
"Iyain dah." Ucap Tika memutar kedua bola matanya malas.
"Kalok bener jatuh pada pandangan pertama, kok gw gak suka sama si Al ya Vel?" Tanya Enisha menaikkan satu alisnya.
"Yah lo kan kagak peka an En." Vela menyenggol bahu Tika. "Yakan Tik?" Tambahnya lagi.
"Lah mana gw tau, gw kan..." Belum selesai Tika ngomong, sudah di srempet oleh si Sera.
"ikan, blup - blup - blup." Sembari menirukan gaya ikan.
"gw mau bilang kalo gw itu kan manusia bukan ikan, dasar monyet." Ucap Tika.
"eh Lo ngatain gw apa? monyet? kalok gw monyet lo juga monyet dong, dan kalian semua juga monyet." Ucap Sera menaruh kedua tangan di pinggulnya.
"Lah kok bisa Ser?" Tanya Enisha penasaran.
"Ya iyalah, kan kalian temenan sama gw. Jadi, otomatis kalian juga monyetlah." Jawab Sera.
"Serah lo deh." Ucap Tika.
"Hah mana sayurnya Tik? mumpung gw laper nih." Ucap Vela gelagapan menyentuh tangan Tika dan menggoyangkannya.
"Eh ni anak ngapain dah? yang bahas makanan siapa!? pikirannya makanan mulu deh." Ucap Tika.
"Lah tadi kan lo bilang 'lodeh'." Kata Vela.
"Punya temen kok begonya minta ampun sih, astaghfirullah. Sabarkanlah hambamu ini ya Allah." Lirih Enisha sambil mengusap dadanya.
"Mana lodehnya?" Tanya Vela antusius.
"Astaghfirullah Vel, kita itu enggak lagi bahas makanan...." Ucap Enisha penuh dengan tekanan.
"Lah terus tadi Tika bilang lodeh!" Ucap Vela masih teguh dengan perkataannya.
Tet
Tet
"Tauk deh Vel, pusing gw." Lirih Enisha memijit pelipisnya.
"Udah gak usah dibahas lagi, mending kita ke kantin aja kuy." Ucap Sera pada sahabatnya.
"Kuylah." Ucap Enisha, Vela, Tika bersamaan.
Mereka berempat pun memutuskan untuk pergi ke kantin, daripada bahas itu mulu, diyakinkan deh kaga bisa kelar. Apalagi kalo sama si Vela, haduh loading nya lama banget, udah gitu yang ada malah lanjut terus sampai 1 abad nggak bakal selesai.
"Gak ke kantin bareng Arka En?" Tanya Sera duduk disebelah Enisha sambil celingak-celinguk.
"Gak, dia lagi sibuk Sera." Jawab Enisha.
"Ohh..."
__ADS_1
"Ngapain lo nanyain Arka Ser?" Tanya Tika penasaran. "Tumben banget dah." Tambahnya.
"Gak papa, cuman pengen nanya aja." Ucap Sera yang tiba-tiba pandangannya tertuju pada seseorang.
"Apa jangan-jangan lo suka sama Arka?" Tanya Tika antusias, Enisha yang mendengarkan itu pun tersedak saat meminum minumannya.
"Uhuk...uhuk...ekhem..."
"Minum yang bener." Ucap Vela menepuk pundak Enisha.
"Hah! mana mungkin gw suka sama dia, ngaco deh kalo ngomong." Ucap Sera kembali memandang seseorang yang dipandangnya tadi.
"Eh Ser, lo ngeliatin apaan sih?" Tanya Enisha mengerutkan keningnya. "Serius banget deh, liat apaan si." Tambahnya lagi.
"Ser...Ser..." Panggil Tika.
"Ser....Ser...Ser....Goyang bang." Ucap Vela sambil menggoyangkan kedua tangannya.
Sera berdecak. "Apaan sih Vel, kalok mau manggil orang tuh yang bener dong!"
"Ya gak usah nyolot juga, Sans dong." Ucap Vela.
"Mangkannya kalo orang manggil tuh nyaut, lo udah gw panggil tadi tapi lo nya aja yang gak denger." Ucap Tika menyilangkan kedua tangannya di dada. "Seharusnya gw yang marah, dasar g*blok" Tambahnya lagi.
"Heh asal lo tau ya Tik, g*blok-g*blok gini pernah jadi atlet lompat pagar disekolah! dapat piagam surat panggilan orang tua pula!" Ucap Sera mengibaskan rambutnya.
Enisha terkekeh. "Asek...si bandel mulai aktif ya bund."
"Lo liatin siapa sih Ser?" Tanya Enisha.
"Tuh gaes liat, ada gengnya kak Riko." Ucap Sera menunjukkan keberadaan Riko dengan bola matanya.
"Hah serius! mana?" Tanya Vela antusias.
"Tuh liat." Jawab Sera menunjukkan.
Vela melihat ke arah yang ditunjuk. "Duh gw embat kali yah gaes."
"Idih apaan sih lo, itu doi gw ya. Jangan lo embat, katanya lo lagi sama si Al." Ucap Sera tak terima.
"Kalok seumpama gw dapet kak Riko duluan kan kak Al buat simpanan." Kata Vela tanpa dosa.
Enisha menggeleng. "fakgirl astaga."
"Eh asal lo tau ya Vel, lo sama gw tuh cantikan gw." Ucap Sera dengan sinisnya.
"Gue Cakep!. Valid no debat!, kalo lo gak setuju berarti lo nantangin yang nyiptain gw. 'No insecure, 2020'." Ucap Vela mengibaskan rambutnya.
Sera berdecak. "Banyak ngomong, capek mulut gw."
Tika menggebrak meja. "Tuh rombongannya kak Riko lewat." menunjuk rombongan Arka dengan kedua bola matanya.
__ADS_1
"Astaghfirullah....kaget gw." Ucap Enisha.
Tap
Tap
Tap
Vela yang melihat Riko sedang merangkul pundak temannya itu pun lantas langsung berdiri, berjalan mendekati Riko dan berkata padanya.
"Hai kak Riko...." Sapa Vela melambaikan tangannya. "Mau juga dong bang dirangkul sama kakak." sembari menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri.
"Eh e...." Ucap Riko sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mau kan kak, lagian juga nih pundak udah lama nggak dirangkul." Ucap Vela menaik turunkan alisnya.
Riko menggeleng menatap ke arah Enisha, Enisha yang menatapnya balik pun hanya mengangkat bahunya tanda tak mengerti. "Sorry ya, gw mau ke toilet." Riko lantas berjalan, ingin sesegera mungkin menghindari orang aneh yang sedang berbicara dengannya. Tetapi belum juga jalan dua langkah, sudah di hadang oleh Vela.
"Yah kok gitu sih kak." Ucap Vela memelas. "Jangan malu-malu dong kak, belum juga di ajak nikah udah malu aja." Tambahnya.
"Hah!?" Ucap Riko melongo dengan apa yang diucapkan Vela.
Vela makin antusias. "Kenapa kak udah gak sabar ya mau pacaran sama Vela, terus ntar di lamar, habis itu kita nik...." Belum selesai Vela berkata, Riko langsung pergi meninggalkannya. Riko tak peduli lagi dengan apa yang diucapkan Vela.
"Eh kak, kak Riko mau kemana!!??" Tanya Vela setengah teriak, dan membuat semua orang yang ada dikantin menghadap ke arah Vela dengan pandangan yang berbeda-beda.
"Udah dong Vel, malu tau." Bisik Enisha sambil menarik tangan Vela agar duduk kembali.
"Vel." Kata Enisha lagi.
"Iya - iya gw duduk." Pasrah Vela.
Sera menggeleng. "Malu-maluin orang dasar setan!"
Vela berdecak. "Ya kan gw berusaha biar gak jomblo."
Enisha menepuk pundak Vela. "Jadi, kejar Riko sampe titik darah penghabisan. Kalo lo dapet beruntung, masalahnya susah dapetnya. Limited edition."
"oke En." Ucap Vela mengacungkan kedua jempol nya.
"Kita saingan nih Ser?" Tanyanya tanpa dosa.
"Idih enggak lah, lo embat aja. Ntar gw sama Al aja." Ucap Sera dengan sinisnya.
"Emang lo udah tau mukanya Al?" Tanya Enisha penasaran.
Sera menggeleng. "Lah gw kan nggak memandang fisik." Ucapnya menaik turunkan alisnya.
"Cakep" Enisha mengacungkan kedua jempol miliknya.
Setalah percakapan itu, mereka kembali hening. Keheningan tercipta karna Vela sedang menelaah perkataan Sera. Wajar ya soalnya Vela orangnya lemot, loadingnya lama.
__ADS_1