QUEELESHA

QUEELESHA
PART 4


__ADS_3

Enisha kembali berjalan, dengan sesekali melihat ponselnya, memeriksa jam dan berhenti sejenak. Tiba-tiba dari arah belakang ada seorang lelaki mengendarai sepeda motor dan berhenti didepan Enisha.


Brmmm...


Dcit...


"Butuh tumpangan?" Tanya pengendara motor melepaskan helmnya.


Senyum Enisha mengembang. "Arka.." Lirihnya.


Arka tersenyum. "Kok jalan sih? nggak ada taxi ya?" Tanya Arka.


Enisha memonyongkan bibirnya. "Boro-boro taxi, yang ada gw tadi bertengkar sama orang yang hampir saja nabrak gw."


"Kasiannya, sini naik." Ucap Arka memasang helmnya kembali.


"Kamu tadi kemana sih? buru-buru banget?." Tanya Enisha sambil menaiki motor Arka, setelah Enisha naik, Arka segera melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata.


"eh eee...itu, tadi anu..." Ucap Arka gelagapan.


Enisha mengernyitkan dahinya. "Kemana ka?"


"Ke rum....ke rumahnya Raka, iya rumahnya Raka." Ucap Arka.


"Lah ngapain ke rumah Raka?" Tanya Enisha.


"Ng-Nggak ngapa-ngapain kok, cuman itu aja bahas pelajaran. Kan mau Ujian." Jelas Arka.


"Oh gitu."


Arka berfikir, Arka masih menimang-nimang apa yang di katakan oleh orang yang ditemuinya tadi.


Flasback on


"Lo harus tau, kalo sebenarnya Enisha itu orangnya nggak setia!". Ucap seorang wanita dengan memakai topi, jaket, memakai kaca mata hitam, dan tak lupa dengan maskernya.


"Apa urusan lo! tidak usah ikut campur urusan orang lain. Dan asal lo tau, Enisha itu orangnya setia." Ucap Arka dengan mantapnya.


Wanita tadi tertawa. "hahaha, lo nggak percaya? apa lo tau? gw adalah orang terdekatnya, dengan kata lain gw juga tau semua rahasianya." Jelas wanita itu dengan melipatkan tangannya di dada.


"Cih, apa lo sahabatnya?" Tanya Arka.


"Bisa dibilang iya, bisa dibilang tidak." Jawab wanita itu dengan menghembuskan nafasnya kasar.


"Ngapain lo mencampuri urusan gw?" Tanya Arka lagi.


"Karna gw....g-gw nggak mau ngebuat orang yang gw cintai terluka." Jawabnya.


Arka mengernyitkan dahinya. "Lo suka sama gw?"


"Pufftttt.."

__ADS_1


"Ingat saja ucapan gw, kalo Enisha besok dia bakalan bertemu sama selingkuhannya." Ucap wanita itu dengan yakinnya, dan pergi meninggalkan Arka yang masih menelaah ucapan wanita tadi.


"Apa gw harus percaya padanya?" Tanya nya dalam hati.


"Gw harus memastikannya sendiri, gw akan diam-diam mengikuti Enisha besok." Ucapnya kepada dirinya sendiri.


Flasback off


Apakah benar Enisha orangnya begitu?


"lo kenapa Ka?" Tanya Enisha membuyarkan lamunannya, untung jalanan lagi sepi.


Arka yang sadar pun spontan langsung menjawab. "Nggak apa-apa kok."


"lo besok ada acara?" Tanya Arka.


"Ada, sama Vela, Sera, Tika, dan Al." Jawab Enisha.


Arka mengernyitkan dahinya. "Al?!" Katanya sambil menahan emosi.


"Siapa Al?" Tanya Arka.


"Dia sahabat jauh gw Ka, orangnya baik loh." Jawab Enisha.


"Oh jadi baikan dia daripada gw?" Ucap Arka sinis, dan langsung memberhentikan motornya.


"Hah?" Kata Enisha kebingungan dengan sikap Arka yang tiba-tiba berubah 180°.


"Turun." Ucap Arka dingin.


Arka tersenyum sinis. "Coba tanya pada diri lo sendiri." Ucap Arka yang langsung meninggalkan Enisha dipinggir jalan, Arka mengendarai motornya dengan kecepatan secepat mungkin.


"Tuh anak ngapain sih? sampe ngebut segala lagi. Aduh hari ini memang hari yang sial!" Ucap Enisha geram.


Enisha pun melanjutkan perjalanan pulang dengan jalan kaki.


_______


Enisha tengah berkumpul dengan sahabatnya di cafe, mereka mengobrol dengan sesekali bercanda.


"En lo kenapa kok keliatannya lo lagi mikir? mikir apaan sih?" Tanya Tika dengan selembut-lembutnya.


"Mungkin mikirin bantuan pemerintah." Ucap Sera sambil memakan makanannya.


Vela terkekeh. "Tangi, raup gek nyambut o gawe, rasah mikir bantuan, mikiro cara bantu wong liyo, ojo koyok wong sudah." Ucapnya tanpa dosa.


Enisha melototkan matanya. "Siapa juga yang lagi mikirin bantuan!"


"Aku diem, aku nggak ngerti bahasanya." Ucap Tika melirik ketiga sahabatnya itu.


Sera menahan tawanya. "Mangkannya jangan ngelamun terus, cerita dong ada masalah apa?"

__ADS_1


"Huft.." Enisha menghembuskan nafasnya pelan.


"Jadi gini, gw kemaren kan pulang bareng sama Arka. Nah tiba-tiba dia tanya gini lo besok ada acara? gw jawab ada. Terus dia tanya lagi sama siapa aja? gw jawab aja sama Vela, Sera, Tika, sama Al. Dia kan nggak tau Al siapa? dia tanya lagi, ya gw jawab sahabat jauh gw yang baik. Eh dianya tiba-tiba marah dong sama gw, gw tanya salah gw apa. Dia jawab gini lo tanya aja diri lo sendiri. Gitu ceritanya." Ucap Enisha panjang lebar menjelaskan kejadian kemarin.


"Ya bagus dong." Kata Sera tanpa dosa.


Vela membelalakkan matanya. "Heh, lo kok ngomong gitu Ser." Ucapnya.


"Lah ntar kalo si Enisha putus sama Arka kan, Al bisa diterima cintanya sama Enisha." Ucap Sera memakan makanannya.


Enisha mengernyitkan dahinya. "Kok lo mau banget gw putus sama Arka?" Tanya Enisha.


Sera menggelengkan kepalanya. "Lagian kayaknya si Arka itu bukan cowok baik-baik En."


"Heh maimunah, Arka tuh orangnya baik tau." Ucap Tika sewot.


"Lah kok lo sewot sih?" Tanya Sera menahan emosi.


"Ya lo tadi ngebet banget sih pengen Enisha putus sama Arka. Oh apa jangan-jangan lo suka ya sama Arka?" Tanya Tika penasaran.


Sera menggebrak meja, membuat para pelanggan lain yang ada di cafe menatap ke arah tempat duduk mereka. "Serah deh, gw pulang!" Ucap Sera berdiri dan meninggalkan sahabatnya itu.


Vela berfikir. "Kok sikapnya Sera berubah 180° ya? gw curiga sama dia."


Enisha menghela nafasnya kasar. "Walaupun sifatnya begitu, kita jangan berprasangka buruk dulu."


Tika menggelengkan kepalanya. "Heh lucu juga, kalok bener si Sera suka sama Arka."


Enisha terkekeh. "Yang lucu itu ketika ada 1 orang yang nggak suka sama kita, tapi ngajak orang lain buat ikutan nggak suka sama kita dan nyebarin gosip ga enak tentang kita."


Vela bertepuk tangan. "Mantap." mengacungkan kedua jempol nya.


"Hargai dia yang membencimu, karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan waktunya, hanya untuk setiap kesalahanmu." Ucap Enisha memejamkan matanya.


Tika manggut-manggut. "Eh guys gw pulang dulu yah, ada urusan." Ucapnya.


"Oke hati-hati." Ucap Enisha dan Vela bersamaan.


"Dah." Ucap Tika melambaikan tangan.


Setelah Tika pergi, Enisha mengajak Vela untuk menonton bioskop, karna mereka nggak punya kerjaan lagi.


"En lo nggak curiga gitu ke Sera?" Tanya Vela yang masih penasaran.


Enisha berfikir sejenak. "Iyasih gw curiga sama Sera udah dari dulu."


Vela membelalakkan matanya. "Hah? yang bener?!"


"Tauk deh, pokoknya sih kita harus awasin aja." Jelas Enisha.


"Eh En gw ikutan juga ya, gw mau main detektif nih." Ucap Vela memelas.

__ADS_1


"Serah lo Vel, yang penting lo suka." Ucap Enisha menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


Vela seketika jingkrak-jingkrak nggak jelas. "Asek..." Ucapnya.


__ADS_2