QUEELESHA

QUEELESHA
PART 7


__ADS_3

"Yauda En, gw balik dulu ya." Pamit Arka yang dibalas dengan anggukan Enisha.


Arka pun lantas segera pergi meninggalkan Enisha dan Vela, berjalan ke arah tempat yang ia akan tuju.


Vela berfikir sejenak. "Oh iya En, tadi kata Al. Sebenarnya, Al itu pindahnya sekarang bukan nanti pas kita udah kelas 12." Jelas Vela.


Enisha mengernyit. "Lo kok tau?" Tanya Enisha.


"Tadi Al sendiri yang bilang, dia mau ngasih kejutan gitu ke lo." Jawab Vela.


"Tauk deh Vel, puyeng gw." Ucap Enisha memijit pelipisnya.


*


Setelah berjalan 1 menit kemudian Arka sudah sampai ke tempat tujuannya.


"Yuk, kita lanjut mau nonton lagi atau pulang?" Tanya Arka memegang tangan Sekar.


Sekar melepaskan genggaman Arka. "Lo tadi pergi kemana sih?" Tanya Sekar balik dengan kesalnya.


Gw jawab apa ya? _Batin Arka.


Sekar yang melihat Arka sedang melamun pun semakin kesal.


"Heh kalo ditanya dijawab, jangan ngelamun nggak jelas." Ucap Sekar dengan geramnya.


"Oh itu, ta-tadi gw ketemu sama Enmm Riko, iya Riko temen sekelas gw." Jelas Arka dengan gelagapan.


"Beneran?"


"Iyadong, masa iya sih gw bohong sama lo." Arka menangkup wajah Sekar dengan kedua tangannya, dan mengusap pipinya.


"Mana sanggup gw bohongin lo yang cantik bagaikan rembulan dan bintang di malam hari." Ucap Arka yang membuat Sekar merona karna malunya.


"Bisa aja lo Ar." Ucap Sekar memalingkan wajahnya karna malu.


"Kita pulang?" Tanya Arka.


"Gw pulang sendiri aja deh Ar, soalnya gw mau ketemuan dulu sama temen-temen gw di cafe." Pamit Sekar.


"Yauda deh, hati-hati ya." Ucap Arka melambaikan tangannya.


*


Vela memandang sekeliling, dan seketika pandangannya tertuju pada seorang seperti badut yang memakai kostum Ultraman. Sontak saja membuat Vela menarik tangan Enisha, berjalan mendekat ke arah orang yang memakai kostum Ultraman.


"Kamu Ultraman ya?" Tanya Vela polos.


"Iya, mau foto bersama? tenang bayarnya seikhlasnya aja." Jawab orang yang memakai kostum Ultraman.


"Wah beneran Ultraman En, yang dari susu sapi itukan?" Tanya Vela kelewat polos.


Enisha menepuk jidatnya sendiri. "Astaghfirullah, itu Ultramilk Velaaa..." Jelas Enisha dengan menekan setiap kata.

__ADS_1


Vela manggut-manggut. "Oh...Ultramilk ya."


"Ini jadi foto?" Tanya orang yang memakai kostum Ultraman.


Enisha tersenyum paksa. "Jadi kok."


"Vel, lo malu-maluin tau nggak sih." Bisik Enisha tepat didepan telinga Vela.


"Shorry mbak jago, ampun mbak jago gogogo...." Ucap Vela menyatukan kedua tangannya kemudian membungkuk, dan berjalan mundur.


Daripada ladenin Vela, Enisha memilih untuk foto bersama orang yang memakai kostum Ultraman dan tak lupa memberikannya upah.


"Makasih ya mbak." Ucap orang yang memakai kostum Ultraman, yang dibalas dengan anggukan Enisha.


Enisha menghampiri Vela yang sedang berdiri di bawah pohon seperti sedang mengintai seseorang.


Seketika Enisha memegang pundak Vela. "Eh Vel, lo ngapain?" Tanya Enisha.


Sontan saja itu membuat Vela terkagetkan. "Eh kalajengking, ular, buaya, dimakan sama tikus." Ucapnya gelagapan.


Enisha terkekeh. "Mana ada tikus makan kalajengking, ular, sama buaya."


"Yah habisnya lo ngagetin gw sih, dasar kucing rumahan." Ejek Vela.


"Lah kok kucing rumahan Vel?" Tanya Enisha kebingungan.


"Karna lo banyak yang demenin." Jelas Vela dan kembali fokus pada apa yang dilihatnya sejak tadi.


"Lah ngeyel."


"Liatin apa sih?" Tanya Enisha penasaran.


"Noh liat, itu si Sera kan dia sama bang Arka dong. Kan gw jadi curiga sama dia." Jawab Vela dengan seriusnya.


Ucapan Vela sontan membuat Enisha menoleh melihat ke arah yang dilihat Vela.


Vela menatap Enisha, dan menyadari jika Enisha menatap dengan pandangan tak percaya.


Vela memegang tangan Enisha. "En kita samperin yuklah, gas pol rem blong."


Enisha menahan tangan Vela. "Nggak Vel, kita tunggu aja si Arka pergi dulu."


"Tapi kan En..." Belum selesai Vela berkata, sudah disrempet oleh Enisha.


"Udah Vel, cukup. Biar gw aja yang ngatur strategi." Ucap Enisha dengan mantapnya.


"Iyadeh." Pasrah Vela.


Setelah sekian lama akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba, Arka meninggalkan Sera yang terus mengoceh dan membentak.


Enisha dan Vela pun berjalan menghampiri Sera. Vela bertepuk tangan dengan kerasnya, membuat Sera yang tadinya mengoceh hanya bisa diam melihat kedatangan Enisha dan Vela.


Ckk...tepat sekali, ini kesempatan yang langka. Pasti setelah ini Enisha bakalan putus sama Arka, rencana yang berjalan sangat-sangat mulus.

__ADS_1


Sera menyeringai. "Hello sahabat." sambil melambaikan tangannya, kemudian melipat tangannya di dada.


Vela melototkan matanya. "Sahabat?! Kayak gini lo bilang sahabat!" Bentak Vela.


"Ya terus kenapa? lo nggak suka?" Tanya Sera menatap sinis ke arah Vela.


Vela mengepalkan tangannya. "Dasar koin! didepan beda dibelakang beda!" Sindir Vela.


"lo kambing!" Celetuk Sera.


Vela terkekeh. "Kambing kok bilang kambing kan ya kambing, dasar kambing." Ucap Vela dengan cepatnya.


Enisha menatap Vela. "Lo ngomong apaan sih Vel, kok gw nggak ngerti ya?" Tanya Enisha tanda tak mengerti.


Vela mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti juga. "Tanya aja sama dia." menunjuk Sera.


"Loh kok gw sih! kan lo yang bilang 'kambing kok bilang kambing kan ya kambing, dasar kambing'." Jelas Sera memandang Vela dengan geramnya.


"Lah kan lo duluan yang bilang!" Bentak Vela.


"Heh lo dulu yang bilang kalimat kambing tadi." Bentak Sera tak terima.


Vela terkekeh. "Lo duluan yang bilang!"


"Lo duluan!" Celetuk Sera.


"Lo!"


"Udah cukup!!" Bentak Enisha yang mencoba melerai perdebatan antara kucing dan tikus.


"Kayak anak kecil aja tau nggak? dan lo Vel, lo itu salah." Ucap Enisha menatap Vela.


"Nah kan Vel, lo yang salah." Ucap Sera dengan bangganya.


"Lo juga Ser." Jelas Enisha yang membuat Sera menghentakkan kakinya.


"Kok gw juga disalahin sih? yang salah tuh Vela. Datang-datang kok langsung nyolot." Ucap Sera dengan sinisnya.


"Eh enak aja, lo juga salah. Ngapain lo tadi ketemuan sama Arka?" Tanya Vela dengan meletakkan kedua tangannya di pinggul.


"Suka-suka gw dong, lo siapa ngatur gw?" Tanya Sera balik.


"Loh lo kok gitu Ser, kita berdua ini sahabat lo." Jelas Vela menahan emosinya.


"Oh sahabat gw." Kata Sera dengan sinisnya.


"Hih, lama-lama kubuang lo ke Samudera Pasifik, Samudera Hindia, kalo perlu kubuang sekalian di segitiga termuda." Ucap Vela dengan cepatnya.


Enisha memijit pelipisnya. "Vela, namanya itu segitiga bermuda bukan termuda! paham?" Ucap Enisha dengan menekan setiap kata.


"Ya itulah pkknya, gw lupa soalnya." Ucap Vela menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sera terkekeh. "Balik aja ke kelas TK lagi, biar jadi anak pintar." Ucap Sera dengan sinisnya.

__ADS_1


__ADS_2