
Al berfikir sejenak. "Itu namanya gombalan." Ucapnya menjentikkan jarinya, dan dibalas dengan anggukan Vela.
"Gombalan? oh mungkin baju yang udah nggak kepake, bener kan En?" Tanya Vela dengan polosnya.
Enisha memutar kedua bola matanya malas. "Udahlah Al, nggak usah diterusin. Yang ada ntar malah nggak selesai-selesai."
"Apaan sih En, lo itu kan ju..." Belum selesai Vela berkata, dia tiba-tiba melototkan matanya dan melongo, kaget dengan apa yang dilihatnya.
Vela melihat Arka berdiri mengepalkan tangannya diseberang sana, dan seakan sedang menahan emosi.
Vela gelagapan. "En, itu...itu...Arka kan!" tunjuk Vela.
Enisha menoleh, melihat ke arah Arka berada yang sedang terlihat menahan emosi. Arka yang merasa dirinya diliat Enisha, lantas berjalan menghampirinya.
"Oh jadi gini lo dibelakang gw." Ucap Arka melihat tangan Enisha yang dipegang oleh Al.
Enisha yang merasa salah pun melepaskan genggaman tangan Al.
"Nggak kok Ar, ini bukan seperti apa yang lo pikirkan." Ucap Enisha membela dirinya.
Arka terkekeh. "Ternyata benar, apa yang wanita itu katakan kemaren."
"Wanita? bukannya lo kemaren ketemu sama Raka? ups maksudnya kak Riko? dan ternyata lo malah ketemuan sama seorang wanita? dasar belang." Ucap Vela.
Al menatap Arka dengan pandangan sinis. "Oh...jadi ini orangnya." Ucap Tama mangangkat salah satu alisnya.
Arka mencengkeram kerah baju Al.
"Apa-apaan lo! siapa lo! berani-beraninya lo ngedeketin cewe gw!" Bentak Arka tepat didepan wajahnya.
Al menatap datar. "Cih, bukan urusan lo!!"
Arka yang sudah terbawa emosi pun memukul telak wajah Tama, membuat Enisha dan Vela kebingungan.
Enisha mencoba melerai mereka berdua. "Cukup!!! udah cukup! Arka lo ikut gw." Ucapnya sambil menarik tangan Arka pergi meninggalkan Al dan Vela.
Al tersenyum kecut. "Baru kali ini gw nggak dibela ketika gw sedang berantem." mengusap kasar wajahnya.
"Yang sabar ya Al, btw kok udah datang aja Al? katanya kan nanti pas kelas 12?" Tanya Vela penasaran.
"Karna gw mau kasih kejutan sama Enisha, kalo sebenarnya gw itu datangnya sekarang bukan nanti kelas 12." Jelas Al yang dijawab anggukan oleh Vela.
"Yaudah Al, gw mau samperin Enisha ya." Ucap Vela yang langsung pergi meninggalkan Tama sendirian.
__ADS_1
**
"Ar gw mau nanya sama lo." Ucap Enisha membelakangi Arka.
Arka terkekeh. "Gak kebalik? bukannya gw yang harus bilang gitu ya?" Tanya Arka menatap tajam Enisha.
Enisha berbalik, menghadap Arka. "Kebalik apanya?" Tanya Enisha balik.
"Jangan sok nggak tau En." Ucap Arka.
"Gw beneran nggak tau! dan itu tadi sebelum gw ketemu sama Al, gw liat lo lagi berduaan sama Sekar. lo ngapain sama dia? ini udah ke-2 kalinya gw mergokin lo ya Ar. Gw nggak habis fikir lo gituin gw." Jelas Enisha dengan tatapan matanya yang mulai berkaca-kaca.
Arka mengusap wajahnya kasar. "Karna gw sebelumnya tau kalo lo itu mau ketemuan sama si Valak itu."
"Woi..namanya Al woi, bukan Valak! dasar muka koin, kadal, buaya darat!" Bentak Vela yang tiba-tiba datang dan berdiri disamping Enisha dengan melipatkan kedua tangannya di dada.
"Lo nggak usah ikut campur!" Balas Arka.
Vela menaikkan satu alisnya. "Gw memang bukan es campur, buaya darat!"
Enisha mengerutkan dahinya. "Siapa yang bilang es campur Vel?" Tanyanya.
Vela menatap Enisha. "Lah dia tadi bilang lo nggak usah es campur gitu." Jawabnya kebingungan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Enisha menaikkan kedua bahunya tanda tak mengerti.
Vela berfikir. "Apa gw salah denger ya?" Tannyanya ke Enisha dan Arka.
"Ya." Kata Enisha dan Arka bersamaan.
Vela menganggukan kepalanya. "Oh... yaudah silahkan dimulai lagi debatnya." Ucapnya tanpa dosa.
Sabar...sabar....Untung temen, kalo nggak udah ku tendang lo ke samudera Pasifik sampai ke segitiga bermuda biar ngilang Vel. Batin Enisha melirik Vela.
Vela yang merasa dilihat Enisha pun lantas menatapnya balik. "Eh Vel, gw tau ya kalok gw itu cantik. Jadi nggak usah diliatin terus dong, jadi malu nih." Ucap Vela dengan percaya dirinya.
Arka berdecak. "Pede kali lo, cantikan juga Enisha."
"lah masa bodo amat, gw cakep! Valid no debat. Kalo lo nggak setuju, berarti lo nantangin yang nyiptain gw. No Insecure dong." Jelas Vela menaik turunkan alisnya.
"Halah si Maemunah sok-sok an kali." Balas Arka.
"Biarin." Kata Vela mengibaskan rambutnya.
__ADS_1
"Jadi, gimana En? lo mau jelasin gimana?" Tanya Arka menarik nafas dalam-dalam, agar tak terlihat emosinya.
"gw cewe yang nggak akan ninggalin lo saat lo lagi susah atau lagi banyak masalah, dan nggak akan ninggalin saat tak punya apa-apa. Tapi gw akan ninggalin kalo lo nggak bersyukur punya cewe seperti gw. Untuk lo Ar, terserah apa mau lo sekarang Ar. Gw udah pasrah, kalo lo mau bertahan dan mau berubah, terimakasih. Kalaupun lo ingin pergi, silahkan. Gw sudah lelah, memperbaiki hubungan ini sendirian. Tidak semua cewe tertarik pada uang, kebanyakan dari mereka lebih menyukai cara lo memperlakukannya dan menghargainya." Jelas Enisha panjang lebar menatap Arka dengan seriusnya.
Vela terkekeh. "Harganya berapa neng?" Tanyanya tanpa dosa.
Enisha tersenyum paksa. "Dihargai bukan berarti dirupiahkan Vel."
Ingin rasanya gw ngelemparin lo Vel, ke segitiga bermuda biar ngilang sekalian. Batin Enisha.
Vela manggut-manggut. "Oh gitu ya En."
Arka mengusap wajahnya. "Oke, kalo gitu gw minta maaf, gw salah."
"Akhirnya sadar juga nih buaya, kalo dia memang salah." Ucap Vela menyatukan kedua tangannya dan wajahnya menghadap ke atas melihat langit.
Arka mengernyit mendengarkan ucapan Vela.
"lo dari tadi kok bikin gw emosi melulu ya?!" Telak Arka.
"Udahlah Ar, nggak usah diladenin. Vela memang gitu orangnya." Ucap Enisha memegang tangan Arka berusaha menenangkan Arka agar tak terbawa emosi.
"lo juga Vel, udahlah nggak usah dibahas. Masalahnya udah kelar." Tambah Enisha lagi.
"Yasudah kalo gitu gw mau pulang." Ucap Arka menatap Enisha.
"Udah mau pulang ya? yauda deh, hati-hati ya."
Arka mengacak rambut Enisha. "Iya."
"Yah jangan di berantakin dong." Ucap Enisha memonyongkan bibirnya.
Arka menangkup wajah Enisha. "Hm...kenapa jadi makin cantik aja sih kalo merajuk gini." Ucapnya membuat Enisha merona karna malu.
"Cantikan Vela dong bang Ar." Ucap Vela membuat Arka dan Enisha menatap ke arah Vela.
Arka mengernyit. "Mbahmu, jijik gw liat wajah lo." Ucapnya datar.
"Astaghfirullah sabar-sabar, untung pacarnya sahabat. Kalo nggak udah gw buang ke segitiga termuda." Ucap Vela mengusap dadanya.
"Segitiga bermuda Vel bukan termuda!" Ucap Enisha menekan setiap kata.
"Oohh...bermuda." Ucap Vela manggut-manggut.
__ADS_1