QUEELESHA

QUEELESHA
PART 16


__ADS_3

Aneh! aku seperti pernah melihatnya! tapi dimana? dan wajahnya itu...kenapa mirip sekali dengan. Sial! kenapa aku jadi begini! ah sudahlah.


Aldebaran lantas segera menutup kaca jendela mobilnya, dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Al yang melihat itupun berfikir sejenak.


Kayaknya gw pernah ketemu sama tuh orang, tapi dimana? rasanya seperti gw sama dia kaya ada ikatan aja.


Enisha yang melihat Al sedang melamun diluar sana pun memilih keluar dari dalam mobil dan menghampiri Al.


"Al." Panggil Enisha membuyarkan lamunan Al.


"Ah iya En."


"Lo kok ngalamun gitu sih? cepetan dong."


"Oh iya lupa gw. Yauda lo ikut gw pilih bunganya ya." Pinta Al.


"Okedeh, tapi cepet ya."


"Tapi lo bantu gw pilih."


"Lah kok gw yang pilih?"


"Soalnya orang yang nanti gw kasih itu dia sama kayak lo."


"Hah?"


"Maksud gw itu, favorit kalian sama."


"Oh gitu."


Al dan Enisha pun lantas segera menuju ke toko bunga dan membeli satu buket bunga. Kemudian kembali masuk ke dalam mobil.


"Udah belinya?" Tanya Vela.


"Hmm." Jawab Al menjalankan mobilnya menuju ke rumah Enisha.


"Eh mendingan lo nganterin Vela dulu deh Al, habis itu nganterin gw. Enisha terakhir ajalah." Pinta Sera.


"Oke."


Al menjalankan mobilnya menuju rumah Vela. Enisha lah yang memberi tahu arah jalur rumah Vela dan Sera.


Setelah Vela dan Sera sudah pulang, dan hanya mereka berdua saja yang ada didalam mobil. Al memberikan buket bunga tadi ke Enisha.


"Ini buat lo En."


"Hah kok gw sih."


"Udah diterima aja, gw nggak nerima penolakan."


"Tapi kan.."


"Kan gw udah bilang, gw nggak nerima penolakan."


"Aish yasudahlah." Menerima buket bunga dan memangku bunga tersebut dipangkuannya.


"Suka bunga nggak?" Tanya Al


"Suka kok." Tersenyum ramah ke arah Al.


Al yang melihat senyuman Enisha pun lantas mengacak-acak rambutnya.


"Oh iya Al, gw sekarang tinggal di villa ya."


"Villa yang deket sama rumah gw?"


"Deket dari mana sih? kan jauh Al."


"Setidaknya lebih deket daripada mansion lo En."

__ADS_1


"Iya juga sih. Oh iya Tam, nanti malam.." Belum selesai Enisha berkata sudah disrempet oleh Al.


"Mau ngajakin makan malam?" Tanya Al yang selalu mengerti dengan apa yang akan diucapkan Enisha. Sudah menjadi kebiasaan dirinya yang selalu peka, ya walaupun cintanya kepada Enisha belum terbalaskan. Tetapi dia sudah berani mengungkapkan. Hebatkan;v.


"Iya Al. Lo bisa dateng?" Tanya Enisha.


Al menghentikan mobilnya didepan villa Enisha, dan menatap lekat kedua bola matanya. Lalu menghembuskan nafasnya pelan. "Lo kok ngajak gw? kan lo ada Arka." Ucapnya sembari tersenyum getir.


"Oh itu, tadi sih Arka udah gw ajak. Tapi katanya..."


"Dia sibuk dan nggak bisa dateng." serobot Al mengangkat satu alisnya yang dibalas dengan anggukan Enisha. Al pun tersenyum sinis.


"Ntar kalo gw nggak sibuk, gw bakalan dateng kok."


"Makasih ya Al, udah nganterin gw pulang."


"Sama-sama."


**


"Assalamualaikum mi, Enisha pulang." Berjalan mencari keberadaan Karasha.


"Bi, mami mana?" Tanya Enisha celingak-celinguk masih mencari keberadaan Karasha.


"Nyonya kembali pulang ke mansion, nona." Membungkukkan badannya.


Enisha mengernyit. "Loh katanya kan mau tinggal di villa ini selama 1 bulan. Kok udah pulang aja sih?"


"Kata nyonya, tadi berpesan kalo nyonya sedang ada urusan mendadak non." Jelas Bi Bina.


Enisha menghembuskan nafasnya pelan. "Yauda kalo gitu em...nanti makan malamnya menu seafood ya Bi." Pinta Enisha yang dibalas anggukan bi Bina. "Iya non." membungkukkan badan dan mengundurkan diri.


Enisha pun memutuskan untuk berjalan ke arah kamarnya, melakukan rutinitasnya setelah pulang sekolah yaitu mandi. Karna Enisha sudah merasakan badannya yang lengket penuh dengan keringat tadi waktu disekolah.


Agak lama juga dia berendam di bathtub. Setelah lamanya ia menyelesaikan semua rutinitasnya. Enisha berjalan mendekat ke arah narkas mengambil handphonenya, dan langsung mengecek handphone miliknya.


Saat membuka layar kaca, sudah ada pesan dari Sera yang tertera dilayar kaca handphonenya. Enisha lantas membuka pesan dari Sera tersebut.


Sera


p


p


| 16.25 |


p


| 16.28 |


p


| 16.30 |


Enisha


keliatan banget hidupnya penuh tekanan:v


| 16.32 |


Sera


apa hubungannya woyy


| 16.33 |


Enisha


p dalam fisika artinya tekanan.


jadi kalo lu nyepam p p p itu mungkin artinya lu lagi banyak tekanan;v

__ADS_1


| 16.33 |


Sera


astaga lo itu ya.


| 16.34 |


eh tapi kalo di pikir-pikir ada benernya juga sih😂


| 16.35 |


Enisha


Lo kesini jam berapa?


| 16.35 |


Sera


ini gw lagi otw rumah lo kok.


btw Al ikutan?


| 16.36 |


Enisha


kayaknya sih iya.


tadi gw ajak, dia bilang dia bakal dateng kalo nggak sibuk.


| 16.36 |


Sera


woi, gw dah sampek!!


lu turun kebawah gih!


| 16.37 |


"Ni anak bisanya ngegas mulu." Ucap Enisha yang langsung berlari turun kebawah untuk menemui Sera.


Sera yang tengah terduduk di sofa ruang tamu mendengar langkah kaki Enisha dan langsung berdiri kemudian merentangkan kedua tangannya.


Enisha terkekeh melihat tingkah Sera yang tidak seperti biasanya. "Ngapain lo."


Merasa diabaikan, Sera lantas melipat kedua tangannya. "Idih, biasanya kan kalo sahabat ketemu. Mereka saling peluk-pelukan."


"Yauda sini gw peluk." merentangkan kedua tangannya dan memeluk Sera. Sera pun membalas pelukan Enisha.


***


Disebuah ruangan agak gelap, terdapat seorang wanita yang duduk di kursinya dengan menatap sebuah bingkai yang berada ditangannya.


Seorang laki-laki berjongkok menyetarakan wanita yang tengah duduk dikursi tersebut. Kemudian mengusap pelan tangan kanannya. "Mom, Al ijin mau kerumah Enisha." Ijinnya pada wanita tersebut.


"Hm...pergilah. Jangan pulang terlalu malam."


Al yang mendapat ijin itupun langsung mencium tangan wanita tersebut.


"momy jangan sampai lupa makan, dan istirahatlah lebih awal. Jangan terlalu malam-malam itu tidak baik." Ucap Al yang dibalas dengan anggukan wanita tersebut. Dan kemudian Al berdiri, berjalan menuju garansi mobilnya. Mengendarainya dan langsung menuju ke tempat tujuannya.


Sesampainya ditempat tujuannya, lantas ia segera memasuki tempat tersebut.


"Silahkan Tuan." Sapa bodyguard yang berjaga di depan pintu tempat tersebut dan membukakan pintu untuknya.


Al pun segera masuk dan berjalan mencari keberadaan gadis yang dicintainya. Dan ternyata Enisha sedang ada adegan berpelukan dengan sahabatnya itu yang membuat Al tersenyum kecil.


"Wah-wah kelihatannya seru nih, gw boleh ikutan peluk nggak nih?" Tanya Al yang membuat Enisha dan Sera langsung melepaskan pelukan mereka satu sama lain.

__ADS_1


"Eh Al, lo dateng juga akhirnya." Ucap Sera.


"Yauda yuk kita langsung ke meja makan." Ajak Enisha berjalan menuju ke meja makan, di ikuti dengan Sera dan Al.


__ADS_2