QUEELESHA

QUEELESHA
PART 8


__ADS_3

"Heh enak aja lo bilang gitu ke gw! gw udah pintar tau nggak? gw setiap hari minum tolak angin biar pintar." Jelas Vela dengan bangganya.


"Polos kali kau nak." Kata Sera menahan tawanya. "Gimana mau sukses kalo nggak pintar-pintar." Ucapnya menatap Vela dengan pandangan sinis.


"Lagian juga pintar disekolah belum tentu sukses dimasa depan, yang menentukan itu kalo kita bisa berusaha agar kita bisa sukses." Ucap Vela dengan bangganya.


Enisha terkekeh. "Si Vela kesurupan kali ya? tumben bijak."


Vela berfikir sejenak. "Gw jadi heran, dari kecil sampai sekarang kok gw nggak pernah kesurupan, apa jangan-jangan gw setannya?" Tanya Vela kelewat polos.


Deg


Enisha dan Sera saling pandang, kemudian Sera berjalan mendekati Enisha dan menyenggol tangannya.


"Tuh jawab." Bisik Sera tepat ditelinga Enisha.


"Lo aja yang jawab Ser." Bisik Enisha balik.


"Lo aja, gw nggak mau berurusan sama kereta api." Balas Sera.


"Pada bisikan apa sih? pada ngomongin kalo Vela itu udah pinter, cantik, baik, dan tidak sombong lagi. Iyakan??" Tanya Vela.


"Nggak kok, cuman itu gw ada urusan. gw balik dulu." Ucap Sera berlalu pergi.


"Jadi En, gw itu manusia apa setan sih?" Tanya Vela penasaran.


"Setan!" Celetuk Enisha.


Vela mengernyit dan memegang pipinya. "Benarkah gw ini setan?" Tanyanya.


Vela yang melihat orang-orang berlalu lalang pun menghalangi salah satu orang. "Eh gw manusia apa hantu?" Tanya Vela antusius.


Orang yang dihalang mengkerutkan dahinya. "Lo gila ya?!" Tanyanya balik.


Vela melototkan matanya. "Lah kok lo ngatain gw gila!"


Enisha menarik belakang kerah baju Vela, membuat Vela berjalan mundur.


Vela terkagum. "Wah hebat gw bisa jalan mundur, berarti gw setan."


"Hei semuanya liat gw setan! gw bisa jalan mundur." Teriak Vela yang membuat Enisha menghentikan tarikannya dan menjitak jidat Vela.


"Lo gw tarik, bukannya lo jadi setan." Jelas Enisha melipatkan tangannya didada.


"Coba lo liat dengan mata kepala lo sendiri Vel." Geram Enisha.

__ADS_1


Vela berfikir sejenak. "Kalo mata diciptakan untuk melihat, kenapa kita nggak bisa melihat mata sendiri dari mata kita?" Tanya Vela polos.


Enisha menutup matanya menarik nafas dalam-dalam. "Vela, kalo lo ngomong yang nggak masuk akal lagi, gw buang lo ke segitiga bermuda." Jelas Enisha yang membuat Vela menutup mulutnya dengan tangannya.


Nggak masuk akal gimana coba? kan itu masuk akal. Dan juga itu caranya susah loh. Batin Vela.


"Nggak usah mikirin kalo itu tadi masuk akal." Tegas Enisha.


Vela tercengang. "Wah hebat kali lo En, lo manusia apa hantu? bisa baca pikiran orang?" Tanya Vela yang membuat Enisha menarik tangan Vela dan berjalan agar Vela mengikutinya.


"Kita mau kemana En?" Tanya Vela lagi.


"Mau ke kapal." Ketus Enisha.


"Ngapain ke kapan En?" Tanya Vela penasaran.


"Mau buang lo ke segitiga bermuda." Jawab Enisha.


"Oh iya En gw mau nanya lagi, kalo oli nggak bisa dicampur dengan air. Kenapa para ilmuwan tidak menciptakan kapal dari oli." Tanya Vela yang membuat Enisha berhenti berjalan.


Enisha menarik nafas dalam-dalam. "Vela, lo tau kan lensa kamera itu bulat?" Tanya Enisha.


"Taulah." Jawab Vela


"Kalo lensa kamera itu bulat, kenapa pas difoto jadi kotak?" Tanya Ensiha menyatukan tangannya didada.


"Lo juga bogeng." Celetuk Enisha.


"Lo yang nggak masuk akal En, bukan gw." Ucap Vela dengan yakinnya.


Enisha memutar kedua bola matanya malas. "Serah lo deh Vel."


Mata Vela seketika berbinar-binar. "Mana lodehnya En?" Tanya Vela antusius.


"Siapa yang bilang lodeh? ngapain jadi makanan sih Vel?" Tanya Enisha balik.


"Aduh Enisha sayang, kalo di tanya itu dijawab bukannya malah balik nanya." Jelas Vela.


"Astaghfirullah Vel, gw lagi nggak bahas makanan!" Tegas Enisha.


"Nggak usah bohong deh En, tadi kan lo bilang lodeh." Ucap Vela dengan yakinnya.


Enisha mengusap wajahnya dengan kasar. "Ni anak dulu pas diperut, maminya ngidam apaan sih?"


"Ngidam lodeh kali En." Jawab Vela polos.

__ADS_1


Enisha tersenyum paksa. "Lama-lama gw buang beneran lo ke segitiga bermuda."


"Jangan dong En, nggak kasian sama kak Riko? nanti kalo kak Riko marahin kamu gimana hayo?" Tanya Vela yang membuat Enisha mengernyitkan dahinya.


"Emangnya Riko suka sama lo Vel?" Tanya Enisha balik.


"Gw yang suka dia, bukan dia yang suka gw." Jawab Vela memonyongkan bibirnya.


"Bertepuk sebelah tangan nih ceritanya." Ucap Enisha mengusap punggung Vela.


"Sakit hati incess diabaikan mulu." Ucap Vela.


Enisha tersenyum simpul. "Sudah tau diabaikan, kenapa masih nunggu?" Tanya Enisha menatap Vela dengan mengangkat satu alisnya.


Vela terkekeh. "Al aja yang lo abaikan masih nunggu lo, ngapain lo nggak bilang gitu ke Al." Ucap Vela yang membuat Enisha berfikir sejenak.


"Gw nggak nerima Al karna dia itu sahabat gw, dan juga gw nggak cinta sama dia. Cinta itu kan nggak boleh dipaksain Vel." Jelas Enisha yang dijawab anggukan oleh Vela.


"Kita pulang sekarang? jalan kaki?" Tanya Vela.


"iya." Jawab Enisha.


Ditengah-tengah perjalanan, Enisha dan Vela tak sengaja bertemu dengan rombongannya Sekar. Enisha yang melamun tak sengaja menabrak Sekar.


"Eh sorry ya gw nggak se..." Belum selesai Enisha berkata sudah disrempet Sekar.


"Oh si ganjen." Kata Sekar tanpa dosa.


Vela melototkan matanya. "Heh maksud lo apa? ngatain orang ganjen lagi. Padahal yang ganjen tuh yang bilang." Tegas Vela.


"Lah emang itu faktanya lah, dia itu ngrebut Arka dari gw! untung aja Arka nggak mau sama lo, dia lebih milih gw. Salahin aja Enisha, yang sok ganjen." Ucap Sekar percaya diri.


"Heh ganjen, yang salah itu lo! beego!!" Bentak Vela mendorong tubuh Sekar.


"Enak aja, yang salah itu Enisha!" Balas Sekar mendorong tubuh Vela.


Enisha menyeringai. "Kalo gw salah, apakah anda benar? thing again!"


"Heh sok kali lo, belum pernah ngerasain kemewahan yah?" Tanya Sekar dengan sinisnya.


"Heh gila nih orang." Ucap Vela.


Enisha menghembuskan nafasnya. "Udahlah Vel, nggak usah berdebat sama cewe yang sukanya tuh ngebanggain harta orang tuanya, yang jelas-jelas bukan hartanya dia, dan malah memamerkan kekayaan orang tuanya, dan bilang ke orang-orang kalo harta itu miliknya, kayak udah kerja aja ya bisa dapetin duit, padahal yang ada cuma bisa ngabisin duit." Sindir Enisha.


Sekar menghentakkan kakinya. "Lo ngehina gw?!"

__ADS_1


Enisha terkekeh. "Gw nggak ngehina lo, gw cuma mendeskripsikan lo." Tegas Enisha menekan setiap kata.


"Sama aja lo ngehina gw! lo belum tau siapa gw sebenarnya." Ucap Sekar dengan sinisnya.


__ADS_2