Riko.


"Nggak bakal!" Tegas Arka dengan nafas tak beraturan, mengepalkan kedua tangannya dan langsung berdiri.


Raka menepuk pundak Arka. "Sabar bro, tarik nafas...lalu hempaskan, dorong..." Katanya tanpa dosa.


Riko yang mendengar ucapan Raka lantas menjitak kening Raka untuk kedua kalinya. "Dia bukan mau melahirkan g*blok!"


Raka meringis kesakitan, jitakan kedua kali ini benar-benar sangat keras. Lalu Raka memilih untuk diam saja.


"Sabar bro, nggak usah gegabah." Ucap Riko menasehati Arka.


Arka berdecak. "Gw udah nggak bisa sabar."


"Terus mau lo apa?" Tanya Riko.


"Gw mau tarung sama dia, kita bikin taruhan. Siapa yang menang dia bakal dapetin Enisha, dan yang kalah harus jauhin Enisha." Jelas Arka menatap kedua bola mata Riko, mengisyaratkan agar pertarungan ini hanya dilakukan ditempat tertutup. Dan menjadikan Riko sebagai jurinya, Riko yang mengerti itupun melirik Raka mengisyaratkan agar memanggil Tama ke gudang belakang sekolah sekarang.


Raka lantas pergi dari kelas tersebut, dan sesegera mungkin menuju kelasnya.


Sesampainya didalam kelas.


"Hai bro." Sapa Raka menepuk pundak Al.


"Ada apa?" Tanya Al yang sudah mengerti dengan gerak gerik Raka, seperti ingin mengatakan sesuatu.


Raka terkekeh. "Tau-tauan lo Al, peka banget." Ucapnya yang dibalas dengan sunggingan Tama.


Raka segera mendekat ke daun telinga Al, dan membisikkan sesuatu.


"Lo di tantangin sama Arka noh, siapa yang menang bakal dapetin Enisha, dan yang kalah harus ngejauhin Enisha." Bisik Raka meniup telinga Al, membuat Al melototkan matanya.


"Nggak usah tiup-tiup."


Raka tersenyum simpul. "Ayo sekarang." Ajak Raka yang membuat Al menaikkan satu alisnya. "Sekarang?" Tanya Al.


"Ora, bodo ketek Al." Kata Raka memutar kedua bola matanya malas.


"Ya, gw kira ntar pas pulang sekolah." Ucap Al menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Vela mengernyit. "Pada mau kemana abang-abang gantengku." melambaikan tangannya, dan mengedipkan matanya.


"Mau taru-ru...kantin." Gelagap Raka membuat Enisha menutup kasar buku yang ia baca.

__ADS_1


"Beneran mau kekantin?" Selidik Enisha berjalan mendekat ke arah Raka dan Al.


Al yang mengerti itupun langsung menghadap ke arah Enisha. "Iya kok, kita mau ke kantin, lo mau nitip?" Tanya Al agar Enisha tak curiga sedikit pun.


__ADS_2