
Di dalam kamarnya Dinda sedang bermalas-malasan di kasurnya, sambil mendengarkan musik dan melihat foto-foto kemarin bersama Raffa.
"Aduuuh bodoh banget sie gue, kenapa gue nggak minta nomornya sie Raffa" Dinda yang mukul-mukul kecil di keningnya.
"Tok..tok..tok.."
"Masuk aja Tan"Ucap Dinda
"Ckreek"
"Kamu masih tiduran sie"Ujar tantenya, menghampiri Dinda yang masih tidur-tiduran dan duduk di samping Dinda.
"Duuh Tan, Dinda masih pingin manja-manja di kasur"Ucap Dinda manja.
"Mau ikut Tante nggak" Tanya tantenya, mengelus rambut Dinda.
"Kemana Tan" Dinda bertanya balik.
"Ke Mall"
"Boleh lah"
"Ya sudah,Tante tunggu di bawah yah"Ujar tantenya dan pergi beranjak pergi dari tempat tidur Dinda dan keluar dari kamar Dinda.
Dinda pun langsung beranjak pergi dari tempat tidur, mengambil handuk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi,30 menit Dinda mandi,Dinda keluar ke kamar mandi.Dinda yang masih memakai Handuk baju, handuk kecil melilit di kepalanya.Dinda membuka lemari, memilih baju apa yang akan di pakai.Dinda memilih baju kaos berwarna putih, sweater Jumper berwarna biru dan Celana jeans yang ketat selutut.Setelah Dinda selesai berpakaian Dinda pergi ke kaca hias,Dinda menghiasi wajahnya,bedak yang sesuai warna kulitnya yang putih, lipstik berwarna pink,pensil alis berwarna coklat, Dinda lalu mengikat rambut coklat yang bergantung,poni miring dan sedikit rambut di kiri dan selesai Dandan Dinda memakai sepatu putih dan tas selempangnya.penampilan Dinda simpel dan keliatan elegan.Dinda keluar dari kamarnya dan bergegas turun ke bawah,Di bawah sudah ada Tante Linda yang sudah menunggu Dinda dari.Mereka keluar dari rumah dan menuju ke mobil,Dinda dan Tante Linda pun masuk ke dalam mobil,Tante Linda mulai menyalakan mesin dan melaju.Dalam perjalanan Dinda hanya diam dan matanya melihat mobil yang di lalui oleh Tantenya.Berapa Jam di perjalanan mereka sampai di sebuah mall Senayan city Jakarta.Mobil mereka masuk ke dalam parkiran,Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam mal.Di dalam Mall Senayan city Jakarta begitu ramai orang yang berdatangan ke sana.Dinda dan Tantenya pergi ke beberapa toko baju untuk melihat dan pilih-pilih.Dinda yang melihat Kakaknya bersama Cewek memanggilnya.
"Kak Hendraaa.." Panggil Dinda, Hendra dan Cewek bersama Hendra menengok ke arah Dinda.Hendra yang melihat adiknya melabaikan tangan.
"Itu siapa say" tanya Cewek itu penasaran.
"Oh,itu adik aku say"Jawab Hendra santai.
"Oh,adik kamu" Ujarnya.
__ADS_1
"Yuk ke sana say" Ajak Hendra, Cewek itu mengangguk.Mereka pun menghampiri Dinda yang ada di toko baju.
"Kak Hendra ada di sini juga" Tanya Dinda sambil matanya mengarah ke Cewek yang bersaman Kakaknya.
"Iya,oh ya kenalin nih dek pacar kakak,say kenali ini adik aku yang tomboi banget"Ujar Hendra ngacak-acak poninya Dinda, lalu mengenali pacarnya ke adiknya dan Hendra mengenali adiknya ke pacarnya.
"Aku Dinda" Dinda mengulurkan tangannya ke Cewek itu
"Aku Claudia"Ujarnya sambil menyambut tangan Dinda, mereka berjabat tangan.Tak lama kemudian Tantenya ke luar dari toko baju.
"Eh, Hendra sama siapa nih" Tanya Tante Linda sambil melirik ke arah Claudia, Claudia yang di lihat oleh Tante Linda memberi senyum.
"Kenalin Tan,ini cewek Hendra" Ujar Hendra sambil merangkul pundak Claudia, Claudia mengeluarkan tangannya ke Tante Linda.
"Claudia Tan" Ucap Claudia tersenyum.
"Nama yang bagus, panggil saja Tante,Tante Linda"Balasnya sambil membalas jabatan tangan dari Claudia.
"Emang kamu mau kemana Hend"Tanya Tante Linda
"Kamu yah sudah punya pacar nggak pernah bilang"Ledek Tante Linda.
"Tahu nih Kak Hendra"Sambung Dinda ikut Ledek.
"Belum sempat Tan" Ujar Hendra senyum sambil garuk-garuk kepala walau tak gatel.
"Tan kita ke restoran yuk,perut Dinda sudah lapar" Rengek Dinda yang sudah lapar sambil pegangin perutnya.
"Iya..iya,yuk Hend Clau kita makan dulu"Ajak Tante Linda, mereka berempat pun pergi ke Restoran yang ada di dalam Mall.
***
Matahari yang tidak begitu panas, Raffa yang sedang mengelas begitu serius,Raffa memakai kacamata hitam untuk tidak kena mata saat mengelas.
"Fa.." Teriak Pak Mandor, Raffa pun menengok ke arah Pak Mandor.
"Sini bentar" Ujar Pak Mandor sambil tangannya memanggil Raffa,Raffa pun bangun dan menghampiri Pak Mandor.
__ADS_1
"Ada apa Pak"Tanya Raffa sedikit penasaran.
"Kamu ikut saya, sekalian panggil Donny juga"Ujar Pak Mandor dengan wajah serius,Raffa yang tak mengerti maksud Pak Mandor mengangguk.
"Don.. Donny....."Teriak Raffa memanggil Donny, Donny yang berada di atas menengok ke arah Raffa, Donny lalu memakai bahasa isyarat,Raffa membalas pakai bahasa isyarat juga.Donny yang mengerti maksud Raffa, Donny pun turun melalui anak tangga, menghampiri Raffa.Donny dan Raffa menghampiri pak mandor, Disana pak mandor sudah nunggu ke hadiran Donny dan Raffa.
"Ada apa Pak"Tanya Donny sedikit penasaran.
"Apa kalian semalam habis berkelahi dengan Murid Sekolah Naga"Tanya Pak Mandor sambil tangannya disilang.
"Tapi bukan kita duluan pak"Donny membela diri.
"Mereka yang memulai perkelahian pak" Sambung Raffa.Pak Mandor hanya menghela nafas panjang.
"Ya kami tidak sengaja menabrak mereka,malah mereka bilang ke kita nyari masalah, terus kami bilang ke mereka tak sengaja dan kami minta maaf,tapi permintaan maaf kami di tolak" Ujar Donny menjelaskan awal mulanya permasalahan ini.
"Ketika pergi, salah satu dari mereka memukul Raffa.saya tanya ke mereka salah kami di mana minta maaf sudah,eh malah salah satu Sekolah Naga menyuruh 2 temannya untuk menyerang kita berdua,mau nggak mau kita lawan pak" Tambah Donny,Pak Mandor yang mendengar cerita Donny sedikit mengangguk kepala dan mengerti sambil tangannya di dagu.
"Kita di tantang dalam perlombaan" Ujar pak mandor sembil menyodorkan formulir. "Donny dan Raffa apa kalian siap"Tanya Pak Mandor ke Donny dan Raffa, namun Raffa terdiam.
"Apa kamu tidak siap Fa" Pak Mandor yang melirik kearah Raffa.
"Iya pak saya tidak siap"Jawab Raffa menundukkan kepalanya.
"Kenapa"
"Jika saya ikut bagaimana nasib orang tua dan kedua adik saya.saya masih banyak untuk biayain hidup keluarga saya" Ujar Raffa sedikit cemas dan sedih.
"Tidak usah khawatir,biar itu tanggung jawab saya"Ujar Pak Mandor menepuk pundak Raffa untuk tidak khawatir.
"Hmmm,saya minta izin dulu dan pikir-pikir dulu pak"Ujar Raffa.
"Baiklah, jika kamu sudah matang dan dapat izin beritahu saya"Ujar Pak Mandor.
"Baik pak, kalau begitu kami permisi dan balik kerja lagi"Ucap Raffa,pamit kembali kerja.
"Ya silahkan" Pak Mandor mempersilakan Donny dan Raffa.Mereka pun kembali bekerja Lagi, Donny kembali bekerja di atas lagi dan Raffa kembali mengelas.
__ADS_1