Raffa Yang Mengejar Mimpi

Raffa Yang Mengejar Mimpi
Bab 8


__ADS_3

Raffa yang hari ini sangat kurang semangat dan tak enak badan, Raffa sedang tidur-tiduran sambil pandangannya ke langit.Datang seorang lelaki setengah baya menghampiri Raffa yang sedang tidur-tiduran dan lelaki setengah baya itu mengulurkan tangannya,Raffa yang melihat ada tangan menengok ke arah lelaki setengah baya itu,yah siapa lagi kalau bukan Pak Mandor.Raffa lalu memegang tangan Pak Mandor,Pak Mandor lalu menarik tangan Raffa dan Raffa pun bangkit dari tempat tidurnya.Pak Mandor lalu mengajak Raffa untuk keluar dan ke tempat sebuah lapangan.


"Ayooo" Teriak Pak Mandor sambil mengambil posisi untuk siap ngajak Raffa latihan, namun Raffa tak semangat.


"Dengar..!! hidup bukan untuk menyerah begitu saja" Sentak Pak Mandor terus mengelilingi Raffa.


"Jangan menyerah sebelum perang" Sentak Pak Mandor lagi dan tangan mendarat di pipi Raffa sehingga hampir Raffa terjatuh,untung Raffa seimbangi tubuhnya, Bibir manis Raffa di sela-sela keluar darah.


"Perang sesungguhnya baru di mulai" Pak Mandor terus mengelilingi Raffa dan mencoba kembali bangkitkan semangat Raffa,Pak Mandor lalu mencoba menyerang Raffa lagi Namun kali ini di tangkap tangan Pak Mandor oleh Raffa,Raffa yang kepalanya menunduk ke bawah.


"Benar..!! bukanlah saatnya untuk menyerah begitu saja" Bisik Raffa lalu perlahan-lahan kepalanya keatas dan mengarah ke Pak Mandor dengan tatapan mata penuh semangat,Pak Mandor yang melihat muridnya kembali semangat lagi tersenyum bahagia.


"Aku tidak boleh menyerah begitu saja" Tambah Raffa.


"Baguuus.. itu Anak murid Pak Mandor baru" Ucap Pak Mandor, mencoba kembali menyerang Raffa,kini Raffa balas serangan dari Pak Mandor,Kini mereka berdua saling menyerah (latihan). Dari ke jauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka, lalu seorang yang memperhatikan Raffa dan Pak Mandor lalu pergi dari sana.Seorang yang tadi mata-matai Raffa dan Pak Mandor,menemui seseorang lelaki setengah baya yang cukup kekar.seorang itu lalu memberikan informasi kepada lelaki setengah baya itu, setelah lelaki setengah baya itu sudah dapat informasi, lelaki setengah baya itu menyuruh Orang yang mata-matai itu untuk pergi, lalu orang tersebut pun pergi.Pak Mandor terus melatihkan Raffa, keringat yang terus bercucuran di wajah Raffa,Pak Mandor terus memberikan semangat.1 jam mereka latihan lalu mereka istirahat,nafas Raffa yang naik turun karena latihan.Raffa mencoba mengatur nafasnya, sedangkan Pak Mandor lagi beli minuman di warung seberang jalan yang tak jauh dari tempat mereka latihan.Raffa yang sedang mengatur nafasnya kembali melamun dan pandangannya ke jalan, tatapan mata yang kosong.


"Ini minum dulu" Pak Mandor yang sudah kembali membeli minuman memberikan kepada Raffa dan sehingga Raffa terkejut.


"Terima kasih Pak" Ujar Raffa lalu membuka tutup botol minuman dan Raffa minum.


"Sudah tidak usah terlalu di pikirin" Ucap Pak Mandor.

__ADS_1


"Bagaimana saya tidak pikirin Pak, saya ingin jadi bela diri yang hebat lagi pak" Raffa yang kembali sedih lagi.


"Dengar..!! Bela diri itu bukanlah untuk menjadi yang hebat tapi memberikan contoh baik" Ucap Pak Mandor sambil menepuk pundak Raffa.


"Maksudnya Pak" Raffa yang sedikit bingung.


"Iya, gunakan bela diri itu untuk kebaikan, bukan untuk kita terlihat hebat di mata orang, sehingga kita nanti menjadi lupa daratan" Nasehat Pak Mandor, Raffa yang mendengar ucapan Pak Mandor hanya terdiam.


"Hmm.." Raffa lalu menundukan kepalanya.


"Jadilah seorang Bela diri yang baik" Ucap Pak Mandor "Ayooo.. kita kembali latihan lagi"Ajak Pak Mandor bangkit dari tempat duduknya dan sudah kembali lagi staminanya,Pak Mandor lalu mengambil posisi panasan.tangan yang di putar-putar lalu badan ke arah kanan dan kiri sehingga "kretek.. Kretek.." Badan Pak Mandor bunyi.Raffa pun juga ikut bangkit berdiri, Raffa juga tak ingin kalah semangat dari Pak Mandor.Setelah mereka selesai panasan, kini Raffa siap latihan,Pak Mandor lalu siap menyerang Raffa, Raffa menghindari serangan dari Pak Mandor, Pak Mandor yang mengerahkan kakinya ke arah Raffa namun Raffa membungkukan badannya sehingga tak kena serangan dari Pak Mandor, terus dan terus begitu mereka latihan.Sehinga waktu tak terasa sudah sore, Raffa dan Pak Mandor pun istirahat kembali, setelah mereka sudah cukup istirahat mereka pun pergi dari sana dan pulang ke kosannya.Donny yang sudah balik dari kerjaannya sedang bersantai di balai, kaki kirinya di atas kaki kanannya sambil di goyang kaki kirinya, yang sedang menikmati lagu di handphonenya.


"Habis dari mana lor Fa"Tanya Donny yang melihat Raffa datang.


"sama siapa??"Tanya Donny lagi.


"Sama Pak Mandor" Jawab Raffa, Raffa yang duduk di bangku sebelah dekat Raffa.Tumbuhnya dia senderkan di bangku sambil mata di pejamkan matanya.


"Oh ya, Handphone loe dari pas gue balik bunyi, terus gua liat layar hp loe,eh yang telepon nyokap loe.Takut penting gue angkat"Ujar Donny sambil fokus ke layar hpnya.


"Terus..." Tanya Raffa yang tiba-tiba matanya ke buka dan menengok ke samping Donny.

__ADS_1


"Yah,gue jawab loe nggak ada dan lagi pergi sama Pak Mandor, Terus nyokap loe bilang, kalau loe sudah ada suruh telepon balik"Jawab Donny,Raffa pun beranjak bangun dari duduknya dan masuk ke dalam mencari Hpnya, ketika sudah menemui Hpnya di meja, di raih lalu segera menghubungi Ibunya.


"Hallo, assalamualaikum nak" Salam suara Ibunya di telepon.


"Wallaikumsallam Ma,Ma tadi ada apa telepon" Raffa membalas salam dari Ibunya lalu Raffa bertanya kepada Ibunya di telepon.


"Nggak ada apa-apa nak,Mama cuma mau ngasih tau saja ke kamu, kalau Mama ngizinin kamu ikut lomba itu"Ucap Ibunya dengan lembut di telepon


"Mama serius?? ngizinin Raffa ikut perlombaan itu??"Tanya Raffa sedikit terkejut sekaligus bahagia di hatinya.


"Iya sayang,Mama izinin kamu,Tapi dengan satu syarat" Ibunya yang memberi satu syarat kepada Raffa.


"Apa Ma..."Tanya Raffa sedikit penasaran.


"Kamu harus jadi pemenang yang terbaik, walaupun kamu mau menang atau kalah tetap jadi yang terbaik"Ujar Ibunya di telepon.


"Ok Ma,Raffa akan kasih terbaik buat Mama" Ucap Raffa bahagia.


"Yah sudah, cuma itu saja.Mama masih banyak pekerjaan, nanti lanjut besok lagi" Ujar Ibunya.


"Ya ma, Makasih ya Ma sudah ngizinin Raffa,Restu Mama sangatlah berarti untuk Raffa Ma" Raffa sangat bahagia sampai air mata tak sengaja jatuh di pipinya.

__ADS_1


"Iya Nak,yah sudah Mama tutup teleponnya, Assalamualaikum nak"Ibunya yang mendengar ucapan Raffa tadi sangat terharu.


"Iya Ma Wallaikumsallam"Raffa membalas salam dari Ibunya, mengakhiri telepon.Raffa yang sangat bahagia sedikit berteriak. "Hore..yees" Raffa yang sangat bahagia berjingkrak bahagia, Donny yang sedikit kaget dan melihat ke dalam merasa terheran melihat kelakuan temannya,Raffa yang terkejut kehadiran Donny terdiam dan lalu bersikap biasa dan menggaruk kepalanya yang tak gatal dan cengar-cengir kaya kuda.


__ADS_2