Raffa Yang Mengejar Mimpi

Raffa Yang Mengejar Mimpi
Bab 17


__ADS_3

Hari ini Claudia Sangat beruntung bisa berduaan dengan Raffa.kini Claudia bisa leluasa ngobrol dengan Raffa tanpa ada yang menggangu termasuk saingannya.


Namun Claudia bingung dari mana untuk memulai bicara.seakan bibirnya susah untuk buka.berkali-kali Claudia mencoba selalu tak jadi,namun Claudia dengan sekuat keberanian mulai membuka topik bicaraan.


"Hmm Fa"Panggil Claudia dengan nada pelan.


"Iya Clau?? Kenapa??"Tanya Raffa.


"Apa kamu masih ingat" Tagih Claudia janji Raffa.


"Tapi bukannya kamu masih pacaran sama Hendra"Sahut Raffa.


"Aku sama Hendra sudah putus"Ujar Claudia.


"Apa putus"Terkejut Raffa mendengarnya.


"Apa kamu putus karena aku"Lanjut Raffa.


"Aku putus dengan Hendra bukan karena kamu atau janjimu. aku putus karena dia sudah menghiantiku"Jelas Claudia dan menghela nafas lelah.


"Jika dia tidak menghianatimu apa kamu akan tetap putus"Tanya Raffa.


"Tidak akan"Jawab Claudia.


"Aku memang terlanjur menyayangi dia tapi dia malah menyakiti aku.aku melihat dia tidak satu atau dua kali tapi berkali-kali dia jalan dengan cewek lain"Jelas Claudia dan berubah menjadi sedih.


"Aku pikir kamu putus karena aku"Ledek Raffa dan tersenyum manis.


"Huft,ke ge-eran kamu"Sahut Claudia tertawa kecil.


"Oh yah kamu tahu Dinda kenapa??"Tanya Raffa penasaran, Claudia berubah menjadi bete.


"Nggak tahu" Sahut Claudia langsung memanjakan bibir tipis yang seksi.


"Hmm.."Raffa menghela nafas lelah.


Dinda yang masih melihat Raffa dan Claudia lagi bersama dari luar nasi goreng membuat Dinda sangat kesal.


"Dasar,sok perhatian bikin enek banget"Gumam Dinda.


"Apa kamu Cemburu melihat Raffa bersama dengan mantan kekasih kakak kamu"Ledek Dinda yang tiba-tiba muncul.


"Ikh, siapa yang cemburu juga sama dia.itu hak dia mau sama siapa"Ujar Dinda sedikit kesal.


"Oh begitu jadi kamu rela jika mantan kekasih kakak kamu itu bisa leluasa dekat dengan Raffa?? jadi kamu menyerah begitu saja"Ejek Donny.


"Siapa bilang aku menyerah"Ujar Dinda.


"yah sudah kalau kamu tidak menyerah kembalilah ke dalam"Ajak Donny untuk masuk dan Dinda pun setuju dengan perkataan Donny dan kembali masuk ke dalam lagi.


"hey lama amat nyari anginnya"Tanya Raffa yang melihat Dinda dan Donny kembali dan duduk di bangku.

__ADS_1


"Sudah adem??"Tanya Claudia.


"Sudah nggak kepanasan lagi"Ledek Claudia, Dinda menatap Claudia dengan kesal.


"Tentu sudah tidak panas lagi"Ujar Dinda dengan senyum Paksa.


"Oh gitu" Ucap Claudia.


"Ekh,Fa nanti pertandingan selanjutnya kamu lebih semangat lagi" beri semangat Claudia Kepada Raffa.


"Ya tentu pasti"Sahut Raffa.


"Yah walaupun lawanmu orang terdekat kamu jangan lemah" Sindir Claudia, Dinda melirik kearah Claudia dengan sinis.


"maksudnya gimana Clau..??"Tanya Raffa tak mengerti.


"Maksudnya dia adalah melawan kakakku"Jelas Dinda kepada Raffa, Dinda melirik kearah Claudia dengan sinis, Claudia yang melihat itu tersenyum manis.


"Oh begitu"Ujar Raffa mengerti.


"Pintar banget"Cibir Claudia tersenyum manis.


"Kalian nggak pesan makanan"Tanya Raffa.


"Aku nggak selera makan"Jawab Dinda.


"Kenapa"Tanya Raffa penasaran.


"Ya, nggak selera aja"Jawab Dinda.


"Mungkin aku hari ini kalah tapi buat besok dan seterusnya tidak akan aku biar kamu menangkan hati Raffa"Gumam Dinda dalam hati sambil mengepal tangannya dan menatap Claudia dengan sinis


"Dinda.. Dinda aku tidak akan membiarkan Raffa dekat dengan kamu"Bisik Claudia dalam hati dan membalas menatap Dinda dengan senyum bahagia.


"yah nggak asyik kalau kalian nggak ikut makan"Ucap Raffa dan sedikit sedih.


"Ya, baiklah kita pesan"Sahut Donny.


"Din kamu mau pesan apa..??"Tanya Donny.


"Aku mau nasi goreng dan hati"Sindir Dinda.


"Oh pas banget untuk kamu"Ejek Claudia tak mau kalah.


"Kalian berdua kenapa"Tanya Raffa yang mulai curiga.


"Dari tadi aku lihat kalian berdua saling sindir"Tambah Raffa, mereka berdua tak bisa menjawab dan memilih diam.


"Ok, aku pesan"Ujar Donny mengalihkan bicaraan.


"Abang"Panggil Donny dan pelayan nasi goreng datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Iya mas ada apa"Tanya pelayan nasi goreng itu.


"Nasi goreng isi hati 1 sama nasi goreng sosis dan hati 1 tapi pedas"Jelas Donny kepada pelayan nasi goreng.


"Baik mas,ada yang di tambah lagi..??"Tanya pelayan nasi goreng.


"Tidak ada"Ucap Donny


"Baik kalau begitu saya permisi"Pergi pelayan nasi goreng dan memberikan tulisan pesan kepada pelayan yang lain.


tak lama kemudian pesanan mereka datang, pelayan itu menaruh pesanan mereka di atas meja.mereka lalu tak lupa membaca makan sebelum makan dan segera menyantap makanan itu dengan lahap dan santai.


"Fa fa.."Panggil Claudia sambil menunjuk ke arah wajah Raffa.


"Ada apa Clau" Ujar Raffa yang meraba wajahnya, Dinda yang melihat ada nasi di wajah Raffa dan hendak mengambil nasi itu namun tak kalah cepat dengan Claudia dan tangan Claudia terpegang oleh Raffa, Claudia merasa bergetar mata mereka saling menatap satu sama lain.Dinda yang melihat itu semakin panas dan cemburu.


"Ekhm..ekhm.."Dehem Donny dan menyadar mereka berdua ke dunia nyata.


"Ekh..sorry Fa,"Minta maaf Claudia dan malu.


"Iya nggak apa-apa"Ujar Raffa tersenyum.


"Kita bukan obat nyamuk disini"Sindir Dinda yang merasa Cemburu.


"Iya iya maaf deh" Ujar Raffa sambil garuk-garuk kepala kecil di kepalanya walau tak gatel dan senyum.


"Ekh Fa, kayanya sudah malam,aku pulang yah,"Pamit Claudia.


"Aku anterin yah,Habis nggak baik kalau kamu pulang sendiri"Tawar Raffa dan yang merasa khawatir.


"Emang aku tidak ngerepotin kamu"Tanya Claudia dan sedikit senang.


"Tenang aja kok"Jawab Raffa tersenyum.


"Yah sudah aku juga balik juga"Ujar Dinda yang akan balik juga.


"Don anterin Dinda, kasihan kalau dia balik sendiri"Ucap Raffa dan membuat Donny tersedak saat minum.


"Huhuk..!! Akh a-aku" tersedak Donny dan sedikit gugup.


"Iya siapa lagi"Ujar Raffa yang sengaja untuk mendekati Dinda dengan Donny.


"Tidak usah aku bisa pulang sendiri"Tolak Dinda.


"Eitz, tidak baik untuk kamu Din"Ujar Raffa.


"Kamu cewek takutnya ada orang jahat,biar Donny yang menganter kamu pulang"Paksa Raffa.


"Iya Din, tidak baik wanita balik sendiri, lebih baik ada yang nganter kamu pulang dengan selamat"Ejek Claudia dan membuat Dinda semakin jengkel.


"Fa, aku ingin kamu yang nganterin aku pulang"Harap Dinda dalam hati sambil memandang wajah Raffa.

__ADS_1


"Baik lah.." Setuju Dinda terpaksa.


mereka pun pergi dari tempat nasi goreng, Raffa membayar makanan kepada pelayan nasi goreng.Claudia naik motor bersama dengan Raffa dan Dinda bersama Donny.Mereka lalu berpisah di pertengahan jalan.


__ADS_2