Raffa Yang Mengejar Mimpi

Raffa Yang Mengejar Mimpi
Bab 7


__ADS_3

Di malam hari Raffa sedang tidur-tiduran di balai sambil memandang bintang-bintang di langit, tangan kanannya sedang memutar-mutarkan hpnya.Raffa sangat bingung dan dia tidak tahu harus berbuat apa.Donny yang akan keluar sambil membawa 2 kopi penghangat malam tak sengaja menengok ke arah Raffa yang sedang melamun, Donny yang melihat Raffa sedang dalam antara bimbang dan bingung.


"Hp di putar-putar Bae,pusing tuh hp.kalau hp bisa ngomong pasti di bakal bilang, aduuuh pusing ini gue" Ledek Donny ketawa kecil dan menghampiri Raffa.Donny menaruh kopinya di meja dan duduk di bangku sebelah Raffa.Raffa pun menatap Donny dengan tatapan sinis.


"akh..gue bingung Don"Ucap Raffa.


"Mending loe coba dulu telepon ke orang tua loe" Donny mencoba memberi saran kepada Raffa.


"iya udah gue telepon orang tua gue dulu"Ucap Raffa,meranjak bangun dari tempat tidur di balai dan sedikit menjauh dari Donny.Raffa pun mulai menghubungi orang rumah,tak lama teleponnya di angkat.


"Hallo.. assalamualaikum" suara wanita seberang telepon, yaitu ibunya Raffa.


"Wallaikumsallam ma" Balas Raffa memberi salam dari ibunya.


"Bagaimana kabar kamu sayang"Ujar Ibunya bahagia mendengar suara anak pertamanya di telepon.


"Alhamdulillah kabar Raffa baik Bu, bagaimana kabar di sana?? terus kabar papa bagaimana Bu?? sehat kan??"Tanya Raffa dan sedikit ada rasa bimbang dalam hati Raffa.


"Alhamdulillah kabar di sini baik nak, terus kabar papa kamu juga Alhamdulillah baik.kamu di sana sehat kan??" Ucap Ibunya dan sedikit khawatir dengan keadaan Raffa.


"Sehat kok Ma"Ucap Raffa.


"Ma..ada yang ingin Raffa bicarakan"Ujar Raffa sedikit gugup dan deg-degan.


"Soal apa Nak"


"Begini Ma,Raffa ingin ikut perlombaan bela diri, jadi Raffa mau minta izin ke Mama.Apa Mama mengizinkan Raffa ikut perlombaan itu Ma??" Tanya Raffa.


"Sayang,Mama bukannya nggak mau ngeizinin kamu ikut tapi Mama nggak mau kamu kenapa-kenapa" Ujar Ibunya sedikit khawatir.Raffa yang mendengar ucapan Ibunya di telepon hanya bisa menghela nafas panjang.


"Tapi Ma..."


"Sayang, dengar Mama,Mama nggak bisa lihat kamu terluka" Ucap Ibunya memotong bicaranya Raffa, Ibunya sangat sayang kepada Raffa putra pertamanya itu dan tak ingin Putra pertamanya kenapa-kenapa.


"Ya sudah Ma"Ucap Raffa sedikit sedih.


"Raffa,Mama nggak pernah ngelarang kamu yang lain tapi yang ini Mama nggak bisa ngizinin kamu Nak" Ibunya yang tahu putra pertamanya sangat sedih karena tak dapat izin.

__ADS_1


"Iya Ma,Raffa tahu kok Ma"Ucap Raffa sedikit tegar suaranya, berusaha untuk tidak membuat Ibunya ikut sedih juga.


"Maafin Mama yah!!! sudah bikin kamu sedih dan keceawa" Ucap Ibunya.


"Iya nggak apa-apa kok Ma,ya udah Mama jangan merasa bersalah"Ucap Raffa. "Ya sudah,Raffa cuma bilang itu doang ma,Raffa istirahat dulu"Sambung Raffa.


"Iya sudah kamu istirahat,jaga kesehatan di sana nak" Ucap Ibunya


"Iya ma,ya sudah assalamualaikum" Raffa memberi salam kepada Ibunya.


"Wallaikumsallam Nak.." Ibunya membalas salam dari putranya.pembicara di telepon pun di akhiri.Namun wajah Raffa sangat sedih, Donny yang melihat Raffa sedih, bangun dan menghampiri Raffa.


"Loe nggak dapat izin dari nyokap loe"Tanya Donny


"Hmmmm..iya Don,gue nggak di izinin" Jawab Raffa lemas, lalu Raffa beranjak bangun dari tempat duduknya dan pergi masuk ke dalam rumah.Donny yang melihat kawannya sedih ikut merasakan sedih.


"Loe mau kemana Don" Tanya Donny.


"Gue mau tidur dulu, pusing kepala gue"Jawab Raffa sedikit tak semangat.


*****


Namun di seberang sana,ada seorang Ibu yang merasakan apa yang di rasakan putranya,yah Ibunya Raffa juga ikut merasakan sedih, namun harus bagaimana lagi, Seorang Ibu Mana yang tak tega melihat anaknya melihat wajah putranya pada terluka pasti ada rasa sedih, Namun di sisi lain Ibunya juga tak ingin membuat putranya juga sedih.Suaminya yang keluar dari kamar dan melihat istrinya duduk di sofa sambil ngelamun, menghampiri istrinya.


"Sayang,kamu kenapa"Tanya sang Suaminya kepada Istrinya, Istrinya yang terkejut kehadiran Suaminya.


"Eh papa, nggak ada apa-apa kok pa"Jawab Istrinya sedikit berbohong.


"Tadi yang telepon Anak kita Ma"Tanya lagi Suaminya.


"Iya Pa, yang tadi telepon Raffa"Jawab Istrinya.


"Bagaimana kabar Raffa"Tanya Suaminya kepada Istrinya.


"Alhamdulillah kabarnya baik Pa"


"Terus"

__ADS_1


"Iya terus Raffa minta izin mau ikut perlombaan bela diri"Ujar sang Istri


"Pasti Mama nggak izinin anak kita" Ucap sang Suami yang tahu sifat Istrinya.


"Iya"


"Ya ampun Ma, anak kita tuh sudah gede.biarinlah Anak kita memilih apa yang dia suka"Sedikit marah kepada istrinya.


"Tapi Pa,Mama nggak mau Raffa kenapa" Ujar Istrinya.


"Iya boleh khawatir tapi jangan terlalu berlebihan, pasti itu buat hatinya Raffa sedih" Ucap Suaminya.Istrinya yang tak tahu harus apa lagi hanya bisa terdiam.


"Sayang cobalah kasih dia memilih apa yang dia mau,Dia akan bahagia jika apa yang anak kita mau di restuin" Tambah Suaminya dan memeluk Istrinya.


"Iya sudah nanti Mama telepon Raffa" Setelah Istrinya pikir-pikir apa yang di ucapkan Suaminya akhirnya mengizinkan Anak untuk ikut perlombaan itu.


"Nah gitu dong, itu Istri dan Ibu yang baik"Ucap Suami mencubit pipi istrinya dan mencium kening Istrinya,


"Iya sudah yuk balik tidur lagi" Ajak sang Istri, Suaminya membalas mengangguk dan mereka pun masuk ke dalam kamar.


_________________________________________________________


Di pagi hari Raffa bangun dengan rasa tak semangat.Raffa pun bangun dan menyenderkan tubuhnya ke tembok.Di samping Raffa ada Donny yang juga bangun dan menggeliat tubuhnya dan kedua tangannya ke atas.Donny yang melihat wajah kawannya tak semangat dan nggak punya rasa gairah meresa ikut sedih juga.


"Bro, Sudah lah nggak usah kamu terlalu di pikirin, ayo semangat bro" Donny yang berusaha memberikan semangat kepada kawannya.


"Gue bilang apa nanti ke Pak Mandor Don" Ucap Raffa sedikit bingung.


"Iya Pak Mandor pasti tahu kok"Ucap Donny untuk tidak usah cemas.


"Tapi gue juga ada rasa sedih Don,gue pingin banget ikut tapi mau bagaimana lagi"Ucap Raffa sedikit lemas dan lesu.


"Iya loe berdoa aja, semoga nyokap loe berubah pikiran"Ucap Donny.


"Tapi nyokap gue agak susah Don"Ucap Raffa.


"Iya Siapa tau Nyokap loe berubah pikiran,ya sudah jangan di pikirin, ayo semangat"Ucap Donny sambil menepuk pundak Raffa dan bangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi.Raffa yang masih di tempatnya sedikit agak semangat karena kawannya yang selalu beri Raffa semangat.

__ADS_1


__ADS_2