
Claudia resah dengan semua ini dan Claudia juga tahu sifat kakaknya seperti apa.pasti dia akan selalu beri pelajaran kepada siapa saja yang dekat dengan Claudia.
"Akh, mending aku mandi lah,biar segar juga ini otak"Gumam Claudia dan beranjak bangun dari tempat tidurnya dan ambil baju handuknya yang di gantung dekat samping kamar mandi, Claudia masuk ke kamar mandi.Selesai mandi dan Claudia juga sudah mengenakan baju tidur, Claudia lalu kembali ke tempat tidurnya dan menarik selimut.
***
Raffa sampai di kontrakannya,di sana sudah ada Donny yang sedang duduk santai namun wajah sedikit kesal.Raffa memasukkan motornya dan menghampiri Donny yang sedang duduk sendiri.
"Hey diam aja, kenapa"Tanya Raffa menepuk pundak Donny,Donny tak menjawab pertanyaan Raffa.Donny hanya diam.
"Loe kenapa Don?? nggak biasanya diam begini"Ujar Raffa yang bingung melihat kawannya mendiamkan Dirinya.
"Fa aku mohon sama kamu terima Dinda jadi pacar kamu"Pinta Donny namun wajahnya masih ke dapan dan mengingat Dinda yang menangis.
Raffa yang terkejut dan bingung, "Apa..!! aku nggak ngerti maksud kamu Don."
"Apa kamu tidak sadar bahwa Dinda sangat mencintai kamu Fa"Ujar Donny dengan nada sedih namun juga sakit di hatinya.
"Apa Dinda mencintai diriku??"Kaget Raffa mendengar ucapan Donny.
"Iya, Dinda sudah lama memendam perasaannya ke kamu sudah lama"Jawab Donny.
"Tapi aku tidak bisa mencintai Dinda"Ucap Raffa yang tak bisa mencintai Dinda apalagi hatinya sudah ada wanita lain.
"Kenapa Fa??"Tanya Donny penasaran dan mukanya ke arah Raffa.
"Karena aku menganggap Dinda sebagai teman aku"Jawab Raffa.
"Teman"Ucap Donny.
"Iya, bukankah kamu mencintai Dinda??"tanya Raffa,namun wajah Donny berubah sedih.
"Tapi Dinda tidak mencintai aku tapi Dinda hanya mencintai dirimu"Ujar Donny dengan pelan.
"Yakinlah bahwa suatu saat nanti Dinda akan mencintai dirimu juga"Raffa berusaha membuat Donny yakin dengan apa yang ada di hatinya.
"Tapi Dia sangatlah mencintai kamu"Bisik Donny.
"Don, Cinta kagum, suka dan hanya ingin memiliki sangatlah berbeda.Mungkin saat ini Dinda hanya menyukai diriku atau hanya sekedar kagum saja"Ujar Raffa lalu beranjak pergi ke dalam kontrakan.
"Tunggu Raffa" Donny menahan Raffa pergi dan langkahnya terhenti.Donny menghampiri Raffa
"Aku mohon sama kamu, jadikanlah Dinda pacar kamu dan bikin Dinda bahagia"Pinta Donny,Raffa membalikkan badannya ke arah Donny.
"Kawan maaf aku tidak bisa"Tolak Raffa yang menepuk pundak Donny.
"Demi aku"Ujar Donny.
__ADS_1
"Sekali lagi aku minta maaf, aku tidak bisa mencintai Dinda Don"Tolak Raffa yang tidak bisa menerima permintaan Donny.
"Kenapa??"Tanya Donny penasaran.
"Cinta tidak bisa dipaksakan, jika cinta dengan paksaan nantinya tidak akan bahagia yang ada hanya terluka"Jawab Raffa lalu membalikkan badannya lagi dan masuk ke Donny hanya terdiam dan mematung
"Sudahlah istirahatlah, mungkin hatimu saat ini sedang kacau"Tambah Raffa.
Raffa lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya yang sudah penuh dengan keringat.Selesai mandi Raffa lalu memilih baju, setelah memilih baju dia menuju tempat tidur namun Raffa melihat Donny masih duduk di luar.
"Jika kamu mencintai Dinda kejarlah"Ucap Raffa berusaha memberikan semangat.
"Sudah tidur jangan begadang,Oh ya besok aku libur dulu.aku akan pergi dengan Claudia ke rumah aku"Ujar Raffa, Ketika Raffa menyembutkan nama Claudia Donny terkejut.
"Apa di hatinya Raffa hanya ada Claudia"Batin Donny dalam hati.
"Apa aku harus berjuang untuk cintaku atau aku harus rela membuat Dinda bahagia"Bingung Donny.
***
Pagi sudah datang dan perlahan-lahan matahari mulai menyinari kota ini,Raffa mengeliat tubuhnya lalu mengambil Handphonenya dan melihat jam di ponselnya, Donny pun juga bangun.
"Jam berapa Fa??"Tanya Donny sambil mengeliat tubuhnya.
"Jam 07:30 Don"Jawab Raffa lalu beranjak bangun dari tempat tidurnya.
"Iya aku akan pergi sama Claudia"Jawab Raffa yang sudah ada di dalam kamar mandi.
Selesai membersihkan dan sudah siap akan pergi lalu Raffa menelepon Claudia dan tak butuh lama Claudia mengangkat telepon dari Raffa.
"Hallo assalamualaikum Clau"Salam Raffa di telepon.
"Wallaikumsallam Fa"Balas Claudia salam dari Raffa.
"Ekh, kamu sudah siap"Tanya Raffa sedikit gugup.
"Aku sudah siap kok, paling tinggal dandan doang"Ujar Claudia.
"Oh ya sudah aku kesana tapi ingat dandannya jangan lama-lama yah"Ledek Raffa.
"Hahaha!! iya-iya baik lah"Ucap Claudia tertawa lucu mendengar ucapan Raffa.
"Bye"
"Bye" Bales Claudia mengakhiri teleponnya.
Raffa lalu segera pergi dan mengambil kunci motornya, ketika Raffa membuka pintu Raffa terkejut melihat Dinda yang tiba-tiba ada di depannya.
__ADS_1
"Dinda"Spontan Raffa terkejut.
"Maaf.. maaf buat kamu terkejut"Katanya.
"Tumben Kamu sudah ada disini"Tanya Raffa penasaran.
"Aku ingin ajak kamu pergi"Jawab Dinda.
"Aduuh maaf Din tapi aku mau pergi"Ujar Raffa.
"Iya sudah aku temenin" Ucap Dinda.
"Tapi aku sudah ada Claudia yang menemani" Sahutnya, Dinda yang mendengar nama Claudia wajahnya berubah menjadi sedih.
"Oh gitu"kecewa Dinda.
"Ada Donny"Tawar Raffa.
"Tidak usah aku pulang saja"Tolak Dinda dan pergi, Donny yang ada di belakang Raffa hatinya terasa terluka.Raffa yang membalikkan badannya dan melihat ke dua sahabatnya sedih membuat Raffa bersalah.
"Kau tidak apa-apa"Tanya Raffa yang melihat sahabatnya sedih.
"Tidak apa-apa"Ujarnya, lalu pergi.
"Aku tidak boleh begini saja, aku akan ngomong dengan Dinda"Batin Raffa yang tidak ingin membuat sahabat-sahabatnya terluka.
***
Raffa pun sampai di gerbang komplek perumahan, Claudia yang menginginkan janjian di sana karena tak ingin ketahuan Kakaknya.Claudia bisa keluar itu juga di jemput temannya, Claudia Chat sahabatnya untuk membantu Claudia Bisa keluar rumah dan bisa bertemu dengan Raffa calon kekasihnya,Sahabatnya pun mau membantu Claudia.Rencana Claudia pun berhasil dan Claudia di izinin oleh Kakaknya walau itu juga permintaan Mamanya Claudia bisa keluar,Namun Leon tak begitu percaya dengan adiknya.saat Claudia dan temannya pergi Leon mengikuti Claudia dari belakang dan benar filingnya Leon, Claudia menemui Cowok yang semalam bersama dirinya.
Leon memperhatikan wajah Raffa,Leon pernah melihat Raffa sambil mengingat dimana Leon pernah melihat Raffa.
"Kenapa kita ketemu disini"Tanya Raffa heran dan bingung.
"Iya biar nggak ngerepotin kamu" Ujar Claudia tersenyum yang sudah bohongi Raffa.
"Terus teman kamu"Tanya Raffa lagi.
"Tadi dia kebetulan lagi main terus mau balik,yah sudah kita bareng aja kedepannya" Ujar Claudia bohong lagi kepada Raffa.
"Oh begitu"Paham Raffa.
"Iya sudah kita berangkat,nanti keburu panas"Ajak Claudia buru-buru pergi dari situ, karena takut nanti Kakaknya lihat tapi sayang Leon sudah melihatnya.
"Iya sudah" Sahut Raffa dan segera menyalakan mesin motornya, Claudia lalu naik ke Motornya Raffa.
"Ya sudah aku pergi dulu ya Clau"Pamit sahabat Claudia.Claudia dan Raffa pun pergi juga,di belakang Leon masih mengikuti Claudia dan Raffa.
__ADS_1