
Raffa balik ke tempat kost, dimana Donny yang sudah menunggu Raffa balik.
"Habis ke nyokap loe Fa"Tanya Donny yang sedang tiduran di balai sambil main hp.
"Tadinya, tapi gue ketemu teman Sekelas gue, jadi nggak jadi ke rumah nyokap gue"Jawab Raffa masuk ke dalam, Raffa membuka bajunya dan mengambil handuk dan tempat peralatan mandinya.
"Cewek apa Cowok?? tanya Donny.
"Cewek" teriak Raffa. "Dooon loe pakai cuci muka gue lagi"Teriak Raffa lagi yang lihat peralatan mandinya basah.
"Iya"
"Kebiasaan loe nggak modal"Teriak Raffa lagi.
"Hehehe" Donny ketawa.
15 Menit Raffa keluar, hanya memakai kolor, handuk di leher dan rambut yang masih basah.Raffa sedang milih baju yang akan di pakai, ketika Raffa milih baju Raffa tak sengaja lirik tempat baju kotor, dilihat baju merah di tempat cucian kotor,ngela nafas.
"Dooon.. tadi loe pakai baju gue"Tanya Raffa.
"Iya..!! tadi mau bilang loenya udah pergi,mau chat paketan gue habis" Seribu Donny cari alasan.
"Hmmmm.." Raffa hanya bisa menghela nafas,Raffa memakai kaos oblong polos dan keluar, berdiri sebentar di balai, dimana Donny yang lagi tidur-tiduran dan asyik dengan gamenya.
"Loe sudah makan" Tanya Raffa.
"Sudah tadi" Jawab Donny "Habis dari mana sama temen cewek Fa??"Tanya Donny sedikit penasaran.
"Kepo loe" Raffa melangkah kakinya pergi.
"Eh Loe mau kemana lagi" Teriak Donny yang lirik Raffa pergi.
"Mau nyari makan" Balas Raffa Teriak.
"Gue ikut" Donny langsung beranjak bangun dari tempat balai, buru-buru pakai sendal dan mengejar Raffa yang lumayan jauh.
__ADS_1
Mereka berjalan-jalan sambil nyari makanan yang enak, Donny ikut tengok kanan dan kiri.Dari arah berlawanan ada anak sekolah bela diri Naga yang tak Donny menyenggol lengan dari salah satu mereka, Orang yang tersenggol sedikit tak suka.
"Eh, kalian sengaja apa??"Tanya Orang yang tersenggol itu berlaga gaya dengan ketawa kecut sedikit emosi.
"Sorry..gue bener nggak sengaja" Ucap Donny sambil minta maaf, namun orang itu tak terima kata maaf dari Donny malah mancing masalah.
"Ekh..!! Enak banget minta maaf"Ucap pria itu sambil tangan sebelah masuk ke dalam kantong celana, bergaya seperti orang jagoan.
"Kita sudah minta maaf dan kita emang nggak sengaja" Raffa maju ke pria itu.
"Gue nggak perduli dengan kata maaf loe.loe nyenggol gue berarti loe mau nyari ributkan" Ujar Pria itu mulai agak emosi
"akh..bro sudahlah jangan nyari ribut, hanya karena masalah sepele" Raffa menepuk pundak Pria itu,nada bicara sinis.Pria yang ngelirik tangannya Raffa yang menepuk-nepuk pundak Pria itu,menatap tak suka.
"Berani banget tangan loe itu" Ujar pria itu yang tak suka.
"Apa ada salah bro??"Raffa menepuk-nepuk pundak Pria itu lagi. "Ingat bro jangan sok jagoan,di langit masih ada langit"Ucap Raffa sedikit pedas, berbalik badan lalu akan hendak pergi.Pria itu yang mendengar ucapan Raffa emosi dan tak terima, pria itu memanggil Raffa.
"Hei bro tunggu" Panggil pria itu dan Raffa berhenti, namun ketika Raffa mau nengok, tangan Pria itu mendarat diwajah Raffa "MBUUUUUK" Raffa terpukul dan hampir mau jadi, untung Donny menahan badan Raffa.
"Hajar" Pria itu menyuruh temannya menyerang Donny dan Raffa.
Donny dan Raffa pun membalas menyerang,Raffa mentangkis Serangan dari Cowok itu, kelahian itu tak bisa di hindari.Donny yang di serang oleh dua teman pria itu menghindari serangan mereka,sekali Donny kena Serangan tapi Donny membalas serangan mereka lagi.Raffa yang masih berkelahi dengan pria itu mencoba menghindari, walau kadang Raffa juga kena Serangan kadang di perut dan kadang kena wajah nya, Raffa membalas serangan pria itu, namun,Namun akhirnya mereka kalah.Pria itu berkali-kali kena Serangan dari Raffa dan membuat Pria itu tak berdaya.2 temannya juga sudah tak kuat lagi melawan Donny.
"Sial, kenapa dia jago banget"gerutu Pria itu kesal dalam hati.
"Bro ternyata dia jago bela diri juga"Ujar temannya sambil pegang perut menahan sakit.Pria itu menatap mereka dengan rasa kesal.
"Jangan pernah meremehkan orang lain" Ucap Raffa membalas natap pria itu dengan sinis.Raffa dan Donny melangkah kaki mereka pergi.
"Tunggu" Pria itu menahan Raffa dan Donny pergi, mereka berdua pun berbalik badan ke pria itu.
"Ada apa lagi?? kurang??" Tanya Donny sedikit judes.
"Gue tantang loe di perlombaan bela diri" Ujar Pria itu sambil melempar kertas perlombaan bela diri ke arah Raffa.Pria itu bangun dan di pompong oleh kedua temannya, mereka pun pergi,Raffa mengambil kertas perlombaan itu di tanah.
__ADS_1
"Coba gue lihat Fa" Donny yang penasaran langsung mengambil kertas perlombaan itu dari tangan Raffa. "Fa loe ikut aja" bujuk Donny, namun Raffa malah pergi, Donny yang bingung mengejar Raffa.
***
pria yang tadi di serang oleh Raffa dan Donny, masuk ke dalam sekolah bela diri Naga, mereka yang melihat wajah 3 Lelaki itu pada bertanya-tanya, kenapa wajah mereka pada luka.
"Man,loe pada kenapa?? datang-datang wajah nya pada biru-biru??" Tanya temannya penasaran, Pria itu bernama Lukman
"Loe masih ingat nggak Ndra??" Ujar Lukman,Hendra adalah Kakak Dinda dan Claudia.
"Masih, kenapa emangnya!!!" Jawab Hendra penasaran.
"Kita di serang oleh mereka"provokasi kepada Hendra.
"Bukan mereka berdua hanya tukang bangunan"Tanya Hendra penasaran.
"ternyata mereka jago bela diri Ndra"Ujar Lukman.Hendra terdiam seakan Hendra tak percaya dengan perkataan mereka sambil tangannya dilipat, tangan satunya di dagu seperti orang lagi berfikir sesuatu.
"Apa kita balik hajar lagi Kak Hen"Tanya salah dari mereka.
"Tahan, jangan sembarang nyerang orang"Ucap Hendra melarang.
"Ini ada apa"Tanya Jiraya Tegas mereka yang kaget gurunya datang memberi hormat. "Lukman kenapa wajah kamu pada biru-biru"Tambah Jiraya yang melihat wajah Muridnya pada biru-biru.
"ini guru,kami di serang oleh mereka"Jawab Lukman membalikkan fakta yang sebenarnya.
"Mereka siapa??" Tanya Jiraya Tegas
"Sama tukang bangunan itu guru"Jawab Lukman yang masih menundukkan badannya.
"Kalian kalah dengan orang seperti mereka"Jiraya marah dengan mendengar ucapan Lukman.
"Ternyata mereka jago bela diri guru"Ucap salah satu teman Lukman.Jiraya yang memang sedikit curiga hanya bisa diam.
Raffa dan Donny selesai makan dan kembali lagi ke kosan mereka, namun di balik pohon ada seorang yang sedang memperhatikan mereka.
__ADS_1