Raffa Yang Mengejar Mimpi

Raffa Yang Mengejar Mimpi
Bab 13


__ADS_3

Hendra, Lukman, Erwin dan Mike sangat terkejut, mendengar para penonton memberikan dukungan kepada Raffa,Dinda dan Raffa sangat bahagia.


"Dinda, terima kasih, terima kasih teman-teman.aku tidak akan mengecewakan kalian"Bisik Raffa dalam hati dengan senyum manis di wajahnya.


"Ttttiiiddaaakk Mmmuuungkiiin!!" Kesal Mike,Mike mengepal tangannya.


"Dinda..Dinda adiknya Hendra Wijaya mendukung musuh Kakak" Sindir Lukman, Hendra yang mulai terpancing, bangkit ke tempat duduknya dan pergi ke atas menghampiri Dinda yang berada dalam gerumuran penonton.


"Haha!! aku senang melihat kekacauan ini"Bisik Lukman dalam hati.


"Hendra,kau mau kemana??" Tanya Erwin sedikit khawatir.namun Hendra tak menjawab pertanyaan Erwin, Erwin tetap pergi dengan penuh amarah.


"Dia mau kemana??"Tanya Erwin kepada Lukman, Lukman hanya tersenyum, Sambil matanya mengikuti arah kemana Hendra akan pergi.Erwin yang masih bingung dan tak dapat jawaban Juga dari Lukman, Erwin melihat mata Lukman dan mengikuti arah mata yang Lukman lihat.Alhsil Erwin sedikit terkejut dan heran.


"Kenapa Hendra menghampiri Dinda??"Tanya Erwin yang masih bingung dan tak paham.


"Mungkin dia mulai kesal"Jawab Lukman santai.


***


"Dinda ikut Kakak sebentar" Paksa Hendra menarik tangan Dinda dan membuat tangan Dinda merasa sakit.para penonton yang sedang menonton pertandingan menuju melihat ke arah mereka.


"Siapa lelaki itu"Tanya penonton itu penasaran.


"Itu bukan dari sekolah bela diri Naga"Jawab penonton 2 yang mengenal seragam di kenai Hendra.


"Tau dari mana dia sekolah bela diri Naga??"Tanya penonton 3 penasaran.


"Iya tau dari mana" Tambah penonton 1.


"Lihat seragamnya" Ujar penonton 2 matanya mengarah ke seragam Hendra.


"Iya,betul"


"Kayanya aku kenal,Dia Hendra juara 2 Dalam perlombaan ini" Ucap penonton 2


"Kakak, sakit tanganku"Lirih Dinda yang kesakitan, Hendra menggenggam tangan Dingin dengan kuat.


"Ternyata Cewek itu Adiknya" Ujar Penonton 3.


"Kenapa, Kakaknya menarik sangat kencang"Tanya penonton 2 penasaran.


"Mungkin, Kakaknya tidak suka kalau adiknya dukung pacarnya"Jawab penonton 1 yang asal-asal nembak.


"Bisa jadi"Lanjut penonton 2.


_________________________________________________________


"Lepasin Kak"Bentak Dinda dan Dinda mengepas tangannya dari genggaman Hendra, Hendra yang hanya terdiam di tempat, seakan tak percaya adik yang dia sayangi telah berubah.

__ADS_1


"Apa Cowok itu lebih penting dari Kakak??"Tanya


Hendra dengan nada pelan.


"Kakak ngomong apa sih??"Tanya Dinda balik yang tak mengerti maksud Kakaknya.


"Kakak tanya!!Apa kakak udah nggak penting lagi buat kamu!!!"Sentak Hendra,Dinda yang masih nggak paham, sangat sedikit melihat Kakaknya telah berubah.


"Kak Hen.. Kak Hendra kenapa bicara seperti itu??"Tanya Dinda yang masih nggak paham.


"Jika Kakak kamu sangat penting buat kamu apa kamu akan dukung Kakak di pertandingan nanti??"Ujar Hendra, Dinda yang masih bingung perlahan-lahan matanya mulai berkaca-kaca.


"Kenapa kakak ngomong seperti itu?? kakak sangat penting buat Aku Kak, pasti aku bakal dukung Kakak"Ucap Dinda sambil tersedu-sedu.


"Jika Kakak melawan DIIIIIIAAAAA APA KAMU TETAP DUKUNG KAKAK"Sentak Hendra sambil jari telunjuknya ke arah Raffa, Dinda pun terkejut dan hati-hatinya bertanya.


"Kenapa Kakak sangat Benci Raffa"Tanya Dinda penasaran.


"Karena Kakak sangat membenci DIIIIIIAAAAA" Sentak Hendra lagi.


"Apa ALASANNYA KAK,APA KAK"Sentak Dinda.


"Karena Kakak tak ingin kamu terluka oleh lelaki seperti dia"Marah Hendra.


"Kak aku yakin Raffa tak akan pernah menyakiti aku"Ujar Dinda percaya dengan kata hatinya.


"Ini ada apa" Tanya Claudia heran, yang muncul keluar dari toilet.


"Kamu tidak usah ikut campur dengan urusan aku" Ujar Hendra.


"Aku akan ikut campur jika orang yang aku sayang sedih"Ucap Donny santai, Dinda yang mendengar ucapan Donny sangat terkejut bukan Dinda juga yang terkejut tapi Hendra juga terkejut.


"Hahaha! kau bilang orang yang kau sayang" Hendra tertawa mendengar ucapan Donny.


"Iyaa.."


"Kau tahu adikku menyukai temanmu tapi kau masih berbaik hati, Hahaha..." Hendra kembali tertawa.


"Itu tidak masalah, melihat orang yang kita sayangi tersenyum bahagia itu sudah cukup buatku" Ucap Donny dengan nada tetap santai, Dinda yang mendengar ucapan Donny tak percaya.


"Heh.. Kau sungguh naif" Ujar Hendra.


"Belajar lah menjadi lelaki yang tak egois" Donny menghampiri Hendra dan menepuk bahu Hendra. Donny menghampiri Dinda dan berhenti di depan Dinda,mata Dinda memandang Donny dengan sebuah pertanyaan-pertanyaan.Donny mengalihkan pandangannya ke depan.


"Oh,ya satu lagi aku lupa, belajar menjadi lelaki yang bijak dan pengertian.Ayo Din kita kembali nonton dan beri semangat lagi ke Raffa"Ajak Donny mengandeng tangan Dinda.


"Hen,Maaf jika aku membuat kamu terluka.Aku mau putus dari kamu" Ucap Claudia, Hendra yang mendengar ucapan Claudia terkejut dan memandang Claudia dengan tatapan marah.


"Kenapa kamu minta putus??"Tanya Hendra marah.

__ADS_1


"Selama ini aku sudah nggak betah sama kamu,aku juga kamu punya wanita lain selain aku"Ucap Claudia.


"Sayang,aku nggak punya wanita lain.kamulah orang yang aku sayang"Ujar Hendra yang berusaha menyakinkan.


"Tapi aku melihat kamu jalan sama wanita lain"Sentak Claudia.


"Apa kamu telah menemui orang yang dulu kamu sayang" Nada Hendra berubah menjadi dingin,Kini Claudia yang terkejut dengan Ucapan Hendra.


"Jangan mengalihkan masalah Hen" Kesal Claudia, yang lalu membalikkan badannya belakangi Hendra.


"Aku tidak mengalihkan masalah tapi ini benarkan.Clau apa aku ini bodoh"Teriak Hendra.


"Kau bertemu dengan dia kan di mall" Hendra tersenyum paksa.


FLASH BACK


Claudia mencari Raffa di tempat kerjaan,namun Raffa tak kunjung terlihat di kerjaannya, dengan hati kecewa Claudia membalikkan badannya dan kembali ke mobilnya.


HEEEEIIII..


Panggil seorang pria kepada Claudia, Claudia yang baru melangkah beberapa langkah terhenti, Claudia membalikkan badannya dan melihat siapa yang memanggil dirinya, Seorang lelaki muda berlari pelan menghampiri dia,yah itu Donny teman Raffa.


"Nyari siapa"Tanya Donny sambil memperhatikan wajah gadis itu.


"Kayanya wajah kamu tak asing" Tatap Donny dengan intens.


"Ini aku Claudia"Jawab Claudia menyebutkan namanya dan tersenyum ke arah Donny.


"Claudia!!ada apa kamu kesini??"Tanya Donny penasaran.


"Aku ke sini mau ketemu sama Raffa" jawab Claudia sambil tersenyum.


"Akh,kamu kesini nyari Raffa" kaget Donny,


"Dikira dia ke sini nyari gue"Bisik Donny pelan.


"Kenapa tadi kamu" Ucap Dinda yang dengar Ucapan Donny.


"Akh.. nggak apa-apa kok" gugup Donny.


"Apa Raffa hari ini nggak kerja"Tanya Claudia, matanya yang masih sibuk mencari Raffa.


"Dia hari ini libur"Jawab Donny.


"Oh, libur yah,yah udah aku pamit deh" Ucap Claudia sambil tersenyum paksa walau sebenarnya hatinya sedih.


"Kalau kamu mau ketemu dengan Raffa kamu telepon dia aja,nie aku sebutin nomor teleponnya" Donny pun menyebut nomor telepon Raffa.


"Terima kasih yah Don, aku pergi dulu" Pamit Claudia melambaikan tangan ke Donny dan di balas oleh Donny.Claudia pun kembali ke mobilnya.

__ADS_1


"Akh, beruntung banget jadi Raffa" Gumam Donny yang merasa sedih,


Claudia mengirim pesan ke Raffa...


__ADS_2