Raffa Yang Mengejar Mimpi

Raffa Yang Mengejar Mimpi
Bab 11


__ADS_3

"Hmmm..gue nggak sabar untuk bertanding dengan dia" Ujar Hendra yang masih menatap Raffa di pertandingan.


"Ok... pertandingan ini kita tunda 2 jam, silahkan Istirahat untuk yang lolos pertandingan ini" Ujar pembawa acara memberikan pengumuman,Kini tinggal 20 orang yang lolos dalam seleksi ini.Dinda pun berlari turun dan segera menghampiri Raffa, Donny pun mengikuti Dinda dari belakang.


"Fa,tadi loe benar-benar hebat"kagum Dinda, Donny yang ada di belakang Dinda hatinya terasa di tusuk pisau.karena dari tadi di cuekin Dinda.


"Aku nggak sangka kamu hebat juga Fa"Kagum Claudia juga,sembari senyuman manis


"Hmmmmm"Dengus Hendra, yang tiba-tiba datang.


"Sayang" canggung Claudia saat Hendra muncul di sekitar mereka.


"Kamu kenal cowok biang onar ini??"Tanya Hendra yang terkejut pacarnya kenal dengan Raffa juga, sambil melirik ke arah Raffa, Claudia yang tak mengerti melirik ke arah Raffa juga.


"Iya aku kenal Raffa seminggu yang lalu, di mana aku hampir mau di copet sama maling, untung ada Raffa dan Donny datang menolongi aku"Jelas Claudia menceritakan awal bertemu dengan Raffa.


"Kenapa kalian berdua begitu akrab sekali" Curiga Hendra yang mulai terbakar cemburu.


"Aduuuuuh,Kak Hendra ini terlalu serius banget deh.Tenang Kak Claudia pasti setia sama Kakak,jadi Kakak jangan berfikir yang nggak-nggak"coleteh Dinda dan berusaha menyakinkan Hendra, bahwa Claudia tipe cewek yang setia.


"Dengar,ini baru awal untuk kamu, ayo sayang!!" Sindir Hendra lalu menarik tangan Claudia yang mungi.Claudia pun nurut pergi bersama Hendra Walau entah kenapa hatinya berat untuk pergi bersama dengan Hendra.


"Kakak gue kenapa sih?? kaya yah nggak seneng sama loe berdua!!"Tanya Dinda penasaran.


"Kakak loe nuduh kita mata-mata sekolah bela diri mereka" Jawab Donny, tangan Donny merangkul pundak Dinda,Dinda yang melirik ke arah tangan Donny merangkul pundak Dinda dengan sergap Dinda membanting Donny ke bawah.


Ddduug...


"Aduuuuuh,Badan gue"Rintih Donny kesakitan,Raffa yang melihat Donny tersenyum kecil.


"Sorry Don,reflek gue"Bohong Dinda.


"Siapa suruh, berani-beraninya rangkul gue" Gerutu Dinda dengan senyum jahat.


"Iya, nggak apa-apa"Ujar Donny, Raffa pun membantu Donny bangun.

__ADS_1


"Fa,aku bersihin lukanya biar nggak terlalu memar" Ucap Dinda yang sudah siap bawa kotak p3k.


"Nggak usah Din,gue bisa sendiri" Tolak Raffa yang tak enak dengan Donny.


"Nggak apa-apa kok Fa" Ucap Dinda, langsung membersihkan darah di sela-sela bibir Raffa.Donny yang melihat itu hatinya panas dan terbakar.


Dag Dig Dug..


Itu 3 jantung bunyi berbeda-beda,Dinda jantungnya bergetar kencang ada rasa cinta, Donny jantung bergetar rasa cemburu dan Raffa berdetak kencang jantungnya rasa tak enak dengan temannya.


"Aduuuuuh, Kenapa jantungku kencang dekat dengan Raffa" Ujar Dinda dalam hati dan ada rasa bahagia.


"Dasar!! teman nggak setia kawan"kesal Donny dalam hati.


"Ya ampun gue harus bagaimana ini??"Bingung Raffa yang harus berbuat apa.


Dinda pun selesai membersihkan luka-luka di wajah Raffa.Dinda lalu tersenyum manis, Donny yang melihat itu merasa kesal dan bete banget.


"Terima kasih Din"Ucap Raffa,di balas anggukan kecil oleh Dinda.


"Hmm, beruntung banget Raffa" Ucap Claudia dalam hati yang melirik ke arah Raffa, Dinda dan Donny.Hendra yang melihat Claudia sedang menatap Raffa merasa kesal.


"Wahh..Enak ini" Ujar Donny yang ingin juga nyicipin masakan gebetannya.


"Eh,ini bukan buat kamu tapi buat Raffa" Ketus Dinda menepuk tangan Donny yang mau ngambil perkedel.


"Yah, ampun Din loe tega banget sie sama gue" Ujar Donny sedikit nada sedih.


"Tenang bentar lagi pesanan makanan untuk kamu datang kok"Ujar Dinda senyum paksa.


"Bagaimana Fa?? Enak ??" Tanya Dinda penasaran, Donny yang melihat Raffa di perhatiin Dinda sedikit kesal.


"Heh..Enak kok Din"Jawab Raffa tersenyum paksa.


"Syukur kalau ternyata enak deh"Senang hati Dinda masakannya di bilang enak.

__ADS_1


"Raffa, gimana!! katanya mau bantu gue deketin Dinda,eh malah dia asyik deketin Dinda"Kesel Donny dalam hati melihat Dinda memperhatikan Raffa.


"Hmm Fa, aku izin ke toilet dulu yah" Pamit Dinda ke toilet, Dinda yang sudah agak jauh.Donny mendekati Raffa.


"Akh!! sialan loe FA, katanya loe mau deketin gue sama Dinda, tapi loe malah dekat sama Dinda" Kesal Donny sambil mukul kecil di otot kiri tangan Raffa.


"Sorry,habis gue juga bingung" Ujar Raffa sambil garuk-garuk kepala kecil di kepalanya walau nggak gatal.


"Mumpung orangnya ke toilet gue cicipin Doong"Minta Donny untuk nyicipin masakan Dinda.Raffa pun mempersilahkan Donny menyicipi masakan Dinda.


"Bagaimana rasanya" Tanya Raffa dengan tatapan serius.


"Uweek!!Gilaa asiiin banget terus rasanya nggak karuan lagi"Celetus Donny sambil melepeh dari mulutnya.


"Apa!!! Masakan aku nggak enak?? terus rasanya asiiin banget" Teriak Dinda yang sudah kembali dari toilet, sedikit kecewa dan sedih mendengar ucapan Donny.Raffa dan Donny terkejut Dinda yang sudah ada di belakang mereka.


"Din..Din dengar bukan maksud gue" saat Donny mau menjelasin Ucapan Donny terpotong


"Iya gue ngerti kok" Potong Dinda, hatinya sangat sedih.


"Tapi perkedelnya enak loh" Donny yang berusaha menghibur Dinda memasuki semua perkedel ke mulut.


"Mmmm enak banget Din" Ucap Donny dengan mulut terisi penuh dimulut sehingga sulit dibicara.


"Wooy.. gue juga mau" Pura-pura Raffa merebut perkedel di tangan Donny.


"Enak aja ini punya aku" Donny dengan sergap menghalangi tangan Raffa untuk mengambil perkedel.Dinda yang melihat mereka berdua tersenyum.


"Nah,gitu dong senyum lagi,kan kelihatannya cantik dan manis" goda Donny yang melihat Dinda tersenyum.


"Apaan sih loe" Dinda tersipu malu saat di tatap oleh Donny.


Ddduung..


Lonceng bunyi istirahat pun telah berakhir, mereka kembali ke Aula pertandingan, Dinda, Claudia dan Donny kembali ke tempat duduknya penonton.Kini bela diri naga sedang bertarung dengan bela diri yang lain, satu per satu kalah kini tinggal empat peserta lagi.

__ADS_1


"Raffa dari bela diri Singa melawan Mike dari Bela diri Api" Teriak pembawa acara, Raffa dan Mike pun maju.Mereka berdua saling memberi hormat.


Mike sudah siap dengan beberapa gaya untuk siap melawan Raffa,Mike kaki kirinya meloncat ke sana kesini yang siap akan nyerang Raffa.Raffa yang sudah ada di posisinya juga sudah siap.


__ADS_2