QUEELESHA

QUEELESHA
PART 3


__ADS_3

Vela berdecak. "Lo tadi nyindir gw Ser?"


"Menurut lo?" Katanya tanpa dosa.


"Terserah..." Ucap Vela pasrah.


Tet


Tet


Tet


Bunyi bel sekolah yang sudah menandakan saatnya untuk masuk ke kelas, ciwi-ciwi itupun mengakhiri obrolan dan masuk ke kelas.


Sesampainya dikelas.


"Pelajaran bahasa asing kan?" Tanya Enisha


"hm." Singkat Tika mengeluarkan bukunya.


"Ngirit kata banget, b33a." Ucap Enisha yang membuat Sera menatap Enisha.


"b33a?" Tanya Sera keheranan.


Enisha menghembuskan nafasnya pelan, kemudian mengisyaratkan agar diam, dan tidak membahas tentang apa yang dikatakan tadi. Sera menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Pak Arif guru bahasa Inggris pun datang.


"Oke anak-anak, sekarang bapak mau bikin permainan." Ucap pak Arif.


"Wuah kayaknya bakal seru nih, btw permainan apa pak?" Tanya Vela antusias.


"Bagaimana kalo permainan bahasa." Jawab pak Arif.


"Maksudnya gimana pak?" Tanya Enisha kebingungan.


"Jadi gini, siapa saja nanti yang maju. Wajib bicara bahasa asing, terserah mau bahasa apa?. Gimana?"


"Setuju pak." Ucap satu kelas.


"Siapa yang mau maju?" Tanya pak Arif.


"Eh mendingan suruh si Vela maju deh." Bisik Sera ke Enisha.


"Yauda kuy." Ucap Enisha.


Enisha dan Sera menahan tawa. "Pak suruh Vela maju pak, dia jago loh pak." Ucapnya bersamaan.


"Lah apaan sih kok gw?" Kata Vela.


"Vela, silahkan maju kedepan." Ucap pak Arif.


Dengan terpaksa Vela pun maju kedepan.


"Mau bicara bahasa apa Vel?" Tanya pak Arif.


"Bahasa Thailand aja deh pak." Jawab Vela sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Udah gw duga kalo Vela bakal milih bahasa itu." Bisik Enisha ke Sera.


"Palingan juga kata-katanya sama kayak tadi pagi wkwkwk." Bisik Sera.


Pak Arif manggut-manggut. "Yauda silahkan mulai Vela."


Vela melirik Enisha dan Vela yang langsung diacungkan jempol oleh keduanya. "Ekhem.."

__ADS_1


"Sawadikap, raikan topinii, mo'sa'rampusyoo timi, ayupsimsampikenpai, amii papp, siang rene haa, titong cai celeneyyann, nekan rapp com, pusyon timi ayyu'noy, wasit sampeng, koenderap kam ne'nam." Ucap Vela dengan songongnya. "Sudah pak." Tambahnya.


"Wah hebat-hebat." Ucap pak Arif kagum.


"Silahkan duduk kembali Vel."


"Iya pak."


"Siapa lagi?" Tanya pak Arif.


"Pak, Enisha pak." Jawab Vela antusias.


"Lah kok malah gw." Ucap Enisha.


"Ayo Enisha maju kedepan." Ucap pak Arif.


Enisha berdecak dan menghembuskan nafasnya. "Harusnya kan Sera, soalnya yang punya ide ini Sera bukan gw." Ucapnya melirik Vela yang mengangkat kedua bahunya.


"Iya pak."


Enisha pun maju kedepan.


"Mau pake bahasa apa?" Tanya pak Arif.


"Bahasa Korea pak." Jawab Enisha melirik Vela yang sedang mengacungkan kedua jempolnya.


"Silahkan mulai."


"Bojima! utjima! aish, mwo!? mulbwa!? cegiral." ( jangan liat! jangan ketawa! aish, apa lu!? apa liat-liat!? sialan. ) Ucap Enisha menekan setiap kata dengan menatap Vela yang senyam-senyum melihatnya.


"Sudah pak."


"Artinya apa ya?" Tanya pak Arif.


"Oh artinya, e... itu apa ya...eh bapak kok nggak tanya arti sama Vela?" Tanya Enisha balik.


"Halo?"


"Oh iya pak, iya - iya saya ke sana sekarang."


"Enisha silahkan duduk, permainannya udahan ya. Bapak ada rapat." Ucap pak Arif yang langsung meninggalkan kelas.


Setelah pak Arif pergi, Enisha kembali duduk.


Sera terkekeh. "Ngumpat ya neng."


Enisha berdecak. "Ini gegara Sera pokoknya."


"Lah kok gw neng?" Tanya Sera.


"Tauk deh, bodo." Ucap Enisha.


"Sambung kata kuy." Ajak Sera menyenggol bahu Enisha.


"Berdua?" Tanya Enisha.


"Kalok Vela sama Tika ikutan juga boleh kok, dari pada gabut." Jawab Sera.


Vela dan Tika menghadap ke belakang.


"Welcome to mobile legend." Ucap Sera dengan mengedipkan satu matanya.


"Five second til the enemy reaches the battlefield, smash them." Ucap Enisha.


Vela terkekeh. "All tropss deployed."

__ADS_1


"First blod." Tambahnya lagi.


"You have slain an anamy." Ucap Tika


"Double kill, triple kill, miniac, savage, wiped out." Ucap Enisha.


"Killing spree, monster kill, good like, unstoppuble, Legendary." Ucap Sera.


"An anamy hass been slain, an ally hass been slain, you hass been slain, execuded." Ucap Tika.


"You the storyed the turret, your team the stroryed the turret." Ucap Sera.


"Intiateretreat." Ucap Vela.


"Victory, Defeat." Ucap Enisha kelelahan. "Dahlah males gw." Tambahnya lagi.


"Kuy tidur berjamaah." Ajak Vela.


"Kuylah." Ucap Enisha, Sera, dan Tika bersamaan.


*******


*********


Enisha pulang sekolah dengan berjalan kaki karena, Arka ada urusan mendadak. Disaat Enisha sedang akan menyebrang jalan, ada sebuah mobil yang hampir menabrak Enisha. Sontak saja itu membuat Enisha kaget.


"Astaghfirullah allahumma lakasumtu, eh salah do'a.... Alhamdulillah gw selamat bukan pak selamet." Ucap Enisha gelagapan karna saking kagetnya.


Enisha menendang mobil yang hampir menabraknya. "Aduh...sakit juga ditendang. Heh, lo punya mata kagak sih? Kalo ngendarain mobil tu yang bener! mentang-mentang lo punya mobil!." Teriaknya.


Sang pemilik mobil pun keluar, dia melihat Enisha dari atas sampai bawah.


"Ckk..dasar bocil!" Ucap sang pemilik mobil.


"Bukannya minta maaf malah ngomong kalo gw bocil! Heh!! gw dah SMA! bukan bocil! dasar eskalator datar! monyet lo!". Ucap Enisha dengan emosi.


"eskalator datar? monyet? heh." Pemilik mobil itu menatap tajam Enisha, hingga sebuah seringai tersungging jelas dibibirnya.


Astaghfirullah, itu manusia apa setan? serem banget. Batin Enisha tanpa berkedip.


"Eh lo kira gw takut sama muka lo! muka kayak setan di tiruin." Ucap Enisha cepat tanpa ragu.


"Cih, kamu tidak tau siapa saya?" Tanya nya.


"Heh buat apa gw tau siapa lo! oh iya, gw kenal siapa lo! lo yang tadi hampir nabrak gw! dasar eskalator datar!". Ucap Enisha dengan lantang.


Pemilik mobil itupun berdecak. "Ck perempuan memang menyusahkan." langsung masuk ke dalam mobilnya kembali.


"Hei gw belum selesai ngomong!" Ucap Enisha.


Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Enisha yang sedang berdiri disamping mobil dan tak luput dengan ocehan dan umpatan.


"Dasar kambing! b*bi! setan! demit! beruang kutub!"


Enisha mencoba menenangkan dirinya. "Tenang Enisha, tenang." sambil mengusap dadanya. "Hanya eskalator datar, anggap saja tadi itu tidak terjadi. Huft..." Ucapnya sambil menarik nafas dalam-dalam.


Enisha pun melanjutkan perjalanan pulangnya.


"Kenapa nggak ada taxi sih!"


"Boro-boro orang ganteng tadi yang hampir nabrak gw numpangin tumpangan, yang ada malah bikin emosi." Ucap Enisha memelas.


Enisha berhenti sejenak seperti sedang berfikir. "Lah ngapain gw ngatain dia orang ganteng ya? perasaan tadi gw julukin dia eskalator datar bukan ganteng." memijit pelipisnya yang agak pusing.


"Emang dia ganteng sih, tapi karakternya tadi itu. aish bikin naik darah mulu, nggak jadi ganteng kalo gitu." Ucapnya bingung.

__ADS_1


"Lah ngapain gw jadi mikirin eskalator datar? Tauk deh pening pala gw, butuh koyo."


__ADS_2