QUEELESHA

QUEELESHA
PART 17


__ADS_3

Kini semuanya telah duduk di tempatnya duduknya masing-masing. Sera berada tepat di samping Enisha, sedangkan Al berada di depan Enisha. Mereka makan dengan keheningan.


"En, lo tau nggak?" Tanya Al memecahkan keheningan.


"Nggak." Jawab Enisha


"Gw belum selesai ngomong."


"Pasti ni anak mau gombalin." Sewot Sera melirik Al tersenyum sinis.


"Ya serah gw lah." Ucap Al tak terima.


"Sadar ****! dia itu lagi mencintai orang lain yang pastinya bukan lu! Jadi jangan berharap ketinggian yah." Tegas Sera membuat Enisha refleks terbatuk dengan perkataannya tadi. Duar...bagai tersambar petir dimakan malamnya:v Al seketika tersenyum miris.


Apa gw terlalu sibuk mencintai lo, hingga buat gw lupa kalo lo itu mencintai orang lain. Batin Al menatap sendu Enisha.


"Nih minum, biar nggak batuk terus." Ucap Sera menyodorkan minumannya. Enisha pun lantas meminum minuman tersebut dengan sekali minum langsung habis.


"Udah? minum yang banyak deh En, ntar kalo batuk dikira lo kena Korona."


"Emang didunia kita ada Korona?" Tanya Enisha kebingungan.


"Ya adalah. Dahlah nggak udah dibahas."


Mereka kembali hening, dan melanjutkan acara makan malam mereka kembali. Al yang sembari tadi masih melamun, mengaduk aduk makanannya seperti berperang diatas piring, membuat Sera menginjakkan kakinya ke kaki Al dibawah meja.


"Argh..." Mengusap kakinya yang kesakitan karna injakan keras Sera.


"Ser, jangan gitu dong." Ucap Enisha.


"Sorry, habisnya lo sih Al. Makan nggak bisa tenang, gaduh aja. Udah gitu malah ngelamun lagi." Jelas Sera.


***


Seorang gadis tengah mengumpat dalam hatinya, berdiri dipinggir jalan menunggu sang pujaan hati datang menjemputnya. Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba, dengan mengendarai sepeda motor miliknya yang selalu dipakainya setiap saat.


"Lama banget sih." Sindir gadis tersebut.


Lelaki yang mengendarai motor tersebut pun melepaskan helmnya, menata rambutnya sejenak. "Maaf ya, tadi dijalan macet."


Gadis tersebut berdecak kesal. "Alesan lo Ar, kan lo pake motor Arka!!"


"Udahlah Ka nggak usah dibahas, mending kita langsung berangkat sekarang aja gimana?" menyodorkan helm pada gadis yang ada disampinya itu.


"Pakein kek! nggak romantis banget jadi cowo!" Sindir Sekar dengan melipatkan kedua tangannya di dada. Tanpa ba bi bu ba lagi, Arka segera memasangkan helm kepada si Sekar, agar tak mengatainya terus menerus.


Sekar pun langsung menaiki motor Arka dan segera, Arka melajukan motornya. Sesampainya di tempat tujuan, mereka pun turun dan berjalan masuk kedalam sembari bergandengan tangan.


"Eh Ar, Minggu depan kan ulang tahun gw nih. Bisa dong lo nanti dateng." Ucap Sekar.


Arka berfikir sejenak. "Eh em.... acaranya siang kan?"


"Malam dong, biar nanti sekalian lo gw kenalin sama semuanya."


Lah Minggu depan kan acara gw sama Enisha mau dinner! duh gimana ya?! _batin Arka yang mulai kebingungan.


"Lo nggak papa Ar? kok lo kaya pucet gitu sih."

__ADS_1


Arka langsung gelalapan, dan mengambil tisu mengelap setiap keringatnya yang sudah jatuh.


"Gimana ya Kar, masalahnya tu kayaknya gw ada acara deh."


"Acara apasih Ar? masa iya pacar ulang tahun lo nggak dateng? plis, ayolah." Pinta Sekar memegang tangan Arka.


Arka yang melihat itupun segera menjawab. "Okelah, gw bakal dateng."


Sekar yang mendengar jawaban dari Arka pun langsung mengembangkan senyumannya.


"Beneran dateng kan?" Tanya Sekar memastikan.


"Iya bener." menganggukkan kepalanya.


"Janji loh." mengangkat jari kelingkingnya.


Arka terkekeh. "Iya sayang, gw janji bakal dateng."


Bodoamat lah sama Enisha, lagian juga Enisha pasti percaya kok sama alasan gw. _Batin Arka menyunggingkan bibirnya.


***


"Eh Ser lo tadi kesini naik taxi kan?" Tanya Enisha yang dibalas anggukan Sera. "Nah lebih baik ntar lo pulangnya dianter sama Al aja gimana?"


"Nggaklah gw nggak mau ngerepotin orang."


"Gw nggak pernah ngerasa direpotin." Telak Al


"Ya lo nggak ngerasa direpotin kalo sama Enisha, kalo sama gw beda cerita lagi."


"Udahlah Ser, lo pulangnya sama Al aja ya." Pinta Enisha.


"En gw pulang dulu." Pamit Al.


"Sekarang?" Tanya Sera.


"Lo pulang besok juga nggak masalah Ser, nemenin gw disini."


"Nggak lah gw pulang aja." Berjalan menyusul Al.


Enisha berjalan menyusul mereka berdua sampai depan pintu.


"Kalo ngendarai hati-hati ya Al." melambaikan tangannya.


"Siap bu negara." Ucap Al sembari memberikan hormat dan masuk kedalam mobil. Begitu pula dengan Sera.


Didalam perjalanan pulang, Sera memecahkan keheningan.


"Eh Al" Panggil Sera yang dibalas deheman Al.


"Lo jadi cowo kok cupu ya?" Kata Sera tanpa dosa.


Ucapan Sera Refleks membuat Al menghentikan mobilnya mendadak. Sera yang berada dibelakang pun terjungkal kedepan.


"Gob*ok!!" Bentak Sera. "Kalo mau berhenti itu bilang beegoo."


"Lah salah lo sendiri, ngapain ngatain gw cupu?"Ucap Al tersenyum sinis.

__ADS_1


"Lah kan emang faktanya!"


"Lo ngomong gitu lagi gw jitak loh."


"Mangkannya jangan cupu!"


Pletak


"Argh... Aldevaro!!" Teriak Sera kesakitan dengan jitakan Al yang amat keras.


"Salah siapa ngatain gw?!"


"Gw belum selesai ngomong bogeng!"


"Yauda selesain tuh omongannya, nggak usah sambil ngatain." menyandarkan kepalanya ketangan kiri, dan tangannya menyandar ke pintu mobil.


"Jadi gini Al, kenapa lo nggak bikin aja si Enisha sama Arka putus?"


"Tidak semudah itu ferguso!"


"Mudah kok, lagian kan si Arka orangnya playboy kelas ikan kecap."


Al mengernyit. "Ikan kecap? emang ada?"


"Eh maksud gw ikan kakap."


"Oh.."


Sera bertepuk tangan. "Nah jadi gimana?"


Al melihat kaca spionnya dan berfikir sejenak, mengusap dagunya.


"hmm...Oke gw buktiin." Ucapnya menyunggingkan senyumnya.


Serem juga ni anak kalo lagi serius kayak gitu. _Batin Sera menelan kelu ludahnya.


"Kok lo malah pengen banget misahin hubungannya si Enisha sama Arka? jangan-jangan lo..."


"Nggak papa kok, nggak usah kepo! Kepo yang berlebihan itu tidak baik." Ucapnya cepat. "Dah gw turun disini aja Al."


"Lah kok turun disini?" Tanya Al penasaran.


"Gw mau ke rumah Nenek gw, kalo lo nganterin sampe ke depan rumah nenek gw. Kagak bakalan bisa, liat tuh jalannya tuh masuk ke gang itu." Ucap Sera menunjuk jalan yang berada di sampingnya.


"oh.."


"Oh iya gw hampir lupa. Al, gw kasih tau ya sebenarnya Arka itu macarin dua cewe."


"Hah?" mengangkat satu alisnya tanda tak mengerti.


"Dia itu punya pacar dua, yang satu Enisha yang satunya lagi Sekar. Tapi sih anehnya mereka berdua nggak tau kalo Arka macarin dua-duanya. Enisha terlalu percaya sama Arka, Sekar pun begitu. Jadi ya gitudeh, lo tau sendiri." Jelas Sera panjang lebar.


"Gila tuh orang."


"Emang gila kok."


"Thanks udah ngasih tau gw."

__ADS_1


"Oke."


__ADS_2